Queennya Alvino

Queennya Alvino
Murid baru


__ADS_3

...Selamat membaca......


Rara mulai melangkahkan kakinya di RHS ia berjalan dengan riang sesekali tersenyum ketika disapa


"Eh ada murid baru ganteng banget coyy "


"Lo tau dari mana?"


"Gue pas di koperasi tadi liat dia gitu di ruang kepsek tapi ngga sampe liat wajahnya si , tapi dari belakang udah keliatan ganteng si"


"Semoga sekelas"


Percakapan kedua siswa tersebut membuat Rara mengernyit heran , namun itu tidak penting juga untuknya , ia sudah mempunyai Devan yang menurutnya sudah bisa dibilang sempurna , Rara memasuki kelas nya mendapati Lea dengan wajah yang suram melihat ponselnya


"Lo kenapa deh pagi pagi udah kusut amat muka Lo" ujar Rara membuat Lea menoleh kearahnya


Rara melepaskan tas nya dari bahunya dan duduk di bangkunya


"Dia balikk" ucap Lea membuat Rara membeku ditempat


"Ma-maksud Lo apa?" tanya Rara berharap ini mimpi


"Steven , dia balikk dan denger denger dia pindah sini" ucap Lea


"Lo ngga mau nerima dia lagi kan Le?" tanya Rara menatap serius wajah Lea


"YA NGGA LAH YAKALI GUE NERIMA DIA LAGI , DIA AJA PERGI GITU AJA NINGGALIN GUE" ujar Lea dengan marah


Rara langsung merasa lega mendengar jawaban dari Lea


"Gue ngga setuju kalo Lo balikan sama dia Le" ucap Rara


"Bahas apaan Lo pada" ucap Allesya tiba tiba datang dengan Vani membuat keduanya terkejut


"NGAGETIN AJA LO" kesal Lea membuat Allesya terkekeh


Vani duduk di bangkunya melepas cardigan yang ia pakai , Allesya juga ikut duduk di bangkunya


"Serius amat Lo berdua bahas apaan dari tadi? ghibah gue ya Lo pada?!" tanya Allesya menatap keduanya penuh curiga


"Dodol banget gabut banget kita ngeghibahin Lo" ucap Rara memutar bola matanya malas


"Terus bahas apaan?" tanya Vani


"Steven" jawab Lea singkat


"Steven? mantan Lo kelas 10 itu?" tanya Allesya yang diangguki Lea


"Kenapa sama dia? balik lagi?" tanya Allesya , Lea hanya mengangguk singkat


"Udah capek capek move on ujung ujung nya balik lagi tuh anak" lirih Lea menghembuskan nafas nya panjang


"Pokonya gue gamau ya Lo nerima dia lagi kalo dia ngajak balikan!" ucap Rara


"Iya iya tenang aja" ucap Lea


"Lo kenapa takut banget dah si Lea balikan sama Steven Ra" tanya Vani membuat Rara gelagapan


"Yy-ya gue gamau lah dia nyakitin sahabat gue lagi gue ngga rela!" jawab Rara cepat , Allesya melihat muka Rara yang gugup mengernyitkan dahinya heran namun dengan cepat ia mengubah wajahnya menjadi normal kembali


Lea yang mendengar jawaban dari Rara terenyuh dan langsung memeluk Rara


"UNCH UNCH MAKASII BESTOD" ujar Lea ingin mencium pipi Rara , Rara langsung menjauhkan wajahnya dari wajah Lea


"Jijik dongo!" kesal Rara membuat Allesya dan Vani tertawa

__ADS_1


"Tega Lo" ucap Lea


...****...


Saat ini anggota Vegas berkumpul di kantin sebelum bel masuk berbunyi


"Kemarin gue dipukul pake sapu , mau diusir gegara ngilangin Tupperware mama gue" ucap Revan


"Nih liat nih bekas pukulan sapunya" Revan menunjukkan lengannya yang membekas gagang sapu membuat semuanya tertawa


"Lo nyari mati apa gimana ngilangin Tupperware emak Lo" ucap Rio


"Gue dulu pas SD juga gitu , gue heran dah sebenarnya tuh anaknya Tupperware apa kita sih" ujar Bryan


"Ngga tau tanyakan ke rumput yang bergoyang" ucap Devan


"Kiw cewek kemana nihh?" tanya Raja salah satu playboy di anggota Vegas


"Em mau beli minum kak" ucap siswa tersebut dengan menunduk


"Jangan nunduk dong sayang cantiknya ngga keliatan" gombal Raja membuat semuanya memutar bola matanya malas


"KACAU KACAUU" ujar Sinyo


Cewek tersebut nampak salah tingkah , pipinya merah seperti kepiting rebus


"Minta wa nya boleh?" ucap Raja membuat cewek itu mengangguk dan mengetikkan nomor nya di ponsel raja


"Makasi cantik sampai ketemu nanti" genit Raja mengedipkan matanya sebelah , cewe tersebut pun pergi dari sana


"GILA LO NGGA KURANG BANYAK KONTAK CEWEK DI WA LO?!" ucap Kean


"Wa nya serasa jadi asrama putri" ujar Baron


Tak lama datang Alin menghampiri Alvino


"Ngga bisa lin sorry , samudra aja" ucap Alvino cuek


"Tapi kenapa kak?"


"Penting buat Lo tau alesannya?" jawab Alvino , Alin langsung mengangguk


"Gue ngga mau Allesya liat gue berduaan sama Lo lagi" ucap Alvino


"Tapi kalian kan udah ngga ada hubungan apa apa" kata Alin membuat semuanya yang mendengar nya jijik


"PENTINGNYA SD" sindir Megan


"SD?" tanya Satria heran


"Sadar diri kalo kata Fajar mah" ucap Megan membuat semuanya tertawa teringat sadboy nya Indonesia


"Kalian kenapa sih ngga suka banget sama aku?" dengus Alin


"Lah padahal gue kagak nyebut nama Lo perasaan , kalo ada yang kesindir si ya bersyukur gue" ujar Megan terkekeh menatap sinis Alin


"Mending Lo pergi dari sini deh Lin sebelum Lo nangis di roasting sama semuanya" ucap Bryan , Alin langsung pergi dari sana dengan perasaan kesal


"Huft ada ya orang kayak gitu" ucap Liora menghela nafas panjang


"Dan Lo , uda nyesel kan Lo nyakitin adek gue?" ejek Liora menatap Alvino


"Mampus , rasain" lanjut Liora


Alvino hanya mendengus mendengar perkataan Liora

__ADS_1


"Kiww cantiiik mau kemana nihh" ujar Raja lagi melihat cewek jutek


"Lagi dan lagi" muak Satria


"Harus banget ya gue jawab?" ucap cewek itu


"Galak banget neng , minta wa nya boleh?" ucap Raja yang tetap berusaha


"Play store ada ngapain minta ke gue , ngga guna" ucap cewek itu melengos pergi dari sana


"BWAHAHAHA GAGALL DONGG" ujar Devan dengan tertawa lepas memukul Satria disebelah nya


"ADUH SAKIT DONGO!" kesal Satria menggeplak Devan


"Baru kali ini pesona gue ditolak" ucap Raja membuat semuanya tertawa


...****...


"Baik anak anak kita kedatangan murid baru pindahan dari London" ucap Pak Setyo


"CEWEK APA COWOK PAK?" tanya Saka


"Cowok" jawab Pak Setyo singkat


"Yaelah saya kira cewek pak mau saya jadiin pacar" ujar Saka


"Pacar pacar pala Lo!" sinis Siska


"Ciee ko kesel gitu muka Lo sis" ujar Tania yang duduk di sebelah Siska sejak ia masuk lagi menjadi anggota Peachys


"IHIWWW" saut murid sekelas


"Biasa tan cemburu tuh" ucap Saka melihat Siska


"A-apaan cemburu cemburu kagak ya najis!"


"Helleh helleh" ejek Saka


"UDAH UDAHH DIEM , Steven silahkan masuk!"


Steven memasuki kelas 11 IPA 1 dengan santai


"Busett gans banget gilak"


"Nyamuk kelas pun demen sama ni cowo kayaknya apalagi gue"


"Kiw mas calon pacarku"


"Idih idih najis calon pacarku ceunah"


"Sinis ae Lo"


"Steven perkenalkan diri kamu" suruh Pak Setyo , Steven mengangguk mengerti


"Perkenalkan nama gue Steven William Sanubara , kalian bisa panggil gue Steven makasi!" ucap Steven


Siska yang menatap Steven tanpa kedip membuat Saka yang duduk diseberang bangku Siska kesal , ia langsung menutup mata Siska membuat Siska kesal


"Matanya dijaga!"


"Apaan si Lo ah!" kesal Siska menjauhkan tangan Saka dari wajahnya


"Lo punya gue!" ucap Saka


"WADOHHH IHIWWW" seru sekelas melihat Saka dan Siska

__ADS_1


"Sudah sudah kalian ini , Steven silahkan duduk dibangku yang kosong" suruh pak Setyo yang langsung diangguki Steven


Steven menatap sinis Devan membuat Devan merasa aneh


__ADS_2