Rahasia Gadis Desa

Rahasia Gadis Desa
Bab 8


__ADS_3

Tepat di hari ulang tahun Xia Lie, Jia Chen mengadakan acara makan bersama bersama orang-orang yang memang dekat dengan Xia Lie di Beijing. Karena identitasnya sangat rahasia maka acara ini hanya bagi empat keluarga besar dan orang-orang yang mengetahui identitas asli Xia Lie, termasuk di dalamnya adalah Ji Rui, Xi Jun dan Li Bei.


Bahkan ada kepala rumah sakit Han Xiguan, wakil kepala rumah sakit Tang Zhixuan, Direktur perusahaan Lan dari perusahaan XiaGuan milik Xia Lie, lalu ada wakil direktur Han Shixu yang merupakan adik dari kepala rumah sakit Han Xu. Wakil bos mafia Zhao Xi, Dekan Universitas Huaxia Xu Ran adik laki-laki Xu Xue yang merupakan Nyonya Qin, lalu Han Bo adik laki-laki Han Xu dan Han Shixu. Lan Zhan adik laki-laki lan Xiguan, Ji Lin adik perempuan Ji Rui mereka adalah anggota elite Phoenix Nirwana yang juga mengikuti misi yang di lakukan kakak mereka dan Bos mereka kemarin.


Ini termasuk pesta ulang tahun yang sederhana, karena itu pun yang diinginkan Xia Lie. Ia tidak begitu menyukai acara semacam ini, karena teringat ia lahir di keluarga yang bahkan mengabaikannya saat ia kecil. Namun demi orang-orang sudah berusaha untuk menyenangkan hatinya dengan mengadakan pesta ulang tahunnya. Dia tak menolaknya karena dengan acara ini ia menjadi yakin masih ada orang yang memedulikannya.


“Bagaimana perasaanmu? Apa kau menikmati pestanya?” tanya Jia Chen.


"En." jawabnya mengangguk.


"Bagus, ini hadiah untukmu.” Jia Chen menyerahkan hadiahnya pada Xia Lie.


“Terima kasih Ayah.” Ucapnya tulus.


“Selamat ulang tahun Xiao Lie, ini untukmu, aku sudah susah sekali saat memilihnya.” Ji Rui menghampiri Xia Lie diikuti tiga pria muda yang tampan. Mereka adalah Xi Jun, Li Bai dan Zhao Xi.


Lalu di belakang mereka para anggota Phoenix Nirwana yang tergabung dari pasukan elite pun datang memberi hadiah. Walau katanya ini hanya pesta ulang tahun kecil-kecilan tapi sebenarnya ini termasuk besar bagi Xia Lie. Karena ini sebenarnya pesta ulang tahun pertamanya setelah tahun terakhir di mana ia berumur 10 tahun dan setelahnya ia tak pernah merayakannya lagi karena sibuk bekerja sebagai Bos Phoenix Nirwana.


Dan setelah itu di usianya yang ke 11 tahun ia kuliah di lebih dari satu jurusan, salah satunya adalah jurusan bisnis dan manajemen. Juga salah satunya adalah jurusan medis atau kedokteran yang membuatnya menjadi profesor dan dokter di usia 14 tahun. Bahkan di usianya yang baru 12 tahun dan belum lulus kuliah ia sudah menjadi CEO di perusahaannya sendiri yang kini sudah sangat sukses dan terenal. Jadi karena kesibukannya itulah orang-orang terdekatnya yang ingin merayakan ulang tahunnya ditolak olhnya.


Namun karena kini ia cukup luang, jadi ia pun tidak menolak usulan orang-orang terdekatnya yang ingin merayakan ulang tahunnya yang ke 16 tahun. Di pesta ini semuanya berbahagia, bahkan Xia Lie yang membenci kelahirannya yang tidak diinginkan orang tuanya merasa sedikit tidak membencinya lagi. Ini semua karena perhatian orang-orang terdekatnya yang begitu peduli padanya terutama ayah angkatnya sekaligus gurunya Jia Chen.

__ADS_1


Pesta diakhiri dengan makan bersama sesuai dengan rencana awal pesta ini. Setelah itu para tamu undangan mulai dari empat keluarga besar di Beijing dan para anggota Phoenix Nirwana, lalu para staf yang bekerja untuk Xia Lie seperti, Direktur dan Wakil Direktur perusahaannya. Lalu Kepala dan Wakil Kepala Rumah Sakit, Dekan Universitas Huaxia dan Wakil Bos Phoenix Nirwana dan sebagian anggota elite juga berpamita. Hanya tertinggal Ji Rui, Xi Jun dan Li Bei yang masih di sana.


“Xiao Lie, karena semua tamu sudah pergi, ayo ayo buka kadonya.” Antusias Ji Rui.


“Yang ulang tahun siapa yang ingin buka kado siapa.” Cibir Li Bei.


“Apa urusanmu weeek.” Ji Rui menanggapi cibiran Li Bei.


“Sudahlah kalian ini, Xiao Lie biarkan saja mereka mari kita ke dalam.” Ucap Xi Jun.


“En.” Angguk Xia Lie.


Ya pesta diadakan di taman yang luas milik Jia Chen, jadi karena pesta sudah berakhir dan para pelayan juga sedang membersihkan lokasi pesta maka mereka memang sudah bisa masuk ke dalam rumah. Saat sudah di dalam, kado yang tadinya masih di taman kini sudah berada di kamar Xia Lie. Karena mereka sudah seperti saudara kandung Xia lie tidak keberatan mengajak yang lain masuk ke kamarnya.


“Wow lihat Xiao Lie ini adalah perhiasan yang sangat cantik dan mahal, wah ini ternyata satu set, ada anting-anting, gelang, kalung bahkan cincin.” Teriak Ji Rui terpukau.


“Xiao Lie aku tidak tahu siapa orang yang memberimu sebuah pedang legenda ini, ini sungguh sebuah pedang asli bukan untuk dipajang. Aku tahu kau juga bisa seni berpedang, tapi tidak ku sangka akan ada yang memberimu pedang di usiamu yang masih sangat muda.” Ucap Li Bei tak percaya.


“Xiao Lie kau beruntung, ini adalah Giok darah pelangi yang sangat langka, entah siapa yang memberikan ini, tak ada kartu nama di kado ini.” Kata Xi Jun yang juga kagum.


“Hei kau bilang tak ada kartu nama kan? Ku kira semua kado ini tak memiliki kartu nama saat aku membukanya.” Tanggap Ji Rui.

__ADS_1


“Oh kau benar.” Ucap Xi Jun menyadarinya.


Setelah membuka semua kado, mereka memutuskan untuk tetap tinggal di sana dan menginap. Para pelayan sudah menyiapkan kamar untuk mereka, namun Ji Rui ingin sekamar dengan Xia Lie dan Xia Lie tak keberatan dengan itu. Sebelum tidur Ji Rui benar-benar penasaran akan sesuatu, jadi ia memutuskan untuk bertanya pada Xia Lie.


“Xiao Lie, jika seandainya keluargamu datang dan menjemputmu... akankah kamu menerimanya dan meninggalkan kami?” tanya Ji Rui cemas.


“Walaupun jika itu terjadi aku tidak akan meninggalkan kalian yang sangat peduli padaku.” Ucap Xia Lie tanpa pikir panjang.


“Bagus karena kau sudah aku anggap sebagai adikku sendiri, kita sudah tumbuh bersama saat usiamu 8 tahun kita baru bertemu dan kini kau sudah berusia 16 tahun. Kemungkinan besar kau akan dijemput orang tuamu kapan saja. Aku sedikit khawatir.” Ucap Ji Rui sedih jika kemungkinan yang ia pikirkan sesuai instingnya terjadi suatu hari nanti.


“Rui-Jie tak perlu mengkhawatirkan hal tersebut, sekalipun jika memang mereka akan menjemputku aku tetaplah Xia Lie yang kau kenal dan aku adalah adikmu, jika dibandingkan dengan mereka hidup bersama kalian adalah pilihan utamaku. Jika memang aku akan tinggal bersama mereka, entah kapan itu terjadi aku tetap akan merahasiakan identitasku yang sebenarnya dari mereka. Jadi biar saja mereka tahuny aaku hanya gadis yang dijemput dari desa dan pulang ke keluarg kaya.” Jelas Xia Lie.


“Bagus bagus jangan biarkan mereka mengetahui identitasmu yang sesungguhnya, takutnya mereka malah memanfaatkanmu.” Tegas Ji Rui tak ingin ada yang memanfaatkan adik angkatnya ini.


"Iya Rui-Jie tenang saja." Senyum Xia Lie.


Setelah perbincangan singkat ini mereka pun tidur dengan nyenyak hingga pagi menyingsing. Xia Lie bangun duluan dan ia pun segera mandi dan berganti pakaian. Setelah ia berganti pakaian barulah Ji Rui bangun, Xia Lie menyuruhnya segera mandi dan sarapan bersama di bawah. Ji Rui pun bergegas dan setelah selesai ia segera turun dan di meja makan sudah ada Jia Chen, Xi Jun, Li Bei dan Jia Lie, ia adalah yang terakhir.


“Baiklah arena kalian sudah berkumpul di sini mari makan sarapan kalian, bukankah masih ada yang akan kalian kerjakan nanti? Makan yang banyak agar kalian bertenaga.” Ucap Jia Chen.


“tentu Guru.” Jawab Xi Jun, Li Bei dan Ji Rui.

__ADS_1


“Ayah apa penelitiannya berjalan lancar? Sudahkah di uji?” Xia Lie bertanya karena saat penelitian berlangsung ia mendapat panggilan dari perusahaan yang mengatakan ada klien yang hanya mau bertemu dengan CEO perusahaan tersebut. Jadi ia tidak tahu setelah meninggalkan penelitian saat setengah berjalan.


__ADS_2