
Akhirnya Xia Lie menginap di rumah kakak-kakaknya dan pulang pagi-pagi sekali sebelum orang di rumah keluarga Xia bangun. Untungnya ia tak ketahuan menyelinap saat malam dan kembali saat pagi harinya. Jadi ia tak kena omelan deh sama Nyonya Xia, kan bisa repot hari kedua malah kena omel.
Xia Yu bangun saat Xia Lie tela sampai kamarnya, jadi ia tak tahu kalau Xia Lie baru pulang dari luar. Hari ini Xia Yu akan pergi ke kampus, ia masuk di jurusan akting. Sedangkan untuk Xia Quan ia berada di jurusan bisnis, karena ia seorang laki-laki yang akan mewarisi perusahaan keluarga Xia jadi ayahnya menyuruh ia masuk di jurusan bisnis.
Dan untuk Xia Lie Ayah Xia ingin ia masuk ke jurusan yang sama dengan Xia Yu. Agar ia bisa memanfaatkan bakat aktingnya yag nanti mampu menjadi aktris terkenal dan menghasilkan banyak uang. Yah setidaknya walau ia kalah di bidang akademi ia harus punya bakat lain yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan uang yang banyak. Jadi Xia Lie harus bisa memiliki bakat akting melebihi Xia Yu kalau bisa. Tapi tetap saja ia ingin Xia Yu tetap unggul dibanding Xia Lie.
Saat sarapan Xia Chen memberitahu pada Xia Lie kalau ujian akselerasi akan di adakan dua minggu ke depan. Jadi ia harus bisa lulus dan masuk ke Universitas perfilman di Beijing yang cukup terkenal dan mampu menghasilkan aktris dan aktor terkenal. “Xia Lie sebaiknya kau diam di rumah dan belajar, jangan keluyuran dan kerehkan kemampuanmu agar lulus ujian dua minggu dari sekarang.”
“Baik.” Jawabnya.
“Bagus.” Balasnya.
Karena ia di suruh di rumah, dan kemampuan akademisnya juga bisa dikatakan genius. Jadi ia cukup membaca ulang sekali dan setelah itu ia mengecek dokumen-dokumen yang masih harus ia lihat. Karena masih banyak waktu dan ia juga sudah belajar dan mengecek beberapa dokumen yang ada di ponselnya. ia tak tahu harus ngapain. jadi ia akan pergi ke rumah kakak-kakaknya dan bermain bersama mereka.
Karena Xia Lie langsung ke sana tanpa menghubungi kakak-kakaknya terlebih dahulu, jadi saat ia muncul di sana mereka semua terkejut. Karena ia datang langsung teriak dan mengagetkan ketiga kakaknya itu. “Kakak aku bosan... main yuk, kita bisa main game atau meretas sistem hehehe.” Tawanya seram.
“Ya ampun Xiao Lie kau mengagetkanku, tiba-tiba muncul kayak hantu saja dan tertawamu juga menyeramkan tahu.” Keluh Ji Rui.
“Apaan sih Rui-Jie katanya aku boleh datang ke sini kapan pun aku mau... kok kayaknya kalian keberatan ada aku di sini?” ucap Xia Lie pura-pura sedih.
“Bukan begitu, hanya saja caramu masuk mengagetkan kami." jawab Ji Rui.
"Sudahlah Xiao Lie kan memang begitu.” Sela Xi Jun pengertian.
__ADS_1
“Nah Jun-DaGe saja tidak masalah tuh.” Kata Xia Lie senang karena dibela.
“Sudah-sudah katanya mau main, mau main apa?” tanya Li Bei menyudahi perdebatan antara Xia Lie dan Ji Rui.
“Main Hero aku sudah lama tidak memainkannya lagi sejak aku disibukkan dengan urusan perusahaan dan rumah sakit apalagi ditambah misi yang selalu datang terus menerus tak ada hentinya. Haiz bikin stres aja, juga sangat lelah, apalagi nanti akan bertambah satu hal lagi hah.” Keluh Xia Lie kesal.
“Hal apa lagi?” tanya Ji Rui.
“Setelah aku lulus ujian akselerasi aku di suruh masuk ke Universitas perfilman, memang sih aku punya perusahaan industri hiburan, tapi kan aku tidak bermaksud untuk masuk ke dalamnya sebagai seorang aktris, ini menyusahkan saja.” Kesal Xia Lie.
“Hah aku tahu permasalahannya, kau ini sedang ingin dimanfaatkan oleh mereka, walaumereka keluarga kaya, tapi tetap saja mereka pasti menginginkan kekayaan yang lebih dari apa yang mereka miliki sekarang. Jdi dengan adanya dirimu keuangan mereka akan bertambah jika ka berhasil menjadi aktris terkenal dan memiliki gaji yang besar.” Praduga Ji Rui ini sangat tepat dan itu memang kenyataannya.
“Yah mau tak mau, kalau aku menolak apa yang akan terjadi ya?” penasaran Xia lie akan hal tersebut.
“Itu bukannya malah bagus?” senang Xia Lie.
“Sepertinya tak akan seperti itu, paling Xiao Lie akan tetap dipaksa melakukan apa yang mereka mau.” Insting Ji Rui mulai aktif.
“Mungkin saja akan ada pertunangan dengan keluarga kaya yang lainnya.” Xi Jun yang dari tadi diam ikut berkomentar.
“Haaaa?aku baru berusia 18 tahun lho...?” Xia Lie terkejut.
“Iya itu mungkin saja, Jun-DaGe kau bisa saja kepikiran hal itu, eh sama sih aku juga kepikiran akan hal itu.” Kata Ji Rui sambil menyenggol lengan Xi Jun.
__ADS_1
“Itu sudah hal umum yang terjadi di keluarga kaya.” Jawabnya acuh.
“Kita aja yang sudah erumur 20 tahun lebih belum menikah, pacaran pun belum pernah, masa iya Xiao Lie kita yang masih kecil ini dipaksa nikah? Keterlaluan sekali mereka kalau begitu.” Li Bei protes, ia tak mengizinkan adik kecilnya ini menikah dini.
“Hah apa aku kabur saja dari mereka?” tanya Xia Lie putus asa.
“Tetaplah di sna dan jika keadaan memang sudah tak terkendali baru kami yang akan membawamu pergi dari mereka, kau tenang saja, ada kakak-kakakmu di sini bersamamu.” Ucap Xi Jun memberi ketenangan pada Xia Lie.
Xia Lie ini walau di luar terkenal dingin dan cuek tapi bersama orang-orang terdekatnya ia tetaplah anak-anak. Ya, ia seakan memiliki dua kepribadian yang bertolak belakang dengan sifat aslinya yang ceria dan ramah. untuk menjaga identitasnya sebagai remaja yang memiliki perusahaan, rumah sakit bahkan sebagai ketua interpol dan FBI. Ia bersikap layaknya orang dewasa pada umumnya. Dan walau pun ia memang masih remaja dan kadang sikap kekanak-kanakannya muncul. Tapi ia tetap bvisa bersikap dewasa di setiap keadaan.
Namun dengan kakak-kakaknya ini ia selalu bersikap manja. Dan mereka juga sangat memanjakan dirinya. Jadi jika terjadi masalah padanya kakak-kakaknya lah yang membantu mengurus semua maslah yang terjadi padanya tak terkecuali. Apapun masalahnya pasti mereka selalu ada untuknya. Itu adalah ikatan yang sudah terbangun sejak mereka masih anak-anak. Walau bukan saudara kandung tapi ikatan di antara mereka melebihi kuatnya ikatan dari saudara kandung.
Dua minggu akhirnya ujian akselerasi yang akan dilaksanakan Xia Lie telah tiba. Dan kini ia sudah berada di ruang ujian, mengerjakan ujian dengan cepat dibanding yang lain. Ia memutuskan untuk mengumpulkannya setelah mengoreksi jawabannya dua kali. Setelah itu ia pergi ke tempat kakak-kakaknya menunggu dirinya. Mereka bertiga berada di Cafe terdekat di sana, menunggu Xia Lie selesai ujian. Baru 30 menit menunggu Xia Lie sudah datang menghampiri mereka di Cafe tersebut.
“Sudah?” tanya Ji Rui, ia tahu kemampuan Xia Lie, jadi ia tahu bahwa akan mudah baginya menyelesaikan soal-soal tersebut dengan cepat dan tentunya benar.
“Tentu.” Jawab Xia Lie.
“Ya sudah aku sudah memesan minuman dan cake kesukaanmu, mari kita makan lalu kita berkunjung ke rumah Guru.” Ucap Xi Jun.
“Baik aku sungguh kangen pada Ayah.” Senang Xia Lie.
“Ya ya ya, dia juga pasti sudah kangen denganmu.” Kata Li Bei.
__ADS_1