Rahasia Gadis Desa

Rahasia Gadis Desa
Bab 25


__ADS_3

Pagi pun tiba dan menunjukkan pukul 7 pagi, sesuai waktu yang dijanjikan Xia Lie pada Xia Quan. Dan kini mereka berdua berada di halaman yang luas di taman kediaman mereka. Sebelum melakukan latihannya Xia Quan disuruh Xia Lie untuk pemanasan terlebih dahulu seperti berlari mengelilingi halaman taman tersebut sebanyak sepuluh putaran. Walau Xia Quan terbilang sebagai pemula, tapi Xia Lie sudah meringankan hal dasar tersebut. Itu karena bagi bawahannya yang baru bergabung di grup Phoenix Nirwana saja harus melakukan sebanyak dua puluh putaran di lapangan yang luasnya 3,5 hektar.


Sedangkan halaman taman kediaman Xia hanya beberapa meter panjangnya dan lebarnya juga sangatlah berbeda beberapa kali lipat dari luas lapangan yang diperuntukkan untuk anggota Phoenix Nirwana berlatih. Bahkan untuk latihan pasukan inti atau elite pun berbeda dari para bawahan yang baru bergabung di sana. Karena pemanasan ini adalah sebagai dasar dan pondasi agar tubuh menjadi kuat dan tidak cepat lelah dalam bertarung. Maka hal ini sangat menentukan bagi orang-orang yang berlatih bela diri.


Saat Xia Lie menyuruh Xia Quan berlari, ia juga ikut menemaninya berlari. Dan untuk Xia Quan, walaupun ia sudah sangat lelah di putaran ke delapan kalinya. Ia tetap berusaha keras untuk bisa menyelesaikan misi pertama ini dari kakaknya. Lagi pula kakaknya bahkan ikut menemaninya berlari, jadi semangatnya tengah berkobar dan ia benar-benar ingin menjadi kuat seperti kakaknya ini.


Ini semua jika ia atau kakaknya dan juga anggota keluarga bahkan teman-temannya diganggu seseorang. ia akan mampu melindungi mereka nantinya, jadi ia sangat bersemangat dan bertekad untuk jadi orang yang kuat. Setelah itu Xia Quan kini sudah menyelesaikan putarannya, dan ia sekarang disuruh untuk push up sebanyak tiga puluh kali. Karena Xia Lie tahu bahwa Xia Quan kini telah kelelahan, namun bukan berarti ia harus melewatkan pondasi dasarnya untuk memperkuat fisiknya.


“Baiklah karena kau sudah berhasil melakukan tugas pertamamu dengan baik, sekarang kau bisa melakukan tugas keduamu yaitu push up sebanyak tiga puluh kali, jika kau tidak sanggup kau boleh mengatakannya padaku.” Ucap Xia Lie tegas.


“Tak masalah Kak aku akan melakukannya dengan baik.” Xia Quan telah bertekad.


“Anak ini sungguh punya tekad yang kuat, baguslah.” Batin Xia Lie.


“Oke kau bisa memulainya dari sekarang.” Titah Xia Lie.


“Siap Kak.” Xia Quan pun langsung melaksanakan tugas keduanya ini.

__ADS_1


Tak terasa serangkaian tugas yang diberikan Xia Lie pada Xia Quan seperti lari, push up, sit up dan berbagai macam pemanasan lainnya. Kini jam telah menunjukkan setengah sembilan sebelum perjanjian mereka untuk membeli laptop bersama. Dan itu cukup untuk mereka membersihkan diri dan brunch karena mereka melewatkan sarapan.


Setelah mandi dan makan usai, kini mereka diantar oleh sopir menuju ke toko elektronik yang berada di Mall yang cukup besar di Beijing. Sesampainya di Mall, sang sopir menunggu di tempat parkir, sedangkan Xia Quan telah menarik kakaknya untuk segera memasuki Mall tersebut. Awalnya tujan mreka hanyalah mendapatkan laptop untuk Xia Lie, namun Xia Quan ingin Xia Lie juga mendapatkan pakaian bermerek seperti ia dan kakaknya Xia Yu. Karena ia lihat selama ini kakaknya selalu memakai pakaian yang biasa tak ada mereknya sama sekali.


Yah itu memang disengaja oleh Xia Lie, karena untuk pakaian bermerek, ia sudah punya banyak sekali. Bahkan ia juga memiliki pakaian yang khusus dirancang oleh desainer terkenal di Beijing. Dan itu juga karena desainernya adalah temannya sendiri dan memaksanya untuk menerima pakaian yang ia rancang khusus untuknya. Dan terpaksa bagi Xia Lie menerima itu karena kalau tidak ia akan merengek padanya.


“Kak ayo kita ke toko elektronik dulu dan memesan laptop dan setelah itu kita pergi lihat-lihat pakaian di toko pakaian yang ada di sana.” Ajak Xia Quan sambil menunjuk toko butik yang terkenal di mall tersebut.


“Baiklah terserah kau saja.” Tangap Xia Lie pasrah.


Mereka mulai memasuki toko elektronik tersebut, dan Xia Quan langsung memilihkan laptop terbaik yang ada di sana dengan harga yang fantastis pula. Xia Lie hanya menghela nafas karena mungkin akan dimarahi oleh ayah mereka kalau ia tahu telah menghabiskan banyak uangnya.


Setela selesai mengurus administrasinya, Xia Lie kini langsung ditarik oleh Xia Quan ke toko butik yang tadi ia tunjuk. Xia Lie hanya bisa menghela nafas pasrah dengan kelakuan adiknya ini yang menggunakan kartu ATM kedua ayahnya dengan seenaknya. Yah tak masalah buatnya jika nanti harus kena omel dari ayahnya itu. Yang penting sekarang melihat adiknya yang bahagia membuatnya ikut senang melihatnya.


“Kak ayo-ayo pilih baju yang bagus, jangan hanya memakai baj yang itu itu aja. Sini aku akan pilihkan untukmu, aku cukup pandai dalam hal ini.” Xia Quan sangat percaya diri dengan kemampuannya dalam hal styling.


“Iya, iya tak usah buru-buru begitu.” Xia Lie tersenyum sambil menggelengkan kepala.

__ADS_1


“Kak lihat ini sangat cocok untuk kakak.” Xia Quan menunjukkan dress berwarna biru muda selutut dengan lengan pendek, itu cukup cantik, tapi Xia Lie hanya tersenyum menanggapi karena baju semacam itu ia juga telah memiliki banyak kali.


“Kak cobalah, kakak pasti akan sangat cantik jika memakai ini.” Xia Quan menyerahkan dress tersebut untuk segera dicoba Xia Lie.


Saat Xia Quan melihat Xia Lie telah memakai dress pilihannya, ia terkejut karena kagum dengan keindahan kakaknya ini. Itu sungguh cocok dan kakaknya ini terlihat begitu cantik, sangat cantik malah. Ia tak menyangka kakaknya yang selalu terlihat sebagai sosok gadis desa yang tak tahu style, kini bisa begitu memesona hanya dengan balutan dress ini.


“Sungguh sangat cantik.” Gumam Xia Quan tanpa sadar.


“Kak kau sangat cantik, kenapa selalu pakai pakaian yang eemmm yah pokoknya kakak cocok memaki pakaian mahal ini, ayo-ayo kita beli lagi untuk kakak pakai sehari-hari.” Antusias Xia Quan.


“Uuummm sepertinya itu tidak perlu Quan’er, kalau ayah tahu kita banyak menghabiskan uangnya bisa-bisa ia marah besar. Lagi pula aku tak nyaman dengan hal ini karena akan membuat orang-orang memperhatikanku, aku tak terlalu suka menonjolkan diri Quan’er.” Ungkap Xia Lie yang memang mau tetap sebagai sosok gadis desanya ini.


‘Hmmm baiklah Kak, aku tak mau jika karena aku kakak malah kena teguran dari Ayah.” Jawab Xia Quan mengerti.


“Ya sudah sebelum kita pulang ayo makan siang dulu di sini.” Ajak Xia Lie.


“Oke Kak.” Xia Quan bersemangat lagi.

__ADS_1


Mereka pun menuju ke resto yang ada di sana dan mulai memesan makanan mereka setelah duduk di meja yang kosong di resto yang ramai tersebut.


__ADS_2