
"Berjalan lancar dan sukses berkatmu.” Kata Jia Chen bangga.
“Syukurlah.” Lega Xia Lie.
Dua tahun ke depan Xia Lie sangat sibuk, mulai dari mengurus perusahaan, melakukan misi dan juga merawat pasien. Hingga kini ia sudah berumur 18 tahun dan tak di sangka-sangka orang tua Xia Lie menghubunginya dan akan menjemputnya di desa hari minggu. Dan ini baru hari Jumat. Dan Xia Lie masih berada di Beijing tepatnya di rumah Ayah angkatnya, Jia Chen. Dia merasa tak tahu haruskah ia tinggal bersama mereka yang mencampakkannya atau menolak untuk dijemput oleh mereka.
Namun Jia Chen menyuruhnya menerima ajakan mereka untuk tinggal bersama. Walaupun mungkin akan ada alasan mengapa mereka menjemputnya. Tapi Jia Chen tetap menyuruhnya menerima ajakan tersebut, walau sebenarnya ia pun tak ingin berpisah dengan anak angkatnya ini. Tapi mau bagaimana lagi ini adalah kehidupan sebenarnya dari Xia Lie. Jadi ia tidak bisa protes dan menerimanya begitu saja walau hati protes dengan hal tersebut. Bagaimana tidak, waktu Xia Lie masih 6 tahun mereka ke mana? Sungguh orang tua tak bertanggung jawab. Waktu kecil Xia Lie yang belum tahu apa-apa sudah ditelantarkan. Dan kini saat sudah dewasa dan sukses mereka datang? Yah walaupun mereka tak tahu tentang karier Xia Lie.
Tapi tetap saja ini keterlaluan, bagaimana bisa orang tua tega meninggalkan anaknya yang baru 6 tahun, anak perempuan lagi, sungguh terlalu. Untungnya Xia Lie di umur yang segitu sudah bersikap dewasa dan tak mengeluh. Bahkan ia bekerja keras untuk menghidupi dirinya. Jika mengingat dahulu saat pertama bertemu dengannya, sungguh hati Jia Chen terasa sakit. Sungguh miris anak yang baru berumur 6 tahun harus bekerja serabutan dengan gaji yang sangat tak sesuai karena ia masih di bawah umur untuk bekerja. Jadi dia memintanya untuk tinggal bersamanya dan mengangkatnya menjadi murid sekaligus anak angkatnya.
Kini ia harus berada dengan orang tua yang mengabaikannya? Ia sungguh tidak mengizinkannya dalam hati namun di mulutnya ia menyuruh untuk menerima ajakan orang tuanya untuk tinggal bersama mereka. Karena mereka akan menjemputnya hari minggu, di hari ini Jia Chen ingin selalu bersama seharian ini dengan Xia Lie. Xia Lie pun tak keberatan, namun ia harus pergi malam harinya karena dari Beijing ke desa cukup memakan waktu walau sudah memakai pesawat. Tapi karena ia memiliki pesawat pribadi ia akan berangkat dini hari.
__ADS_1
“Ayah jaga diri baik-baik selama aku tidak bersama ayah, jaga kesehatan dan jangan terlalu khawatir denganku. Aku pasti bisa menjaga diri dan identitas asliku, jadi Ayah jangan terlalu khawatir oke...” nasehat Xia Lie pada Ayahnya.
“Iya aku tahu, kau juga baik-baik di sana, jangan mudah digertak oleh saudara-saudaramu, tapi jangan melakukan kekerasan juga, mengerti?!” nasehat Jia Chen.
“En aku mengerti Ayah, baiklah aku pergi dulu.” Pamit Xia Lie.
Sebelum berpisah mereka pun berpelukan melepaskan rasa tak relanya untuk berpisah. Namun ini harus mereka lakukan, karena selain menyembunyikan identitas asli Xia Lie juga agar mereka tak mencurigai Xia Lie jika ia menolak tinggal bersama orang tuanya. Setelah itu Xia Lie menuju ke pangkalan pesawat pribadi miliknya. Setelah itu ia pun berangkat menuju desa tempat ia dulu tinggal sebelum dirawat oleh Jia Chen.
Hari sabtu pada siang hari ia sampai di halaman luas yang ada di desa tersebut. Agar tidak terlihat oleh warga desa, Xia Lie memilih halaman yang masih jauh dari pedesaan. Setelah turun dari pesawat pribadinya, ia dengan kopernya menuju ke rumah kecil di mana ia tinggal dulu, yah walau hanya sekitar 3 tahun ia berada di sana. Karena saat berusia 8 tahun ia sudah dibawa Jia Chen ke Beijing. Dan karena di usianya yang 7 tahun dan itu baru bertemu dengan Ayah angkatnya, Jia Chen berada di sana 1 tahun karena sedang merawat pasien yang berada di desa tersebut karena ia adalah relawan yang ikut dalam acara peninjauan beberapa penyakit yang harus mereka tangani.
Karena hari sudah siang, ia pun memasak untuk makan siang dirinya sendiri. Setelah makan siang, ia memeriksa dokumen-dokumen dari perusahaan dan rumah sakit. Untuk kelompok Phoenix Nirwana ia telah menyerahkan pada Zhao Xi untuk menangani semua yang berkaitan dengan misi. Karena ia tak akan bisa ikut bergabung dalam misi setelah ini sebab harus tinggal bersama keluarganya yang baru mengingatnya sekarang. Dan untuk Ji Rui ia tahu instingnya tepat, dan ia tak menyangka akan secepat ini instingnya terjadi. Ia sedih namun tak tahu harus mengeluh pada siapa, karena dia begitu dekat dengan Xia Lie dari pada adik kandungnya sendiri. Ji Lin walau juga sebagai anggota elite tapi ia lebih pendiam dan tertutup bahkan pada kakaknya sendiri. Jadi karena itu Ji Rui merasa ia tak begitu dekat dengan adiknya itu. Walau ia sangat menyayangi adiknya tapi rasa sayang pada Xia Lie lebih besar dibandingkan dengan adik kandungnya sendiri.
__ADS_1
Xi Jun dan Li Bei yang juga dekat dengan Xia Lie juga merasa sedih, karena mereka tak bisa melakukan misi bersama lagi setelah ini. Padahal saat bersama Xia Lie mereka seperti memiliki adik perempuan yang harus dilindungi. Yah tapi mau bagaimana lagi itu memang kehidupan Xia Lie sebelun bertemu dengan mereka, walau hanya saat ia bayi hingga berumur 6 tahun. Karena mereka tangan kanan Xia Lie maka mereka juga akan bersama dengannya. Ia akan menjadi pengawal untuknya. Saat Li Bei mengusulkan ini, Ji Rui setuju dan langsung senang.
“Ah kenapa aku tidak memikirkan hal itu, jika nanti Xia Lie kembali ke sekolah, kita juga bisa menyamar menjadi teman sekelasnya sambil menjaganya dari dekat. Kau memang genius Bei-Gege.” Senang Ji Rui.
“Tentu saja Gegemu ini memang pintar dari lahir.” Ucap Li Bei memuji dirinya sendiri.
“Cih.” Decih Ji Rui.
“Da-Ge apa kita tak apa memalsukan umur kita? Aku bisa membuat dokumen-dokumen yang kita butuhkan untuk itu. Dan aku juga akan meminta izin atasan untuk mengizinkan kita menggunakan identitas palsu.” Tanya Ji Rui pada Xi Jun meminta izinnya.
“Baiklah kau atur saja, kita memang seharusnya melindungi Xiao Lie, apalagi jika ia digertak oleh keluarganya, kita harus setiap saat bisa menjaganya dan melindunginya.” Setuju Xi Jun.
__ADS_1
“Siap Da-Ge.” Ji Rui bergegas melakukan pekerjaannya ini.
Setelah itu mereka memberitahu Xia Lie rencana mereka, Xia Lie senang mendengarnya jadi ia pun setuju. Dengan adanya mereka bersamanya ia pasti bisa merasa kehidupannya akan jadi lebih baik. Karena mereka bagaikan kakak-kakak yang selalu menjaga dan melindunginya selalu. Yah walau di setiap misi ia yang selalu unggul dari mereka. Tapi ada saatnya di mana ia masih butuh penjagaan dan perlindungan dari mereka saat tidak berada di misi. Ya mereka sudah sangat dekat, jadi untuk berpisah agak sedih juga. Tapi dengan rencana Li Bei ini mereka akan tetap bersama selama Xia Lie tinggal dengan keluarganya.