
...Selamat membaca......
"Cieee yang peringkat satuuu" ucap Lino
Allesya yang sedang memainkan ponselnya langsung menatap Lino heran
"Liat noh dimading"
Allesya langsung buru buru melihat mading yang dekat dengan kelas nya
Ia melihat hasil nilai ujian RHS , Allesya peringkat satu dibidang Ips , Samudra dibidang bahasa dan Alvino dibidang Ipa , Allesya yang melihat nama Alvino langsung tersenyum senang , ia dengan tergesa gesa menuju kantin membeli susu kotak
"ALL SELAMAT YAA KAMU PERINGKAT SATUU NIH HADIAH BUAT KAMU" ucap Allesya
Alvino yang tengah mengobrol dengan Alin di kantin langsung menatap datar Allesya
Alvino mengambil susu ditangan Allesya dan melemparnya tepat ditempat sampah , Allesya hanya mematung setelah itu ia berusaha tersenyum kembali menatap Alvino ia mengulurkan tangannya ingin berjabat tangan ke Alvino
"Yauda lewat salaman aja deh" ucap Allesya
Alvino berdiri dan langsung menepis tangan Allesya
"Ck Lo nggatau malu banget si!" marah Alvino membuat semua yang ada dikantin langsung memusatkan perhatian ke arah mereka
"Aku cuma pengen ngucapin selamat all"
"Gue ngga butuhhh"
"Kamu kenapa ngga bisa liat aku sekali aja Al? aku merjuangin kamu dari kelas 10 sampe sekarang" ucap Allesya dengan menahan tangis
"Gue ngga nyuruh Lo buat merjuangin gue , dan kurang beberapa hari lagi kita putus karena Lo ngga bakal dapetin hati gue"
"KENAPA AKU YANG MERJUANGIN KAMU DARI KELAS 10 SAMPE SEKARANG NGGA PERNAH KAMU LIRIK AL, DAN DIA! DENGAN BERUNTUNG NYA BISA AKRAB DENGAN KAMU , BISA BIKIN KAMU SENYUM , BISA BIKIN KAMU NYAMAN , AKU PENGEN JADI DIA ALL" ucap Allesya menunjuk Alin
"KARENA BEDA SAMA LO SYA , DIA PENDIEM , DIA BAIK , SEDANGKAN LO! LO NAKAL , MURAHAN , RENDAHAN , JAL-"
"CUKUPPP!! BUKANNYA DIA YANG MURAHAN? KARENA NIAT PENGEN NGERUSAK HUBUNGAN KITA PAS KITA PACARAN?!" teriak Allesya
"DIA YANG MURAHAN!" teriak Allesya sekali lagi
plak!
Alvino menampar pipi Allesya membuat semua yang ada dikantin terkejut , Allesya memegang pipinya merasakan nyeri dan panas bersamaan , air mata Allesya meluruh mengenai pipi mulusnya
"Papa sama Abang queen aja ngga pernah nampar pipi queen, kenapa orang nampar pipi queen?" tanya Allesya menatap kosong ke depan bermonolog dengan dirinya sendiri
Alvino merutuki dirinya sendiri karena berani bermain tangan dengan perempuan, bunda nya pasti kecewa jika melihat hal tersebut
"Aku kalah all aku nyerahh makasih atas tamparannya , aku udah sadar sekarang kalo sekuat apapun aku berjuang kalo kamu ngga berusaha buka hati buat aku itu hanya sia sia" ucap Allesya
"Gue kadang mikir apa orang tua Lo ngga ngajarin Lo cara nya ngga jadi murahan?" ucap Alvino terkekeh menatap Allesya , sakitt Allesya sakitt mendengar kalimat itu
"AKU YANG SALAH! KAMU BOLEH HINA AKU , KAMU BOLEH RENDAHIN AKU TAPI JANGAN MAMA SAMA PAPA AKU!" Allesya menepis air mata nya yang turun dan maju menatap mata Alvino
"Jangan mama papa aku" lirih Allesya menggeleng gelengkan kepala nya
"Pliiis jangann salahin mama papa aku" ucap Allesya sekali lagi
Alvino menatap mata Allesya yang terluka membuatnya merasa bersalah
"Aku pernah bilang kan? kalau aku udah capek aku bakal nyerah , sekarang aku udah capek aku nepatin janji aku , mulai sekarang Allesya Queensha Dirgantara ngga bakal ngejar ngejar kamu lagi" ucap Allesya menatap mata Alvino
"Selamat berkelana tuan" lirih Allesya dengan tersenyum getir bersamaan dengan air mata yang turun
Deg!
Alvino entah kenapa hatinya ada yang mengganjal mendengar Allesya mengucapkan hal itu , Allesya pergi ke kamar mandi mencuci mukanya
"Lo keterlaluan Al" ucap Bryan menghampiri Alvino menatap Alvino kecewa
"Jangan sampe Lo ngerasain apa yang gue rasain all , nyia nyiain cewek yang tulus sama gue itu penyesalan terbesar di hidup gue" ucap Devan
bug!
"LO BAJINGAN ALL GUE KECEWA SAMA LO" marah Satria keluar dari kantin
Allesya keluar kamar mandi menatap dingin sekitarnya ia mengambil tas nya dikelas, Vani, Rara , Lea menyusul Allesya menatap khawatir
"Sya Lo mau kemana?" tanya Vani
"Cabut" ucap Allesya datar
"Alle udah balik lagi" lirih Lea
...****...
Allesya mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menghiraukan umpatan dari orang orang yang ada dijalan , Ken melihat mobil yang melaju kencang dan melihat plat mobil ia tau kalau itu mobil Allesya
"Sialan tuh bocah ngapa ngebut gitu dah" ucap Ken menyusul Allesya
Allesya melihat kaca spion melihat Ken mengikuti nya membuat ia kesal
"Ck ni anak ngapain ngikutin gue dah gue pengen sendiri" kesal Allesya menambah kecepatan , Ken kesal karena kehilangan jejak mobil Allesya
"Ah sialan tuh bocah kenapa si" gerutu Ken
...****...
Kean yang mendengar adeknya ditampar oleh Alvino langsung mencari Alvino dengan marah
Bug!
"Bangsat lo apain adek gue!" ucap Kean dengan marah memukul Alvino di rooftop
"Gue kelepasan sorry" sesal Alvino
"Selama ini gue diem aja adek gue diperlakuin seenaknya sama Lo gue diem doang! karena dia pernah bilang kalo gue ikut campur urusan Lo sama dia , dia bakal marah , cuma kali ini Lo main tangan gue ngga bisa diem aja,gue kecewa sama Lo!"
"Adek gue tulus Al sama Lo cuma sayang Lo ngga pernah lirik dia" ucap Kean melihat Alvino dengan kecewa membuat Alvino merasa bersalah
"Gue minta maaf bang" ucap Alvino
"Udah gue maafin gimana lagian udah terlanjur"
"Maafin kesalahan adek gue buat Lo risih" ucap Kean pergi dari rooftop
__ADS_1
...****...
"Queen kamu kenapa pulang awal sayang? ini kenapa pipinya merah gini?" tanya Nita khawatir dengan anak nya
"Queen gapapa ma , queen capek mau tidur" lirih Allesya lemah dengan tersenyum
"Yauda kamu mandi abis itu tidur" ucap Nita yang diangguki Allesya
Selesai mandi Allesya memeluk kedua kaki nya melihat komplek perumahan dari jendela dengan menangis
SEDANGKAN LO! LO NAKAL , MURAHAN , RENDAHAN
Perkataan Alvino yang menghina Allesya selalu berputar diotaknya seperti kaset rusak
"Sakit All sakitt" lirih Allesya
"Queen , nak ayok makan mama buatin makanan kesukaan kamu" Nita mengetok pintu Queen , ia tau Queen sedang ada masalah namun berusaha menutupi nya
Allesya menghapus air mata nya
"Queen ngga laper mah nanti aja" ucap Allesya
"Yaudah kalo ada apa apa bilang ke mama nak , mama khawatir sayangg" ucap Nita
"Iya ma , Queen nggapapa" jawab Allesya , Nita kembali ke dapur
...****...
Allesya ketiduran dan bangun melihat ponselnya menunjukkan pukul 6.16 ia bangun merasakan mukanya sembab dengan cepat ia melihat dirinya di kaca
"Sial mata gue bengkak" Allesya membalikkan badannya melihat banyak tisu bekas air mata nya , dengan cepat Allesya membersihkan kamarnya
"Gue benci Lo Al" gumam Allesya
Ia bersiap siap ingin berangkat sekolah , selesai mandi ia memakai seragam yang dulu ia pakai , melepas kancing atasnya dan rok yang lebih pendek dari sebelumnya , lalu duduk dimeja rias menambahkan concealer menutupi matanya yang sembab dan menambahkan make up tipis , menguncir rambutnya, setelah itu memakai jaket hitam kesayangannya yang sudah lama tidak memakai nya dan langsung menenteng tasnya
Allesya menuruni tangga membuat semuanya terkejut
"Sayangg mama kira kamu ngga sekolah" ucap Nita
"Sekolah" ucap Allesya singkat
"Sayang mama bangga sama kamuu kamu mau minta apa sama mama? biar mama kasih" ucap Nita karena mendengar dari Kean bahwa Allesya peringkat satu seangkatan jurusan IPS
"Ngga usah ma cukup ada mama , papa , bang Kean yang sayang sama aku udah cukup"
"Buset seragamnya ganti kayak dulu lagi dek" ucap Kean namun tak dihiraukan
"Lo tumben ngga berangkat?" tanya Allesya datar
"Capek gue kemarin rapat perkara camping besok , jadi libur sekarang" jawab Kean , Allesya hanya ber oh ria
Allesya menyalimi tangan kedua orang tuanya dan abangnya
"Queen berangkat" pamit Allesya menuju garasi mengambil motor nya
Allesya datang ke sekolah , Pak satpam ingin menutup gerbang namun dengan cepat Allesya mengegas motornya sehingga pak satpam mundur , Allesya memutari lapangan berulang kali menimbulkan banyak asap motor dilapangan murid murid yang ada dikelas langsung melihat ke arah lapangan
"Alle" gumam Satria
Sedangkan Alvino hanya melihat Allesya tanpa berkata apapun
Allesya memarkirkan motornya ke parkiran dan menuju kelas dengan santai padahal bel sudah masuk
Gadis berambut ungu , memakai jaket hitam itu membuka pintu kelas membuat seisi kelas menatapnya
"Assalamualaikum Bu" salam Allesya
"Jadi kamu tadi yang buat berisik lapangan" kesal Bu Susi
"Hehehe maaf Bu kan ngga lama Alle kayak gitu" ucap Allesya
"Ini juga kenapa seragamnya kayak gini lagi Allesya?" tanya Bu Susi
"Bosen Bu" jawab Allesya , Bu Susi menggeleng gelengkan kepala nya
"Yasudah kamu duduk sana"
"HAH-?! SERIUSAN BU-?! IBU NGGA HUKUM SAYA-?! MIMPI APA KEMARIN??!!!" kaget Allesya
"Ck haduh kamu brisikk, mood ibu lagi baik hari ini tapi kalo kamu mau hukuman ya ayo ibu kasih"
"Eh ngga Bu ngga hehe yauda Alle duduk makasi Buu"
Allesya menduduki bangku nya dan menaruh tas nya dilaci
"Anjing gue jadi kangen motoran " ucap Rara pelan
"Sama" ucap Lea
"Besok aelahh!!"
"Cie ngikut ngikut cieee" ledek Allesya
"Ck diem Lo!"
"Haduhh brisik kalian!" dengus Vani
"Bodo amat!"
"ALLESYA,VANI,RARA,LEA KALIAN DARI TADI BERISIK BIKIN MOOD SAYA ANCUR KELUAR KALIAN , LARI KELILING LAPANGAN SEKARANG"
"Kalian si! ah elahh" gerutu Vani
"Tuh si Rara tuhh yang mulai duluan!" ucap Lea
"Lah kok gue si-?!" solot Rara tak terima
"CEPET KELUAR!" ucap Bu Susi
"EH IYA BU INI KELUAR" jawab Allesya menarik kerah seragam Rara dan Lea
"ADUH APAANSI LEPASS" ucap Lea berontak
Sedangkan Vani hanya terkekeh
__ADS_1
"Aduh panas gini lohh" gerutu Rara
"Udah ogeb jalanin aja" ucap Vani
Sedangkan dikelas 11 IPA 1 sedang jamkos
"Eh eh itu mereka berempat dihukum anjrit AHAHAHA" ucap Rey
"Buat ulah apaan mereka tuh" heran Bryan
"Lo percaya ngga mereka ngga bakal nyelesain hukuman?" tanya Satria
"Maksud Lo?" tanya Devan heran
Satria melihat keempat gadis yang sedang berlari
"Satu"
"Dua"
"Tiga!"
"Haduh gue capek udahan lah" ucap Rara mengeluh mereka duduk meluruskan kakinya
"KANNN!" ucap Satria
"Lah iya juga sakti Lo" ucap Rey dengan tertawa
"Gilak mereka meskipun kena panas gitu malah makin bening coy" ucap Bryan
"Hooh tenan" jawab Devan
"Eh jangan disini cuy ntar keliatan guru , rooftop aja yok" ucap Lea yang disetujui lainnya
"Lah kemana mereka tuh?" tanya Bryan
"Rooftop mungkin" jawab Devan
Berjam jam mereka di rooftop akhirnya mereka mendengar suara bel istirahat berbunyi, mereka langsung menuju kantin berjalan bersama sesekali bercanda
Allesya teringat ia mens dan langsung berhenti membuat ketiganya heran
"Gue mau ganti dulu lagi dateng soalnya" ucap Allesya, mereka mengangguk paham
Allesya menuju loker nya mengambil plastik hitam yang berisi pembalut tak lama Alvino datang mengernyit heran disebelah lokernya ada bekal nasi goreng
Allesya berjalan tanpa memperdulikan Alvino namun Alvino mencekal tangannya
"Ck ternyata Lo belum kapok juga ya , gue gamau makanan dari Lo" ucap Alvino membuat Allesya heran menepis cekalan Alvino
"Maksud Lo apasih?" tanya Allesya datar
Alvino tersentak kaget karena Allesya mengubah panggilan dari aku kamu jadi Lo gue
"Ini dari Lo kan?" tanya Alvino memberikan bekal makanan
"Cih geer banget Lo ngga sudi lagi gue ngelakuin kayak gitu ke Lo" ucap Allesya lanjut berjalan namun dicekal lagi oleh Alvino
"Apa lagi sih!" kesal Allesya membuat pembalut yang dilapisi kresek hitam jatuh , Alvino ingin mengambil itu langsung dengan cepat Allesya mengambil nya dengan gugup
"Mau Lo apa?" tanya Allesya
"Gue mau minta maaf soal kemarin yang-"
"Udah gue maafin" selat Allesya kembali melangkahkan kakinya menuju kamar mandi
...****...
Allesya memasuki kantin dan merogoh saku nya ia teringat dompetnya ketinggalan dirumah , Allesya mencari keberadaan Kean di tempat anggota Vegas dan yap ketemu , Allesya langsung melangkahkan kakinya menuju Kean
"Mau nemuin Alvino sya?" tanya Bryan , Allesya hanya menggeleng tanpa menatap Alvino
"Mau nyari ****** gue" ucap Allesya membuat semua nya heran
"HAH-?! MAKSUDNYA? bangkai tikus?" tanya Rey
"Ck Bang Kean anjir" jawab Allesya membuat geng Vegas meledakkan tawa nya
"ANJIR IYA JUGA BARU KEPIKIRAN GUE ****** AHAHAHA" tawa Megan
"Diem Lo gan" dengus Kean
"Mo apa Lo curut?" tanya Kean
"CURUT CURUT ENAK AJA LO , bang minta uang Lo dong , dompet gue ketinggalan"
"Yaelahh di casing ponsel Lo emang nggaada biasanya Lo taruh disana juga"
"Gue ngga bawa lupa juga"
"BUSET LO KESEKOLAH BAWA APA SYA?" tanya Devan
"Bawa nyawa" jawab Allesya enteng membuat semuanya ketawa
"Bener tapi salah , salah tapi bener" ucap Satria
"Ayolah bangg" rengek Allesya
"Ck ni ni" Kean memberikan uang ke Allesya dengan kesal
"Ko gitu si mukanya ngga ikhlas Lo? ck parah , Lo apa ngga kasian kalo gue ngga makan? terus gue kelaperan abis itu pingsan abis itu - "
"IKHLAS QUEEN SAYANGG IKHLASSS" lanjut Kean dengan tersenyum paksa
"Gitu dong, duluan semuaa"
"Gila pas emak Lo hamil dia ngidam apaan dah?" tanya Rey
"Ngidam nya aneh aneh" jawab Kean
"Pantes dia jadi aneh"
"YEE KEK LO NGGA ANEH AJE" ucap Baron menoyor kepala Rey
"Sialan"
__ADS_1