
Sudah lama rasanya Xia Lie tidak mengunjungi Ayah angkatnya, jadi karena hari ini di lokasi syuting tidak ada adegan untuknya. Maka ia memutuskan untuk pergi menemui Ayah angkatnya. Sedangkan para kakak-kakaknya sedang ada urusan pekerjaan yang harus mereka kerjakan. Entah itu pekerjaan di perusahaan ataupun di tim Phoenix Nirwana. Mereka juga sudah lama cuti kuliah karena hal ini. Walau Xia Lie adalah pimpinan mereka baik di perusahaan atau di tim. Tapi karena ia harus merahasiakan identitasnya dari keluarganya maka ia serahkan tanggung jawab itu pada kakak-kakaknya.
Sesampainya di kediaman Jia Chen, Xia Lie masuk dan di sambut Bibi Gui. “Apa Ayah ada di rumah Bi?” tanya Xia Lie pada Bibi Gui.
“Ya beliau ada di ruang kerja Nona.” Jawab Bibi Gui.
“Oh baiklah Bi terima kasih.” Balas Xia Lie yang langsung menuju kamarnya sebelum menemui Ayahnya.
Berada di kamarnya Xia Lie sudah lama tidak memeriksa dokumen dari perusahaannya yang selalu dikirim oleh Direktur Lan. Jadi mumpung dia bebas sekarang, ia pun memeriksanya dan mengirimkan pernyataannya tentang dokumen tersebut kepada Direktur Lan setelah selesai memeriksanya. Banyak dari dokumen tersebut berisi proposal kerja sama yang dikirimkan dari perusahaan-perusahaan kecil maupun menengah. Dan Direktur Lan perlu persetujuan dari Xia Lie apakah akan menyetujui proposal kerja sama mereka.
Xia Lie memperhatikan beberapa perusahaan yang ingin bekerja sama dengan perusahaannya. Ada dua di antaranya adalah perusahaan milik keluarga Zhang dan satu lagi perusahaan milik Ayahnya Xia Chen. Menurutnya proposal yang diajukan oleh kedua perusahaan dari keluarga Zhang dan Xia ini, tak ada yang membuatnya harus menyetujui untuk bekerja sama dengan perusahaannya. Jadi perusahaan mereka berdua tereliminasi. Lalu tak disangka ia akan menemukan proposal dari perusahaan baru dan juga kecil dari keluarga Su dan keluarga Wei.
Melihat marga yang dikenalnya, ia pun mencari informasi tentang dua perusahaan ini. Dan benar saja ini adalah perusahaan milik orang tua dua sahabatnya yang kini bekerja dengannya di Xia Lie Quan Entertainment. Jadi tanpa menunggu lama ia menghubungi Direktur Lan Untuk menandatangani kontrak kerja sama dengan dua perusahaan yang baru didirikan beberapa minggu yang lalu ini.
Direktur Lan agak ragu dan bertanya. ”Nona Lie ini... bukankah tidak akan bagus untuk kita jika bekerja sama dengan perusahaan yang baru saja berdiri dua minggu yang lalu? Bukankah jika gagal kita yang akan merugi?”
“Tak ada masalah aku melihat proposal mereka sangat menarik dan baru, ini akan menjadi terobosan kita dengan bekerja sam dengan mereka, kau tenang saja Direktur Lan, percaya padaku ini akan membuat kita untung besar.” Ujar Xia Lie percaya diri.
__ADS_1
“Karena Anda sudah mengatakan begitu maka aku akan mempercayainya. Hmm tentang kontraknya bagaimana mebagi hasilnya?” tanya Direktur Lan.
“Hmm kupikir 50-50 cukup bagi kita bisa bekerja sama dengan mereka.” Kata Xia Lie enteng.
“50-50? Apa itu tidak merugikan kita yang akan berinvestasi ke perusahaan mereka?!” Direktur Lan tak percaya dengan yang ia dengar ini, apa bosnya ini sudah berubah dan tidak mencari keuntungan diri sendiri? Atau? Apakah bosnya ini mengenal keluarga Su dan keluarga Wei, jadi ia berusaha membantu? Yang mana dari itu yang benar?
“Apa ada masalah tentang itu? Jika ya kau bisa mengatakannya padaku, apa kau tidak setuju dengan keputusanku ini?” tanya Xia Lie yang membuat Direktur Lan berkeringat karena gugup dan takut.
“Tidak, tidak, tidak ada masalah tentang itu, maka akan saya beri tahu pada kedua perusahaan ini untuk segera menandatangani kontrak kerja sama dengan kita secepat mungkin. Anda tenang saja Nona aku akan melakukan yang terbaik untuk ini.” Direktur pun dengan segera memutuskan dan izin untuk segera mengurus kontrak kerja sama mereka dengan perusahaan dari keluarga Su dan keluarga Wei.
Setelah Xia Lie membereskan maslah tersebut, ia pun turun dan akan menemui Ayah angkatnya. Jia Chen saat ini masih blum tahu kalau Xia Lie datang, karena Bibi Gui tidak mengatakannya dan itu juga karena keinginan Xia Lie yang ingin mengejutkan Tuan besarnya. Saat Jia Chen mendengar langkah kaki dari lantai atas, ia pun mendongak ke atas dan mendapati Xia Lie berada di sana. Jia Chen pun terkejut dan agak kesal karena selalu dibuat terkejut dengan kedatangan Xia Lie yang tanpa kabar terlebih dahulu.
“Yah aku memang ingin mengejutkan Ayah, jadi apa salahnya, lagi pula Ayah tak ada riwayat penyakitjantung jadi itu tak akan terjadi maslah kan?” Xia Lie beruaha mengelak dari tuduhan sebagai anak nakal.
“Hah kau ini, mirip kakak-kakakmu itu selalu membuatku kesal, kalian benar-benar ah sudah lah kemari dan nikmati teh denganku.” Jia Chen mengalah dan tak ingin berdebat dengan anak angkatnya ini, yah karena dia akan selalu kalah, jadi percuma saja berdebat dengannya.
“Baik aku ke sana.” Xia Lie turun ke bawah dan duduk di samping Jia Chen. Bibi Gui pun menyeduh teh untuk Xia Lie.
__ADS_1
“Bagaimana kabarmu? Aku dengar dari Rui’er kau sedang sibuk syuting? Apa menyenangkan?" tanya Jia Chen.
“Kabarku baik Ayah, ya itu kebetulan karena tak disengaja ikut audisi dan diterima begitu saja oelh Sutradara Mo. Cukup menyenangkan karena ada teman yang menemaniku di sana.” Jawab Xia Lie sambil menyeruput tehnya setelah mengatakan itu.
“Teman? Kau sungguh berteman dengan orang lain selain anggota tim Phoenix nirwana dan staf di Lab?” tanya Jia Chen tak percaya, pasalnya Xia Lie ini malas untuk bersosialisasi dengan orang lain apalagi berteman dengan sembarang orang.
“Apa itu masalah? Apa aku tak boleh memiliki teman?” tanya Xia Lie acuh tak acuh.
“Bukan, bvvukan maksud Ayah kau tidak boleh berteman, tapi? Kau tahu sendiri sikapmu itu...
“Kenapa dengan sikapku?” tanya Xia Lie sinis walau pada Ayah angkat yang ia sayangi itu, namun bukan berarti Xia Lie benci, hanya saja memang begitulah interaksi mereka selama ini. Baik itu dirinya atau kakak-kakaknya walau mereka menghormati dan menyayangi Ayah angkatnya ini. Tapi terkadang mereka juga bisa bertindak sesuka hati dan kadang tak menghormatinya sebagai Ayah mereka.
“Ah tidak, tidak ada apa-apa dengan sikapmu.” Jia Chen menjadi gugup.
“Ah benar, aku mau mengabari Ayah tentang sesuatu di kediaman Xia. Kau tahu Ayah karena aku tak berhasil mereka manfaatkan untuk mendapat keuntungan lewat berakting, mereka malah menjodohkan ku dengan keluarga Zhang. Bagaimana menurut Ayah?” jelas dan tanya Xia Lie.
“Apa?! Kau mau dijodohkan?! Tidak, tidak aku harus melakukan sesuatu agar kau tak dijodohkan hanya demi keuntungan mereka.” Jia Chn tidak terima anaknya akan dijodohkan oleh keluarga tak tahu diri macam mereka.
__ADS_1
“Tenang Ayah aku punya cara sendiri untuk hal ini, dan ya, Ayah aku ada sedikit hal yang akn kuberitahukan, Ayah tahu kan tentang anak bungsu keluarga Xia? Sekarang ini aku sedang melatihnya dan kemungkinan besar ia akan bergabung dengan kita di Tim Phoenix Nirwana cepat atau lambat. Karena ku pikir perkembangannya cukup cepat saat aku melatihnya. Aku yakin ia akan banyak membantu kita dalam misi-misi yang akan kita jalani kelak. Dan aku akan memasukkannya ke dalam tim intiku.” Terang Xia Lie.
“Oh itu hal yang bagus, mungkin ada baiknya kau bersikap baik dengannya agar ia bisa mendukungmu di keluarga yang licik itu.” Ucap Jia Chen menyeringai.