Rahasia Gadis Desa

Rahasia Gadis Desa
Bab 12


__ADS_3

Mereka kini telah sampai di kediaman Jia Chen, Jia Chen yang kebetulan hari ini berada di rumah tidak tahu bahwa Xia Lie akan berkunjung ke rumah ini. Ya, mereka memang ingin membuat kejutan untuk Jia Chen, jadi mereka tidak memberitahukan hal ini padanya.


Saat bel rumah berbunyi Jia Chen yang malas pergi membuka pintu dengan kesal karena diganggu pada hari liburnya yang super sibuk pada hari-hari biasa. Dan ia bisa menikmati liburan ini baru sebentar dan masih saja ada yang mengganggunya? sungguh menjengkelkan. Jia Chen sudah membuka pintu dan menemukan anak-anak angkatnya di depan pintu rumahnya. Namun Xia Lie bersembunyi di punggung Xi Jun yang tubuhnya lebih tinggi darinya.


“Kalian, tak ada kabar selama lebih dari dua minggu, masih mengingatku? Ku kira kalian sudah tak ingat lagi punya Ayah sekaligus guru yang mengajari kalian banyak hal.” Kata Jia Chen kesal.


“Huh, padahal kami di sini punya kejutan untuk Guru.” Sungut Ji Rui kesal.


“Kejutan apa?” Jia Chen agak penasaran.


“Yah sepertinya kedatangan kami tak disambut dengan hangat, jadi kami akan pergi saja.” Ji Rui sudah memalingkan tubuhnya dan hendak pergi, sebelum akhirnya ada suara yang sangat dikenali Jia Chen.


“Ayaaaahh...” ucap lirih Xia Lie.


“Tunggu aku seperti mendengar suara Xiao Lie, di mana dia? Apa dia bersama kalian?” tanya Jia Chen bersemangat.


“Yah, bukannya Guru tak menginginkan kejutan dari kami?” tanya Ji Rui menggodanya.


“Apa maksud kalian kejutan dari kalian adalah Xiao Lie? Mana dia?” Jia Chen mencari-cari Xia Lie yang tak ia ketahui sedang bersembunyi di belakang Xi Jun.


“Hehehe aku di sini Ayah.” Xia Lie muncul dengan senyum nakalnya.

__ADS_1


“Kau ini kenapa sembunyi segala? Haiz aku sudah sangat merindukanmu tahu... kau ini tak ada kabar sama sekali setelah pergi dari rumah bahkan pesan pun sama sekali tak ada yang kau kirimkan padaku, kau pasti benar-benar telah melupakan Ayahmu ini,” sedih Jia Chen.


“Ayah aku mana ada melupakanmu, aku hanya sibuk mengurus perusahaan dari jauh dan perlu menggunakan ponselku untuk bekerja jadi... hehe bukan bermaksud melupakanmu hanya saja au tak sempat berkirim pesan itu saja.” Xia Lie berdalih.


“Kalau benar aku melupakanmu mana mungki setelah aku ujian akselerasi langsung menemuimu sekarang? Huh kalau saja bukan karena paksaan si pak tua Xia itu aku tak perlu deh ujian lagi, membosankan.” Keluh Xia Lie mengatai ayahnya sebagai pak tua. Sedangkan Jia Chen yang mendengar Xia Lie mengatai ayahnya sendiri itu merasa senang karena sekarang bagi Xia Lie Ayahnya hanyalah dia.


“Baiklah kalau begitu kenapa masih berdiri di luar ayo cepatlah masuk, aku akan memberi tahu Bibi Gui untuk menyiapkan hidangan yang lezat untukmu.” Kata Jia Chen senang.


“Apa maksud Guru? Apa hidangan itu hanya untuk Xiao Lie saja? Lalu untuk kami?” tanya Ji Rui iri.


“Salah sendiri kalian tak mau menganggapku fdan memanggilku Ayah, jadi anakku satu-satunya cuma Xiao Lie.” Dengus Jia Chen.


“Oh Ayah yang baik... kami minta maaf akan itu, mulai sekarang kamu adalah Ayah kami dan kami adalah anakmu.” Ji Rui dan Li Bei mulai menjilat sedangkan Xi Jun hanya menonton drama tersebut dengan cuek.


“Sudahlah Ayah kalau kalian terus berdebat di depan pintu kapan aku bisa menikmati hidangan lezat dari Bibi Gui?” tanya Xia Lie menengahi.


“Baiklah karena Xiao Lie sudah berbicara maka lakukan. Cepat masuk sbelum aku berubah pikiran menganggap kalian anakku.” Ucap Jia Chen masih pura-pura mengancam mereka.


“Baik Ayah.” Ucap Ji Rui dan Lie Bei bersemangat.


Mereka pun berbincang-bincang di ruang keluarga karena harus menunggu Bibi Gui selesai menyiapkan hidangan untuk mereka santap. Karena mereka datang mendadak maka tak ada persiapan untuk menjamu mereka. Xia Lie sangat ceria di sini berbeda dengan di kediaman Xia dia begitu dingin dan acuh. Sifatnya sangat bertolak belakang, berbeda sekali.

__ADS_1


Tak lama kemudian Bibi Gui selesai menyiapkan hidangan untuk mereka semua. Hidangn yang dibuat Bibi Gui adalah yang paling lezat di dunia, maka dari itulah Ji Rui dan Li Bei setuju dengan memanggil Jia Chen sebagai Ayah karena ia tadi membahas bahwa mereka tak akan bisa memakan masakan Bibi Gui.


Setelah makan hari ternyata sudah sore dan Xia Lie juga mendapat pesan dari Ruan Qi yang bertanya ke mana saja ia setelah ujian berakhir. Jadi dengan terpaksa ia harus berpamitan dengan Ayahnya ini, ia bnar-benar tak rela pergi dari sini dan harus kembali ke sana. Bahkan di sini lebih hangat daripada di kediaman Xia. Haiz tak ada pilihan selain harus bertahan di sana untuk tetap menyembunyikan identitasnya.


Seminggu setelah ujian, hasil akan diumumkan segera. Xia Yu mencibir, dia berpikir pasti hasil ujian dari kakak udiknya ini di bawah rata-rata dan akan gagal. Lalu dia pasti akan dimarahi oleh Ayahnya habis-habisan. Ia sangat menantikan hal tersebut dan tersenyum senang. Sedang untuk Xia Quan ia tak peduli tentang apapun itu menyangkut kakak tertuanya yang baru bersama mereka beberapa minggu ini.


Hasil ujian sudah ada di tangan Xia Chen dan ia tak sabar untuk membukanya dan mengetahui hasilnya. Ia berharap anaknya ini bisa membuat ia sedikit bangga. Karena setelah ini ia akan didaftarkan di Universitas Perfilman yang terkenal di Beijing di mana Xia Yu juga bersekolah di sana. Dia dengan jantung berdebar-debar membuka amplop putih tersebut.


Saat ia berhasil membukanya ia masih sangat berdebar-debar dengan hasil yang akan ia lihat. Dengan menguatkan hatinya ia pun membaca isi dari surat tersebut. Matanya terbelalak kaget, ia tercengang dengan isi dari surat tersebut. Ruan Qi pun menduga bahwa itu sesuatu yang buruk dan berkeringat dingin. Jika nilai Xia Lie jelek maka ia tak akan bisa masuk ke Universitas Perfilman dan dengan itu ia tak akan bisa memanfaatkan kemampuan akting Xia Lie yang nantinya ia sudah berencana membuatnya menjadi aktris yang akan menghasilkan uang yang banyak untuk mereka.


“Ada apa sayang... apa hasilnya jelek.” Tanya Ruan Qi cemas.


“Ayah apakah hasilnya seburuk itu hingga membuatmu terkejut?” tanya Xia Yu.


“Apakah mataku tak salah melihat? Ini? Apakah benar hasil ujianmu Xia Lie?” tanya Xia Chen yang masih tak percaya.


“Kalau bukan milikku lalu milik siapa?” tanya balik Xia Lie acuh.


“Kau... benaran mendapatkan nilai sempurna?” tanya Xia Chen ragu.


“Apa?!” Ruan Qi dan Xia Yu berteriak kaget, sedangkan Xia Quan mendengus berpikir bahwa kakaknya ini cukup pintar juga.

__ADS_1


Ruan Qi tak percaya dan merebut hasil ujian tersebut dari tangan Xia Chen dan ingin memeriksanya sendiri. Xia Yu juga mendekati Ibunya untuk melihat hasil ujian itu bersama. Dan saat mereka membaca hasilnya mereka terkejut, percaya tidak percaya mereka harus menerima apa yang memang tertera di surat tersebut. Xia Quan mendekat dan melihatnya juga, ia memperhatikan semua nilai mata pelajaran di ujian tersebut dengan hasil yang sempurna. Semua nilai adalah nilai seratus, dan menjadikan rata-rata nilai tersebut juga bernilai seratus. Dia agak terkesan dengan kakaknya yang dari kampung ini.


__ADS_2