Queennya Alvino

Queennya Alvino
Penyesalan Alvino


__ADS_3

...Selamat membaca......


Allesya berjalan dengan Ken , mereka menuju parkiran karena bel pulang sudah berbunyi 10 menit yang lalu


"Sya ntar malem ajak gue keluar kek bosen bet gw dirumah"


"Kemana?"


"Ya kagak tau terserah dah"


"Dih kek cewek aja Lo bilang terserah"


"BODO"


Allesya terdiam sejenak sedang berfikir


"AHH ANU PASAR MALEM" teriak Allesya tiba tiba membuat Ken terkejut dan murid murid yang ada di sekitaran sana melihat keduanya dengan tatapan aneh


"Malu malu in" ucap Ken


"Ya maapp"


"Bentar tali sepatu gue lepas" lanjut Allesya berjongkok membenarkan tali sepatu nya , Ken hanya diam sembari menunggu Allesya


"Nahh" ucap Allesya selesai dan berdiri ia menatap pipi Ken , Ken yang ditatap menatap balik Allesya dengan heran


"Lo Ken-"


Plak


"AKHH" teriak Ken spontan


Murid murid yang lewat terkejut mendengar teriakan Ken tiba tiba , Alvino yang ingin menuju parkiran dengan Alin juga berhenti menatap mereka berdua heran


"Ketangkep kan Lo" ucap Allesya mengambil nyamuk di pipi Ken dan melihat nyamuk yang terkapar tak berdaya di telapak tangan nya


"Lo mau matiin nyamuk doang apa sama gue juga?!" kesal Ken


Allesya yang sadar langsung melihat pipi Ken yang merah bekas telapak tangan nya


"MAAF MAAF AHAHAHA " Allesya meledakkan tawanya sembari mengelus pipi Ken


Alvino menatap tak suka , Alin melihat Alvino dengan heran


"Kakak ngga papa kan?" tanya Alin membuat Alvino tersadar


"Gapapa ayo" ucap Alvino diangguki Alin


Mereka berjalan melewati Allesya dan Ken , Allesya mengelus pipi Ken dengan melihat dua orang yang baru saja lewat dengan tatapan sendu


"Brengsek" gumam Allesya


"Lo napa kagak perjuangin lagi kalo masih suka dah" ucap Ken tiba tiba


Allesya berhenti mengelus pipi Ken dan lanjut berjalan diikuti Ken


"Gue bisa aja bersaing sama orang yang suka sama dia , tapi gue gabisa bersaing sama orang yang dia suka"


Ken hanya mengangguk mengerti tak ingin melanjutkan topik pembicaraan tersebut


...****...


Kean sedang berdiri didepan rumahnya menunggu kang bakso lewat tak lama Allesya datang dengan Ken , Allesya turun dan melepas helmnya


"Dari mana kalian baru pulang Maghrib gini"


"Kamu nannyakk" jawab Ken menirukan dilan kw


Allesya yang mendengar jawaban dari Ken langsung meledakkan tawanya


"Gue tonjok lama lama lu ya" ucap Kean


"Adek Lo noh minta ke mixue" ucap Ken


"Bocil bikin repot orang aja" sinis Kean menatap Allesya


"Biarin yg penting cantik"

__ADS_1


"Ngga ada hubungannya dodol" kesal Kean


"Bodo amat" ucap Allesya mengibaskan rambut panjangnya mengenai Kean


Allesya melangkahkan kakinya memasuki rumahnya


BRAK


Bunyi pintu yang ditutup keras membuat Kean dan Ken terlonjak kaget


Tak lama kemudian Allesya membuka pintu memunculkan kepala nya menatap Ken


"KEN MAKASII MAAF LUPAA" teriak Allesya dan menutup pintunya kembali


"Bukan adek gue itu" ucap Kean


"Parahh adek sendiri g diakuin"


"Kalo Lo pindah ke RHS , yg gantiin kapten basket RJHS siapa?" tanya Kean


"Belum tau juga gue"


"Lagian napa Lo pindah dah nanggung amat uda kelas 12 juga"


"Suka suka gue lahh , yauda gue cabut yak" ucap Ken menyalakan mesin motornya , Kean mengangguk


"Lo ngapain dah masi disini , mau diculik Tante Tante girang Lo?" tanya Ken


"Ngadi ngadi nunggu kang bakso gue" jawab Kean , Ken hanya ber oh ria


"Yauda gue pergi" pamit Ken meninggalkan pekarangan rumah Allesya


...****...


Alvino sekarang tengah termenung duduk dibalkon rumahnya , ia memikirkan sikap Allesya akhir akhir ini , entah mengapa ia merasa ada yang hilang dari hidupnya


"Al" panggil Rani bunda Alvino menepuk pundak anak sulungnya


Alvino terkejut karena bundanya ada dibelakang nya


"Ko ngga ngetuk pintu dulu bunda?"


"Tadi bunda udah ngetuk pintu dari tadi sampe capek" ucap Rani


"Maaf bunda" ucap Alvino


"Kamu lagi ada masalah?" tanya Rani


Alvino mengangguk lemah


"Ayo masuk dulu ntar kamu masuk angin di sofa aja " ucap Rani menuju sofa kamar Alvino diikuti Alvino


"Ada masalah apa?" tanya Rani menatap putra nya


"Alvino lagi bingung sama perasaan alvino"


"Bunda inget kan orang yang pernah Al ceritain ada cewek yang ngejar ngejar Al sampe Al risih?" tanya Alvino diangguki Rani


"Aku pacaran sama dia bunda aku kasih waktu 30 hari kalo dia masi gagal dapetin hati Al , kita putus , aku bikin rencana gitu biar dia bisa ngerasain gimana pacaran sama aku dan aku bikin dia se ngga betah mungkin sama aku biar dia kapok dan capek"


"Dia sekarang berubah bunda , dia ngejauhin Al , kita udah putus , bahkan sebelum 30 hari itu , harusnya Al seneng kenapa malah ngerasa kehilangan dan ngga terima dia deket sama cowok lain"


Alvino memang jika bersama keluarga nya hangat dan banyak bicara , beda dengan diluar yang begitu dingin dan irit bicara


"Berarti kamu udah mulai suka sama dia sayang tapi kamu ngga sadar" ucap Rani menatap lembut anak sulungnya


"Tapi aku juga kagum sama seseorang bunda"


"Siapa?"


"Alin"


"Kamu ngga boleh egois nak kudu pilih salah satu , kamu harus bener bener bisa mahamin perasaan kamu sendiri"


"Sayang itu bisa buat semua orang tapi cinta cuma bisa buat satu orang" lanjut Rani


"Yang cewek pertama namanya siapa?"

__ADS_1


"Allesya bund" Rani hanya menganggukan kepala nya


"Sebelum Allesya berubah kamu ngelakuin kesalahan?" tanya Rani , Alvino mengangguk


"Al udah ngejelekin dia didepan banyak orang bun , Al ngatain rendahan murahan , Al banding bandingin dia sama Alin , bahkan Al bilang kalo orang tua nya Allesya gagal didik anak nya"


"Bentar bentar"


"Kamu deket sama Alin pas kamu masih pacaran sama Allesya?"


"Alin yang deketin bun"


"Cewek yang baik itu ngga ngerusak hubungan orang sayang"


"Tapi dia baik bun"


"Jangan liat dari covernya aja" ucap Rani membuat Alvino terdiam sejenak dan sadar akan kesalahannya


"Al juga nampar Allesya didepan semua orang"


"Al" kaget Rani menatap anaknya dengan kecewa


"Maaf bund Al nyesel" ucap Alvino memeluk Rani dengan terisak


"Bunda pernah bilang kan kalo bunda gamau anak bunda main tangan sama perempuan?" tanya Rani , Alvino hanya mengangguk


"Kenapa malah dilakuin sayang? bunda kecewa"


"Maaf bun" ucap Al kesekian kalinya


"Harusnya kamu minta maaf ke dia sayang bukan ke bunda"


"Udah bun dia katanya udah maafin tapi dia berubah"


"Kamu udah nyakitin mental dan fisiknya dia sayang , dia mungkin udah maafin tapi dia masih sakit pas inget kejadian itu" ucap Rani


"Terus Al kudu gimana?"


"Perjuangin lagi meskipun susah kalo kamu bener bener suka sama dia" ucap Rani


...****...


"La la la laaa" Allesya bersenandung kecil menuruni tangga


"Lo mau kemana dek? udah rapi gitu" tanya Kean


"Mau tau apa mau tau banget" jawab Allesya jail menatap Kean


"Gajadi nanya gue" dengus Kean membuat Allesya terkekeh


"Mau ke pasar malem sama Ken"


"Lo sama Ken mulu dahh naksir Lo sama dia?"


"Ngadi ngadi" sinis Allesya


"Yaudah gue ke depan dulu yak dia uda didepan soalnya , pamitin ke mama papa ya bang" pamit Allesya


"Iyee ati ati"


...****...


"Lama amat" ucap Ken menyalakan mesin motornya


"Tadi ngobrol sama Abang dikit gue"


"Yaudah naik"


Allesya menaiki motor Ken , Ken menatap paha Allesya ia langsung melepas jaketnya dan memberikan ke Allesya


"Tutupi paha Lo" ucap Ken membuat Allesya teringat Alvino yang dulu pernah melakukan hal yang sama


"HEH LO NGELAMUN APAAN ANJIR CEPETAN NIH AMBIL" ucap Ken membuat Allesya tersentak ia langsung mengambil jaket Ken dengan cengengesan


"Kenapa Lo?"


"Keinget Al" jawab Allesya menutupi paha nya dengan jaket milik Ken

__ADS_1


"Dejavu Lo ?" tanya Ken


"Iye" Ken hanya geleng geleng kepala dan melajukan motornya


__ADS_2