Rahasia Gadis Desa

Rahasia Gadis Desa
Bab 15


__ADS_3

Malam yang begitu sepi di gang sempit terdapat pemuda yang sedang dikepung banyak pria dewasa. Pemuda itu tak menyangka hanya karena memukul seorang pemuda yang sedang mengganggu seorang gadis. Ia malah mendapat masalah seperti ini, kalau saja ia tahu pemuda itu adalah anak dari seorang bos mafia mungkin ia kan berpikir banyak kali untuk membantu gadis tadi sore. Tapi apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur, ia juga tak bisa meramal takdrnya kalau malam ini ia akan mendapat masalah seperti ini.


“Hei anak muda beraninya kau memukuli anak bos kami, cari mati hah?!” bentak seseorang yang tubuhnya lebih kekar dari pria lainnya yang mengepung pemuda tersebut.


“A...aku bukannya sengaja melakukan itu... hanya... hanya saja ia sedang mengganggu gadis yang ketakutan oleh perbuatannya tadi sore. Dan aku tidak tahu kalau dia adalah anak dari bos kalian.” Pemuda itu ketakutan hingga bicara terbata-bata.


“Alasan!! Karena kau telah memukul anak dari bos kami dan ia juga adalah bos masa depan kami, maka kau harus menanggung akibat dari menyinggung bos kami." ucap pria itu dengan suara keras.


“Tolong ampuni aku tuan, kumohon... aku sungguh tidak tahu, dan aku hanya membantu gadis itu.” Pemuda itu bahkan mulai gemetaran.


“Banyak omong, cepat pukul dia!!” perintah ketua dari sekelompok pria yang termasuk anggota mafia tersebut.


Tepat ketika mereka akan mulai menyerang pemuda tersebut. Dari arah belakang para kelompok mafia tersebut melayang sebuah tas belanjaan yang berisi banyak sayuran yang kini mengenai kelompok pria tersebut. Mereka semua dibuat kesal karena mengganggu mereka memberi pelajaran anak muda yang kini berada tepat di tengah-tengah kerumunan sekelompok pria tersebut.


Saat melihat ke arah di mana sekarung plastik sayur dilemparkan ke arah mereka. Mereka menemukan gadis kecil yang tampaknya lemah dan rapuh. Mereka pun meremehkan gadis tersebut yang berani menginterupsi kegiatan mereka memberi pelajaran pada pemuda yang telah memukuli anak bosnya ini. Jadi mereka malah seakan mendapatkan rejeki nomplok bertemu seorang gadis manis yang mereka berpikir bisa bersenang-senang dengannya setelah mereka memberi pelajaran pemuda di depan mereka ini.


“Hai gadis kecil, kebetulan sekali, apa kamu mau bermain dengan kami? Tunggu ya... kami akan selesaikan urusan kami sebentar lalu kita akan bersenang-senang denganmu.” Ucap salah satu pria yang kelihatan mesum di antara pria lainnya.


Saat pemuda yang di kepung melihat sosok gadis yang membantunya, ia sangat terkejut. Bukankah dia adalah kakak tertuanya? Kenapa dia bisa berada di sini? Apa dia berusaha menolongnya? Tapi... dia hanya gadis desa yang bahkan tidak tahu bela diri, bagaimana kalau nanti malah ia dalam bahaya gara-gara membantunya? Oh tidak bagaimana ini? Apa yang harus ia lakukan agak kakak tertuanya tidak terlibat dengan masalahnya ini?


“Kalian semua pergi atau kupatahkan kaki dan tangan kalian?” kata gadis yang ternyata adalah Xia Lie dengan dingin dan aura yang mengintimidasi.

__ADS_1


“Hahaha gadis lemah sepertimu mau melawan kami berlima? Apakah kau yakin bisa menyentuh rambut salah satu dari kami dengan tubuhmu yang kurus itu?” ejek pria kekar dengan codet di matanya.


“Kak pergilah, kamu tak mungin bisa melawan mereka semua, aku tak apa jika harus dipukuli, tapi... kakak adalah perempuan takutnya mereka bukan hanya memukuli tapi malah melecehkanmu.” Teriak pemuda yang diketahui ternyata adalah Xia Quan adik dari Xia Lie.


“Membiarkanmu dipukuli? Kita memang tidak dekat, namun kau tetaplah keluargaku, jadi mana mungkin aku membiarkanmu dipukuli saat aku melihatmu dalam masalah. Aku tak sejahat itu membiarkanmu babak belur.” Kata Xia Lie yang membuat Xia Quan terharu.


“Kak tapi... mereka ada banyak, dan aku bahkan tak bisa bela diri untuk membantu kita melarikan diri.” Ucap Xia Quan cemas.


“Kau tenang saja di sana aku hanya butuh tiga menit saja untuk mengalahkan mereka.” Kata Xia Lie enteng.


“Hahaha gadis kecil kau sungguh sangat angkuh.” Tawa para pria kekar itu.


“Kak jangan bercanda... kita sekarang benar-benar dalam masalah besar, jadi lebih baik kakak pergi saja dari sini dan selamatkan diri kakak.” Khawatir Xia Quan.


“Dasar gadis sombong, baiklah jika itu maumu, maka kami akan dengan senang hati melayanimu.” Ucap ketua dari para pria kekar tersebut.


“Xia Quan kau bantu menghitung tepat tivga menit dan kita akan pulang setelah itu.” Titah Xia Lie.


“Tap... baiklah.” Xia Quan ingin menolak tapi karena tatapan tegas dari Xia Lie membuatnya menuruti perintah Xia Lie tersebut.


Dan... tepat tiga menit sesuai prediksi Xia Lie ia berhasil menumbangkan semua pria kekar tersebut. Bahkan apa yang ia bilang di awal yang mengatakan akan mematahkan tangan dan kaki mereka. Semua itu benar-benar dilakukan olehnya. Xia Quan yang dari awal melihat semua aksi dari kakaknya tak bisa tidak kagum dengan pertarungan antara kakaknya dengan ke lima pria yang bahkan tubuhnya lebih besar dari Xia Lie.

__ADS_1


Ia sekarang benar-benar mengagumi kakaknya ini, padahal awalnya ia tak pernah memedulikan dan selalu cuek pada kakaknya ini. Tapi sekarang ia sangat menghormatinya dan mengaguminya karena telah menolongnya dari para pria kekar yang ingin memukulinya. Sekarang mereka berdua pun pulang bersama.


“Kak dari mana kamu belajar bela diri? Itu tadi sangat keren sungguh mengagumkan.” Seru Xia Quan bersemangat.


“Anak kecil sepertimu tak perlu tahu urusan orang dewasa.” Xia Lie tak ingin memberitahu yang sebenarnya.


“Kak umurku ini sudah 15 tahun, aku bukan anak kecil lagi aku sudah remaja kak, kakak sendiri baru umur 18 tahun memangnya sudah dewasa?” kelus Xia Quan tak terima dikatai anak kecil.


“Uuuummm kak, anu... bolehkah kau mengajariku bela diri? Aku juga ingin bisa melindungi diriku jika nanti terjadi hal yang sama dan tidak ada yang membantuku seperti hari ini, dan untunglah ada kakak yang membantuku, kalau tidak...” ucap Xia Quan berhenti di tengah-tengah dan menggantung kalimatnya.


“Baiklah aku akan mengajarimu, asalkan kau gunakan hal ini untuk kebaikan.” Xia Lie setuju untuk mengajari Xia Quan, bahkan ia juga mengusap kepala Xia Quan dengan lembut, layaknya kakak yang menyayangi adiknya.


“Sungguh? Hore kakak yang terbaik.” Antusias Xia Quan gembira.


Sesampainya di rumah Ruan Qi yang tadi menyuruh Xia Lie belanja bahan makanan, melihat Xia Lie tak membawa apapun di tangannya. Ia menjadi marah dan langsung memarahi Xia Lie tanpa mendengar penjelasannya mengapa ia pulang dengan tangan kosong.


“Xia Lie!! Aku menyuruhmu membeli bahan makanan tapi apa yang ku lihat, kau bahkan pulang tanpa membawa apa-apa. Kau pasti menggunakan uang belanja untuk bersenang-senang kan??! Ngaku kau ke manakan uang belanja tersebut?!” bentak Ruan Qi, sedangkan Xia Lie hanya diam tak ingin menjelaskannya juga, yah dia malas saja menjelaskan semua itu.


“Ibu cukup!! Jangan bentak Kakak Xia Lie!! Kalau bukan karena kakak, kau pasti akan sangat sedih karena akan melihatku masuk rumah sakit.” Xia Quan membela Xia Lie.


“Apa maksudmu Quan’er?” tanya Ruan Qi tak mengerti.

__ADS_1


“Kakak Xia Lie telah menolongku dari lima preman yang mau memukuliku, dan kakak melempar semua bahan makanan itu ke arah mereka untuk menolongku dari pukulan mereka. Bahkan kakak Xia Lie bertarung sendirian melawan mereka berlima.” Jelas Xia Quan yang membuat Ruan Qi dan Xia Yu yang kebetulan lewat terkejut.


__ADS_2