Rahasia Gadis Desa

Rahasia Gadis Desa
Bab 2


__ADS_3

Setelah membalas pesan tersebut, ia pun segera membeli tiket pesawat untuk penerbangan ke Beijing. Karena ia juga butuh persiapan untuk nantinya hadir di acara pertemuan tersebut. Maka datang ke Beijing lebih awal akan lebih baik.


Namun untuk menutupi identitasnya ia selalu memakai topeng yang hanya menutupi matanya. Ya itulah cara ia berinteraksi dengan orang-orang di saat ia menjadi Bos mafia, CEO ataupun Profesor sekaligus dokter. Tapi hanya orang-orang tertentu yang sudah mengetahui waajah aslinya. Seperti contohnya empat keluarga besar yang ada di Beijing.


Persiapan sudah selesai dan ia pun langsung berangkat ke bandara. Di dalam pesawat ia tertidur sampai ia telah tiba di tujuannya yaitu di Beijing. Saat berada di bandara, ternyata bawahannya sudah menunggunya di sana atas perintah sang Guru. Ia pun tak perlu memanggil taksi dan segera masuk ke mobil yang sudah terparkir di pinggir jalan di bandara tersebut.


“Selamat datang Bos, apakah perjalananmu menyenangkan?” tanya bawahan tersebut.


“Yah begitulah.” Mode seorang Bos pun muncul.


“Jalan” perintahnya.


“Baik” balas bawahan tersebut.


Akhirnya ia pun sampai di vila yang berasa di district Haidian bernama BeiXiaGuan. Ia pun segera masuk ke dalam vila tersebut dengan membawa tas jinjing. Ya ia tak membawa koper karena semua pakaian dan keperluannya sudah tersedia di vila tersebut. Karena saat ia usia 10 sampai 14 tahun ia menetap di vila ini. Dan satu tahun setelahnya ia kembali ke desa.


Segera setelah ia sampai di Beijing, ia pun angsung menghubungi Gurunya.


/Guru aku sudah sampai di Beijing, dan sekarang sudah berada di vila. Oh iya terima kasih atas jemputannya/


/Baguslah kau istirahat saja karena masih ada waktu sebelum lusa kamu bisa membaca berbagai proposal dari berbvagai perusahaan nanti setelah kau beristirahat/ balas Jia Chen.


/Baiklah Guru/

__ADS_1


Xia Lie pun merebahkan diri di kasur kamarnya. Saat malam tiba baru lah ia terbangun dan ia pun ke dapur untuk membuat makan malam untuk ia makan. Setelah makan malam ia pun melihat dokumen yang berisikan proposal dari berbagai perusahaan yang ingin bekerja sama dengan perusahaan miliknya.


Berbagai macam perusahaan mengirimkan proposal kerja sama dengan perusahaan milik Xia Lie. Karena perusahaannya sendiri juga mencakup banyak bidang seperti real estate, medis, kecantikan, perhiasan bahkan ada juga perusahaan hiburan yang mampu menghasilkan banyak artis terkenal.


Namun semua orang tidak mengetahui bahwa pemilik dari semua perusahaan tersebut masihlah seorang remaja berumur 15 tahun. Jika mereka tahu hal itu mungkin mereka akan sangat tercengang. Yah siapa yang akan menyangka pendiri perusahaan-perusahaan yang besar tersebut adalah seorang remaja dan ia juga adalah seorang gadis. Itu sungguh di luar perkiraan mereka yang ingin bekerja sama dengannya.


“Xiao Lie kenapa kau tidak mengabariku kalau kau berada di Beijing?” Ji Rui yang tiba-tiba masuk ke vila Xia Lie langsung menghambur ke pelukan Xia Lie.


“Maaf maaf aku juga baru datang kemarin dan langsung istirahat begitu saja, jadi tidak sempat menghubungimu.” Jawab Xia Lie.


“Kalau tahu kau akan datang harusnya aku menjemputmu dari bandara kemarin, hish pak tua Jia juga tak memberitahuku lagi.” Keluh Ji Rui.


“Xiao Lie apa kau benar akan hadir di acara pertemuan para pemimpin perusahaan besok?” tanya Xi jun.


“Um aku akan datang karena sudah berjanji pada Guru untuk datang” jawabnya.


“Kami pasti akan ikut denganmu, Xiao Lie harus kita jaga dengan baik di sini, dan kau tetap akan mengenakan topeng bukan?” tanya Ji Rui.


“Tentu saja, itu kan sudah pasti” jawab Xia Lie.


“Bagus, jika mereka tahu bahwa kau masih remaja itu akan menggemparkan. Dan aku pasti akan mendandanimu agar terlihat dewasa. Untungnya kau tumbuh tinggi di usiamu sekarang jadi itu bisa menipu banyak orang xixi.” Tawanya senang.


“Um aku mengandalkanmu” kata Xia Lie.

__ADS_1


“Baiklah kalau begitu apakah kita perlu shopping?” tanya Ji Rui semangat.


“Kenapa harus shopping pakai yang ada saja” ucap Xia Lie.


“Huh iya deh” dengusnya.


“Apa kau sudah melihat proposal-proposal ini?” tanya Xi Jun yang melihat tumpukan dokumen yang berserakan di meja.


“Ya dan sepertinya hanya beberapa yang cocok untuk bekerja sama dengan perusahaan kita.” Jawabnya.


“Coba aku lihat.” Xi Jun pun melihat dokumen-dokumen tersebut dengan teliti.


Setelah memilah-milah memang hanya ada beberapa yang cocok untuk bekerja sama dengan perusahaan mereka. Jadi mereka pun mengabari perusahaan-perusahaan yang mereka rasa cocok untuk bekerja sama dengan perusahaan yang mereka dirikan bersama.


Ya Xia Lie memang CEO di perusahaannya tapi ketiga temannya ini juga membantunya dalam mengelola perusahaan miliknya saat ia berada di desa. Mereka termasuk tangan kanannya. Orang yang benar-benar ia percaya akan semua hal yang ia lakukan. Jadi mereka ini juga sudah seperti saudara baginya. Apalagi mereka lebih tua darinya. Mereka bertiga telah berumur di atas 20 tahun dan menganggap Xia Lie sebagai adik kecil mereka sendiri.


Karena Xia Lie telah berada di Beijing mereka pun menginap di vilanya karena mereka sangat merindukan saudari kecilnya ini. Yah memang bukan saudari kandung sih tapi mereka kan sudah seperti keluarga jadi ya beginilah mereka. Lagi pula mereka juga perlu menjaga adik kecilnya ini. Ia masih remaja berumur 15 tahun jadi masih perlu penjagaan. Walaupun itu sebenarnya tidak perlu karena Xia Lie juga merupakan Bos mafia. Tapi bagi mereka bertiga Xia Lie tetaplah adik kecil mereka yang perlu dijaga baik-baik.


Hari acara pertemuan pun berlangsung dan Ji Rui telah sibuk mendandani Xia Lie di depan cermin rias di kamar Xia Lie. Mulai dari gaun formal yang menampilkan aura kedewasaannya dan dandanan yang juga menunjukkan bahwa ia telah dewasa dan bukan seorang remaja. Ini karena kerahasiaan usia sesungguhnya. Jika tidak seperti ini takutnya tak akan ada perusahaan yang percaya bahwa CEO perusahaan terbesar di Tiongkok hanyalah seorang gadis remaja. Jadi kamuflase ini sangat diperlukan demi menyembunyikan identitas asli Xia Lie.


Setelah tiga jam Ji Rui mendandani Xia Lie, akhirnya selesai juga dan kini mereka berempat pun berangkat menuju tempat acara pertemuan berlangsung. Tak lupa Xia Lie telah mengenakan topengnya untuk menyembunyikan wajah aslinya. Sampai di tempat acara berlangsung, banyak pasang mata yang memperhatikan mereka. Bagi mereka yang mengenali Xia Lie dan yang lainnya, mereka semua pun langsung menyapa Xia Lie dan yang lain.


Entah dimaksudkan untuk menjilat atau agar Xia Lie menerima proposal kerja sama mereka. Hal itu dilakukan semata-mata untuk keuntungan mereka sendiri. Jadi memperlakukan Xia Lie dan yang lain dengan sebaik mungkin adalah cara agar mereka bisa bekerja sama dengan perusahaan Xia Lie. Dan untuk empat keluarga yang juga hadir di sana, Xia Lie yang pertama menyapa mereka karena kesopanan seorang anak muda kepada orang yang lebih tua. Dan empat keluarga yang telah mengetahui identitas asli Xia Lie pun memperlakukan Xia Lie dengan sangat baik.

__ADS_1


__ADS_2