Rahasia Gadis Desa

Rahasia Gadis Desa
Bab 1


__ADS_3

Xia Lie gadis yang baru berusia 6 tahun kini harus tinggal sendirian di rumah kecil di desa terpencil di negara Tiongkok. Ia dibuang oleh orang tuanya entah karena alasan apa ia tak mengerti. Padahal seharusnya di usia yang masih membutuhkan kasih sayang ini. Ia malah ditelantarkan oleh orang tuanya. Bahkan ia pun hanya mendapat biaya hidup tak cukup digunakan sampai satu tahun.


Cukup kejam bagi anak seusia dirinya ini, ia ditinggal di pedesaan sendirian sedangkan orang tua dan adik-adiknya tinggal di kota. Ia yang memang masih kecil dan harus bersekolah sehingga ia banting tulang mencari uang untuk menghidupi dirinya sendiri. Ia bekerja serabutan agar bisa memenuhi biaya kesehariannya.


Satu tahun berusaha keras akhirnya di usianya yang ke 7 tahun ia bertemu sosok pria paruh baya yang sedang meneliti sesuatu di desa tersebut. Saat pria paruh baya itu melihat gadis kecil yang sedang gigih bekerja, membuatnya terenyuh dan akhirnya ia pun membantunya. Dan saat ia berinteraksi dengan gadis kecil itu ia menyadari sesuatu, bahwa gadis itu benar-benar seorang anak yang genius.


Jadi ia berinisiatif untuk menjadikan gadis kecil itu muridnya. Dan ia akan mengajarinya banyak hal mulai dari bela diri, mengurus perusahaan dan juga mengajarinya ilmu medis. Dan saat ia mengajari gadis itu bela diri, sungguh ia sangat tercengang dibuatnya. Pasalnya dalam sekali ajar gadis kecil itu langsung paham dan langsung bisa mempraktikkan gerakan yang ia ajarkan.


Tiga tahun telah berlalu dan di usianya yang ke 10 tahun ia sudah menjadi bos mafia yang terkenal kuat dan tak terkalahkan. Bahkan ia telah memiliki enam murid utama sekaligus bawahannya yang menjadi atasan bagi bawahan di bawah mereka. Dan tiga tahun itu juga ia belajar bisnis. Mulai dari menentukan ide dan konsep yang menguntungkan, mengenali target pasar, sumber pendanaan, hitung perkiraan untung-rugi, dan strategi pemasaran.


Saat usianya 11 tahun ia sudah mulai membangun perusahaannya sendiri dibantu oleh sang guru dan juga menggunakan tabungannya sendiri ia membeli tanah lalu membangunnya menjadi gedung yang tinggi. Dan saat di usia 12 tahun perusahaannya sudah stabil dan berkembang. Bahkan kini sudah sukses dan memiliki banyak cabang di kota-kota di Tiongkok.


Dan saat usia 11 tahun itu juga sebenarnya ia telah masuk sebagai mahasiswa termuda di Universitas kedokteran Huaxia. Dan menjadi mahasiswa terpintar di Universitas tersebut hingga pada usianya yang ke 14 tahun sudah memiliki gelar Profesor dan sudah lulus serta menjadi dokter di rumah sakit yang bahkan itu adalah rumah sakit yang ia dirikan sendiri berbarengan saat membangun perusahaannya.


“Terima kasih Guru, karena bantuan dari Guru aku bisa menjadi sukses seperti sekarang ini, jika Guru tak menjadikanku murid, aku pasti masih bekerja serabutan ke sana kemari demi sesuap nasi dan biaya hidupku.” Ucap Xia Lie tulus.

__ADS_1


“Apa yang kamu katakan, itu semua adalah usaha kerasmu sendiri, aku hanya membantu sedikit, bahkan semua ajaranku juga kan hanya sedikit dan kamu mampu mengembangkannya sendiri, itu namanya kau benar-benar gadis genius diantara genius lain “ puji Jia Chen.


“Itu hanya karena daya ingatku saja yang kuat Guru, jadi aku mudah memahami apa yang Guru ajarkan padaku, tetap saja itu semua berkat didikan Guru, jadi aku berterima kasih karena Guru telah menjadikanku murid Guru.” Xia Lie membungkukkan badan tanda terima kasih.


“Sudah-sudah, sekarang ini kau berusia 15 tahun dan telah menjadi Bos mafia, CEO bahkan Profesor sekaligus dokter. Jadi ke depannya kau bisa menetap di Beijing kan?” tanya Jia Chen.


“Entahlah Guru, walaupun aku tak berharap banyak kepada keluargaku, tapi takutnya mereka suatu hari nanti menjemputku. Siapa yang tahu kan? Kalau mereka beneran menjemputku dan aku tidak ada di desa ini, aku tidak tahu harus bagaimana.” Gelisah Xia Lie.


“Huh, orang tua macam apa mereka itu, kelak juga mereka akan menyesal karena telah membuang anak genius sepertimu ini.” Geram Jia Chen.


“Mau bagaimana lagi Guru, aku bahkan tidak tahu alasan mereka membuangku, jadi untuk apa aku memberitahu mereka tentang kesuksesanku, biar saja ini menjadi rahasia umum dan hanya beberapa orang yang tahu tentang identitasku yang sebenarnya." terang Xia Lie.


“Baiklah Guru, terima kasih.” Ucapnya tulus.


Setelah itu satu bulan kemudian sang Guru pamit untuk kembali ke Beijing. Dan mereka pun berpisah di bandara, Xia Lie kemudian kembali ke rumah kecilnya di desa itu dan menjalani aktivitas biasa. Di sana ia masih tetap bersekolah, karena untuk menyembunyikan identitasnya yang sesungguhnya sebagai Bos mafia, CEO dan juga Profesor sekaligus dokter. Ia tetap melakukan hal normal sebagai remaja seusianya.

__ADS_1


Jadi agar orang-orang tidak curiga maka hanya ini jalan satu-satunya untuk terus menyembunyikan identitas aslinya. Karena jika benar keluarganya suatu saat nanti menjemputnya entah kapan. Ia tetap memiliki latar belakang biasa saja di desa ini.


Di desa ini juga ia mengenal banyak orang yang ramah terhadapnya. Mereka banyak membantunya, karena merasa iba. Sebagai seorang gadis kecil yang hidup sendirian tentu itu sangat susah. Jadi mereka tiap hari memberinya berbagai macam makanan untuk ia santap agar ia tetap sehat karena tak ada yang tahu apakah ia bisa memasak atau tidak.


Walaupun sebenarnya ia bisa memasak tapi ia tetap berterima kasih atas kebaikan yang semua orang berikan padanya dan ia pun tidak sungkan menerima uluran tangan mereka yang membantunya dengan tulus. Walaupun ia tinggal sendirian tapi ia tak pernah merasa kesepian. Di samping adanya sang Guru, orang-orang pedesaan juga salah satu sebab ia tak merasa kesepian.


Tiap harinya ia juga menyempatkan berbincang dengan para sepuh di sana. Membuat lelucon atau memijat mereka yang sudah renta dan masih harus bekerja. Jadi di desa itu Xia Lie sangat terkenal kebaikannya. Dan semua penduduk desa sangat menyukainya.


Bahkan anak-anak kecil juga merasa nyaman dengannya yang ramah dan murah senyum. Walau begitu sebagai Bos mafia, CEO dan juga Profesor sekaligus dokter ia terkenal dingin dan cuek namun elegan. Tapi itu hanyalah kamuflase untuk lingkungan tersebut. Dan sifat aslinya memanglah ramah dan ceria.


“Hah... sudah sepuluh tahun aku di desa ini, apa benar aku tidak diperdulikan sama sekali? Tapi kenapa? Apa alasannya? Aku sungguh tak mengerti mereka.” Desah Xia Lie.


Ting


Suara ponsel menunjukkan adanya pesan masuk. Tertulis nama kontak di sana Guru Jia Chen. Xia Lie pun segera membuka pesan tersebut.

__ADS_1


/Muridku lusa ada pertemuan para pemimpin perusahaan dan perusahaanmu juga mendapat undangan. Apakah kau akan hadir?/ pesan dari sang Guru.


/Baiklah aku akan hadir/ balas Xia Lie.


__ADS_2