Queennya Alvino

Queennya Alvino
Damai


__ADS_3

...Selamat membaca......


"REYYY KAMU MAKAN DIKELAS HAH-?!" marah Bu Niken selaku guru sejarah menjewer telinga Rey


"Ssstt iya Bu maafin buuu" ringis Rey


Bu Niken melepaskan tangannya dari telinga Rey dan menatap Rey tajam , Rey yang ditatap hanya mengelus telinga nya


"Sekarang kamu keluar! ganggu pelajaran saya aja kamu"


"LOH LOHH BUKAN SAYA DOANG BU MEREKA JUGA" tunjuk Rey menunjuk sahabat sahabat nya satu persatu membuat sahabatnya kesal


"Kalian semua keluar!" bentak Bu Niken


Mereka semua keluar dari kelas dan langsung menjitak kepala Rey


"Sianyink Lo , Lo yang berulah gue yang kena" kesal Bryan


"Yee tapi Lo seneng kan?" tanya Rey


"Iya juga si"


"Dongo" ucap Satria


Alvino berjalan lurus tanpa memusingkan perdebatan teman teman somflaknya , mereka sekarang berada di rooftop sekolah dengan memakan cemilan yang tadi mereka beli ketika lewat kantin


"Liat deh si Allesya keluar keringatnya malah makin cantik tuh anak" celetuk Bryan melihat Allesya yang sedang berusaha menembak bola basket ke ring


"Apaan si Lo" dengus Alvino , sahabatnya yang ada disana menatap Alvino heran


"Kenapa Lo?" tanya Satria


"Cemburu tuhhh AHAHAHA padahal mah udah putuss apa nasibnya kek gw yak besok" ucap Devan


Alvino yang merasa diejek oleh teman temannya langsung pergi dari sana


"Pergi dia" ucap Rey dengan terkekeh


Alvino berjalan lurus melewati lorong sekolahan ia teringat dengan perkataan Devan


"Masa iya gue cemburu anjing" gumam Alvino


Saat melewati lapangan , Alvino melihat Allesya , Allesya tak sengaja menatap Alvino ia langsung mengalihkan pandangannya dan kembali fokus memainkan bola basket , Alvino menghela nafas panjang dan lanjut berjalan


...****...


"HUH CAPEK GUEE" eluh Lea mengelap keringat di dahinya


"Beli minum kuyy" ajak Rara


"Yok" setuju Allesya


"Tapi ntar dimarain sama pak Agus" ucap Vani


"Bodo amat ah kita dari tadi ngatur anak sekelas mulu main basket capek gue mana ngga bawa minum gw , ayokk" ajak Rara menarik tangan Vani untuk berdiri


"HUHH SEGERNYAAA" lega Lea setelah meminum minuman sampai abis


"Liat tuhh mereka pengen minum kek kita cuma ngga berani sama pak Agus" ucap Allesya terkekeh menatap lapangan dan memamerkan minuman pada anak sekelas nya


"Kasian juga"


Allesya meledakkan tawanya ketika Lino menunjukkan jari tengahnya dengan ekspresi datar , Allesya berdiri dan langsung membeli minuman


"Bu saya beli 42 minuman" ucap Allesya


"Lo mau beliin anak sekelas sya?" tanya Lea


"Hooh kasian gue muka mereka kek ngga minum satu taunan gtu" ucap Allesya asal


"Tambah satu lagi anyink buat pak Agus biar ntar ngga marah marah biar otaknya sedingin kutub Utara" ucap Rara


"Iya juga yaa" ucap Vani dengan terkekeh


Allesya membeli 45 minuman botol , mereka langsung membawa semua minuman tersebut ke lapangan , murid kelas 11 ips 1 langsung menghampiri Allesya dkk


"Apaan nihh" tanya Lino menatap binar minuman dingin yang ada disana


"Sumbangan buat anak yang kehausan" jawab Rara asal


murid kelas 11 ips 1 langsung dengan cepat mengambil minuman yang disediakan , pak Agus yang tengah berbincang dengan pak Setyo langsung melihat ke lapangan yang ramai ia langsung menghampiri mereka


"Kalian ini ngapain??"


"Hausss pak minumm" jawab Varo


"Siapa yang beli dikantin?!" tanya Pak Agus dengan kesal


"Saya pak" jawab Allesya santai


"Nih bapak jangan marah marah dong ni kita kasih juga biar otaknya dingin , marah marah mulu ntar cepet tua loh pak" lanjut Allesya memberikan satu minuman ke Pak Agus


"PAK SETYO MINTA JUGA NGGA PAK?!" teriak Vani


"Boleh nakk kalau ada , rejeki mah ngga bole ditolak" jawab Pak Setyo


Vani menganggukkan kepalanya mengambil satu minuman ingin menghampiri Pak Setyo namun ditahan oleh pak Agus


"Biar saya aja yang kasih" ucap Pak Agus


"Nah gitu dong pakk" ujar Rara


Pak Agus tersenyum dan menganggukkan kepala nya

__ADS_1


"Makasih ya" ucap Pak Agus dan langsung dibalas anggukan oleh semuanya , Pak Agus langsung menghampiri Pak Setyo dan memberikan minuman tersebut


"MAKASIH YA NAKK" ucap Pak Setyo


"SIAP PAKK"


"Royal bat mereka" ucap Satria yang tetap melihat lapangan bersama yang lainnya di rooftop


"Anggota peachys mah pada baik baik semua cuyy masuknya aja pake seleksi segala" timpal Devan yang lain menyetujui


...****...


Saat ini siswa siswi RHS berhamburan pergi kekantin karena cacing diperutnya meronta ronta didalam minta diisi makanan , Allesya dkk memasuki kantin dan langsung duduk dimeja peachys


"Mo pesen apa?" tanya Rara


"Batagor aja deh gue sama es teh" jawab Allesya


"Yang lain?"


"Samain aja" ucap Vani yang dituruti Rara


"Cuy katanya mau ada kunjungan" ucap Senja


"kunjungan?" tanya Lea , Senja menganggukkan kepalanya


"Iyaa pertunjukan ekskul sekolahan kita , ada bazar juga katanya"


"Dimana emang?"


"Ya disinilah ngundang sekolahan lain"


"Kapan?" tanya Vani


"Gatau juga sii"


"Mungkin masi lama deh masih rencana doangg" ucap Freya memasukkan siomay ke mulutnya


...****...


Rey berjalan di lorong sekolahan dengan santai sesekali menyapa orang yang ia kenal , Ia melewati taman sekilas melanjutkan jalannya namun ia berhenti dan balik melihat ke arah taman , terlihat seorang gadis yang duduk sendirian diam , ia yakin gadis itu sedang melamun , Rey langsung melangkahkan kakinya menghampiri gadis itu


Ia sedikit terkejut ternyata itu Tania , ketika ia tau itu adalah Tania dia ingin meninggalkan taman namun niatnya diurungkan ketika mendengar gadis itu terisak , Rey balik lagi dan menghampiri gadis itu


"Kenapa Lo?" tanya Rey duduk disamping Tania , Tania tersentak langsung menghapus air matanya dan menggelengkan kepalanya


"Gue udah liat semuanya elahh" lanjut Rey


Tania hanya diam dan hanya menatap depan memperhatikan tanaman yang bergerak karena tertiup angin


"U okey?"


"Lo kenapa?" pertanyaan dari Rey mampu membuat air mata yang Tania tahan meluruh mengenai pipi mulusnya , Rey terkejut ia yang paham langsung membawa kepala Tania menyender di bahunya


"Kalo mau cerita , cerita aja biar lega"


"Gue nyesel udah jadi jahat selama ini , gue baru sadar karena keegoisan gue semuanya jadi kena , papaa..."


belum selesai Tania ngomong ia terisak kembali , Rey mengelus bahu Tania guna menenangkannya


"Gausa dilanjutin kalo sakit" ucap Rey menatap Tania , Tania menatap Rey dan menggeleng


"Perusahaan papa hampir bangkrut karena perusahaan papa nya Allesya ngga mau kerja sama lagi sama perusahaan papahh dan itu semua gara gara gue" Tania lanjut bercerita dengan air mata yang terus mengalir


"Gue berasa jadi anak pembawa sial tau ngga" Tania mengusap air mata nya , Rey mengangguk paham menyelipkan rambut Tania dibelakang telinga


"Udah selesai ceritanya?" Tania hanya mengangguk


"Jujur gue dulu benci banget sama lo semenjak Lo keluar dari peachys Lo bukan lagi Tania yang gue kenal , Tania yang dulu suka bantu orang , Tania yang dulu ramah ke orang , Tania dan senyum manis nya itu semua ilang , tapi setelah liat sisi Lo yang lemah ini , yang Lo tunjukin ke gue entah kenapa gue ngga bisa benci lagi sama Lo"


"Semua orang pasti pernah ngelakuin kesalahan , bukan Lo doang , semua orang pernah , sefatal apapun kesalahannya kalo dia mau sungguh sungguh berubah semuanya kembali jadi baik baik aja"


"Dan Lo tau orang yang disebut hebat itu gimana?" tanya Rey , Tania hanya menggelengkan kepalanya


"Banyak salah satunya orang yang berani minta maaf atas semua kesalahannya " lanjut Rey


"Udah minta maaf?" tanya Rey


"Udah ke Allesya kemarin kemarin dia bilang udah maafin cuma gue yakin dia belum maafin gue keliatan dari wajahnya" ucap Tania


"Ngga papa Allesya nya juga butuh waktu tapi seiring berjalannya waktu pasti maafin kok"


"Em gue minta kontak papa Lo dong" lanjut Rey , Tania mengernyit heran


"Buat apa?"


"Udah kasih aja" Tania hanya menurut dan memberikan ponsel nya yang terpampang kontak papanya , Rey menyalin nomer telpon tersebut


"Udah makasi ya" ucap Rey , Tania hanya menganggukkan kepalanya


"Gue harap Lo balik ke peachys lagi"


"Ngga bisa Rey gue udah jahat banget sama mereka"


"Percaya deh mereka pasti maafin Lo"


Rey berdiri dan menarik tangan Tania untuk mengikuti nya


"Mau kemana?" tanya Tania


"Ke anggota peachys" sontak Tania langsung berhenti , Rey berbalik menatap Tania yang menunduk


"Nggapapa ada gue" ucap Rey

__ADS_1


...****...


"MINTA MAAF INTINYA-!!" marah Lea menunjuk kripiknya yang berserakan dilantai kantin


"NGGA KAN LO YANG SALAH KO GUEE" solot Bryan


"ENAK AJA LO TUH LARI LARI NABRAK GUE TADII" Lea menunjuk Bryan


"LO JUGA FOKUS DENGERIN MUSIK PAKE EARPHONE LO NOH SAMPE NGGA LIAT SEKITAR" Bryan menepis tangan Lea


"Yaelah Lo biasanya bawa banyak cemilan , jatuh satu aja kek singa ngamuk Lo" lanjut Bryan


"MASALAHNYA INI KRIPIK GUE YANG TERKAHIR INTINYA LO YANG SALAHH"


"LO"


"LO"


"UDAHH WOE HADUH TUH DILIATIN YANG LAIN NOH" lerai Rio


"Tau tuh pengang kuping gue" dengus Rara


"Dia duluan" tunjuk Lea ke Bryan


"Ko gue?! Lo lahh"


"TERUSIN TERUSIN!" ucap Devan , Satria yang kesal menjitak kepala Devan


"WEITSS INI ADA APA RIBUT RIBUT" Rey datang yang dibelakang ada Tania


"Biasa pertengkaran rumah tangga" jawab Devan


"Dih najiss" ucap Bryan dan Lea berbarengan


"Biasanya yang kek gini jodoh nih" ucap Allesya yang santai memakan batagor


"Ogah" ucap Lea , Allesya hanya terkekeh melanjutkan makannya


Freya yang dari tadi fokus melihat Tania yang ada dibelakang Rey


"Tan" panggil Freya menatap Tania , anggota peachys dan vegas sontak melihat ke arah yang sama dengan Freya , Tania meremas kuat rok nya karena gugup , Rey membalikkan badannya mengusap punggung Tania menenangkan nya


"Ayo sana" bisik Rey , Tania mengangguk ragu dan menuju meja peachys


Lea mengacungkan jari tengah nya kearah Bryan dan langsung menuju meja peachys


Tania menghirup dalam udara dan menghembuskannya guna mengurangi gugupnya , ia menatap anggota peachys dengan tersenyum manis


"Gue minta maaf sama kalian"


"Huft gue tau ngga mudah bagi kalian maafin gue atas apa yang gue perbuat dulu , tapii gue bakal lakuin apapun kok asal kalian maafin gue , gue nyesel" Tania menunduk setelah mengatakan semuanya , jantungnya berdegup kencang , Rey menghampiri Tania mengusap bahu Tania


Allesya berdiri , berjalan santai menghampiri Tania menepuk bahu gadis itu dengan datar, Tania yang semula menunduk mendongak menatap Allesya yang ada dihadapannya , Allesya langsung memeluk Tania dengan erat dan mengusap punggung Tania


"Gue udah maafin Lo" ucap Allesya , Tania langsung menangis dan membalas pelukan Allesya


"Makasih" ucap Tania sesenggukan , Allesya hanya mengangguk dan melepaskan pelukannya


"Terharu gue" ucap Sinyo memeluk Devan disampingnya


"EH APAAN SI LO" kesal Devan menjitak kepala sinyo


"Tega Lo bang sakit ni"


"Bodo amat bodo amatt"


Anggota peachys berdiri menghampiri Tania dan memeluk Tania bersama


"Ah elahh udah skincarean malah nangis gue" ucap Senja membuat semuanya terkekeh


"Kita udah maafin Lo jauh sebelum Lo minta maaf ke kita" ucap Freya diangguki Anggita peachys lainnya


"Makasih"


"Yaudah gue balik ya ke kelas maaf ganggu waktu kalian istirahat" ucap Tania terkekeh


"Ganggu pala Lo , sini aja duduk duduk sama kita" ucap Rara


"Gue bukan anggota peachys lagi" jawab Tania


"Masuk lagi Lo kesini"


"Gue ngga enak anjir"


"Gamau tau gue maksa , gue kangen Lo yang dulu" ucap Freya diangguki semuanya


"Mau kan Lo?" tanya Lea


"Ngga usah nanya le gue maksa soalnya" ucap Freya


"DIH KETUA PEACHYS PEMAKSA" ucap Nisa


"Bodo amatt" jawab Freya membuat semuanya terkekeh Tania melihat Rey yang melihatnya


"Makasih" ucap Tania tanpa suara , Rey menganggukkan kepalanya


"Lo ngga sama Serra sama bulan lagi?" tanya Sanna


Tania menggelengkan kepalanya "Mereka jauhin gue semenjak gue bilang mau berubah"


"Ye dongo si Lo mau aja dihasut sama mereka dulu" geram Senja menjitak Tania


"Sakit su" gerutu Tania membuat semua nya yang ada disana tertawa

__ADS_1


__ADS_2