
Di keluarga Zhang, Tuan Zhang telah sepakat dengan keluarga Xia untuk membuat Zhang Yi dan Xia Lie bertemu dan makan bersama. Umm bisa dikatakan berkencan, ya, mereka ingin membuat keduanya saling menerima perjodohan yang mereka buat. Jadi agar mereka berdua bisa semakin dekat, inilah rencana para tetua untuk kaum muda mereka. Zhang Yi pun ingin sekali menolak jika bukan karena diancam oleh Ayahnya tidak boleh berakting kembali.
Ya, sebagai anak tertua di keluarga Zhang, seharusnya ia lah yang akan menjadi pewaris dari perusahaan Zhang Corporation. Tapi Zhang Yi malah memilih untuk menjadi aktor, itu sangat bertentangan degan keinginan Tuan Zhang. Dan akhirnya adiknya lah Zhang Cheng yang harus mengurus perusahaan cabang yang diperuntukkan untuk melatih kepemimpinan Zhang Yi.
Dan karena akting adalah hal yang paling Zhang Yi sukai, maka dari pada tidak diizinkan lagi berakting, terpaksa ia harus menuruti keinginan ayahnya ini. “Ayah ini apa-apaan sih main ancam-ancam segala, tahu betul kelemahanku.” Gerutu Zhang Yi kesal.
Karena siang hari Xia Lie masih ada urusan yaitu syuting drama, maka acara makan bersama Zhang yi dilaksanakan malam hari. Xia Lie hanya cuek menanggapi hal tersebut, karena ia pun tak peduli dengan pertunangan itu. Ia pun akan memastikan bahwa dirinya pasti bisa terbebas dari pertunangan yang bahkan ia tak menginginkannya ini. Dan lagi ia paling tidak suka dipaksa dan diatur seenaknya, apa lagi yang bertentangan dengan keinginannya. Itu sungguh menjengkelkan baginya, Ayah angkatnya saja tidak seperti itu kenapa orang tua yang mengabaikannya bisa bersikap seenaknya terhadap dirinya?
Malam pun tiba di mana waktu yang ditentukan untuk Zhang Yi dan Xia Lie bertemu dan makan malam bersama. Namun tak ada yang tahu bahwa Xia Yu diam-diam ingin menggantikan posisi Xia Lie untuk makan malam dengan Zhang Yi. Tak disangka oleh Xia Yu yang menyembunyikan rencananya rapat-rapat dapat ditebak oleh Xia Lie. Maka dari itu Xia Lie akan membantu memudahkan rencana Xia Yu tersebut. Yah lagi pula siapa sih yang au makan bersama dengan lelaki lemah gemulai seperti Zhang Yi ini.
Saat ini mereka telah bertemu di restoran yang sudah direservasi oleh keluarga Zhang. Dan sesuai dugaan Xia Lie, Xia Yu mengikutinya dengan beralasan kepada kedua orang tuanya kalau ia ada reuni dengan teman sekolahnya. Xia Lie telah mengetahui keberadaannya sejak awal. Lalu saat Zhang Yi dan Xia Lie sudah duduk di meja mereka, sebelum memesan Xia Lie pamit ke kamar mandi. Dan saat itulah ia membantu Xia u mendekati Zhang Yi saat ia pergi.
Sesuai dugaannya, Xia Yu langsung menghampiri Zhang Yi dan Zhang Yi pun sangat terkejut namun senang melihat Xia Yu di sini. Xia Lie tak lupa mengabadikan momen mereka bersama. Dan ia mengabari Zhang Yi bahwa tiba-tiba ia ada urusan yang mendesak dan tak bisa makan bersamanya. Zhang Yi pun sangat gembira mendengarnya. Kini posisi Xia Lie digantikan oleh Xia Yu, namun Xia Lie tak langsung pergi melainkan mengumpulkan bukti agar nantinya ia bisa beralasan saat akan memutuskan pertunangan mereka.
“Yu’er aku senang kau di sini, kebetulan sekali gadis udik itu menghubungiku dn mengatkan bahwa ia ada urusan, karena sudah di sini mari makan bersama dan menghabiskan waktu kita berdua yang singkat ini.” Zhang Yi sangat senang dengan kedatangan Xia Yu.
“Tentu Kak Yi, aku akan sangat bahagia bisa berdua denganmu saat ini, jadi mari kita pesan makanannya.” Ucap bahagia Xia Yu.
__ADS_1
“Oh tentang peranmu, aku sudah mendapatkan izin untuk memasukkanmu ke dalam drama menjadi peran utama wanita dan tentunya aku lah yang menjadi peran utama prianya. Apa kau senang akan hal itu?” tanya Zhang Yi.
“Sungguh? Terima kasih Kak Yi,aku pasti akan berusaha yang terbaik agar drama ini bisa populer nantinya.” Xia Yu begitu gembira dan percaya diri.
“Tentu, kau bisa mulai syuting lusa, ini adalah drama romance yang diadaptasikan dari novel terkenal berjudul Cinta Persik Di Musim Panas. Ini menceritakan tentang gadis yatim piatu yang akhirnya bisa meluluhkan hati seorang presdir dengan sifatnya yang dingin dan sangat sulit di dekati. Gadis yang polos namun unik itu membuat presdir dingin itu jatuh cinta kepadanya dan memberikan segalanya pada sang gadis tersebut. Namun gadis itu belum memiliki perasaan apapun terhadap presdir tersebut. Intinya adalah ini adalah kisah perjuangan cinta sang presdir dingin terhadap gadis yatim piatu yang polos dan unik.” Jelas Zhang Yi.
“Ah aku mengerti Kak Yi.” Ucap Xia Yu mengangguk-angguk paham.
“Nah aku sebenarnya sudah menyiapkan naskahnya, hanya saja aku belum memiliki kesempatan untuk menyerahkannya padamu, dan sekarang karena kita kebetulan bertemu disini maka aku akan menyerahkannya padamu sekarang, kau pelajarilah.” Zhang Yi menyerahkan naskah tersebut di hadapan Xia Yu.
Xia Yu pun benar-benar gembira menerima naskah tersebut. Ia kini memiliki kesempatan untuk bisa menjadi aktris terkenal sekarang. “Jadi Xia Lie lihat saja, bukan hanya aku yang akan mendapatkan Zhang Yi tapi aku pasti bisa meraih impianku menjadi aktris terkenal dibandingkan denganmu.” Batinnya menyeringai.
“Hah aku sudah puas mengambil bukti perselingkuhan ini, sekarang sambil menunggu mereka pulang aku akan jalan-jalan sebentar.” Xia Lie keluar dari restoran dengan diam-diam agar tak terlihat oleh dua orang yang sedang bermesraan itu.
Di luar tanpa sengaja ia bertemu dengan sosok pria tua yang sangat ia kenali. Pria tua itu juga melihatnya keluar dari restoran yang sama dengannya. Karena sudah lama tidak bertemu dan penampilan Xia Lie yang berubah total, ia hampir tak mengenalinya. Namun setelah melihatnya dengan seksama ia pun langsung menyapanya setelah memastikan gadis itu adalah “dia” yang ia kenal.
“Apa aku tak salah mengenali? Kau benar-benar Nak Lie kan?” tanyanya yakin pada gadis itu.
__ADS_1
“Huh, aku memang tak akan bisa menipu Kakek bagaimanapun penampilanku.” Desah Xia Lie.
“Hahaha mana mungkin aku tak menganali calon cucu menantuku sendiri.” Tawa pria tua itu bangga.
“Kakek Qin ada urusan apa Anda di sini? Apa ada urusan penting? Jika begitu aku permisi.” Xia Lie seakan akan ingin melarikan diri.
“Nak Lie ini masih selalu sama selalu mengganti topik di saat aku menyebut kata menantu.” Kakek Qin cemberut ta senang.
“Haha Kakek, bukan begitu, hanya saja... yah aku terlalu muda untuk membahas hal itu.” Elak Xia Lie.
“Apanya yang masih muda, kau sudah cukup umur untuk menikah.” Kata Kakek Qin.
“Aih kalau saja cucuku itu tahu tentang dirimu pasti ia akan setuju denganku untuk menikahimu.” Desah Kakek Qin menyalahkan cucunya yang super sibuk.
“Sudah Kek jangan bahas tentang pernikahan lagi, aku saja masih harus mengurusi perusahaan-perusahaanku, aku sama sibuknya seperti cucumu itu. Jadi bahkan untuk bertemu, berkencan pun rasanya tak mungkin.” Xia Lie percaya akan pikirannya itu.
“Yah kalian memang sangat sibuk, tapi pasti kalau kalian berjodoh suatu hari nanti kalian pasti bertemu, aku sangat yakin dan percaya itu, jadi nantikan takdir kalian ya...” Kakek Qin sangat yakin mereka adalah pasangan yang cocok untuk satu sama lain jadi ia percaya bahwa mereka pasti akan dipertemukan oleh takdir.
__ADS_1