
“Hahaha, kalian lihat itu? Itu sungguh lucu, huh siapa suruh cari gara-gara dengan kita.” Kata Ji Rui yang puas dengan aksinya itu.
“Anu... kak Ji, apa tidak apa-apa melakukan hal tersebut pada Xia Yu, dia adalah anak orang kaya yang akan selalu membalas dendam dengan orang yang menyakitinya, takutnya...” kata Wei Rui khawatir.
“Kau tenang saja Xiao Wei tak akan terjadi apa-apa setelah ini, jika memang ia berani membalas akan ku balas sepuluh kali lipat dari apa yang ia lakukan, tak perlu khawatir.” Kata Ji Rui santai.
“RuiRui seperti yang kak Ji bilang, kita tak perlu khawatir, aku percaya dengan kak Ji.” Su Xie berkata yakin.
“Kalian tenang saja Rui-Jie orangnya itu jika ada yang cari masalah maka akan ia balas bvalik orang tersebut sampai ia menyesali perbuatannya karena mencari masalah dengannya.” Kata Xia Lie.
“Hehe Xia Lie memang mengenalku dengan baik.” Cengengesan Ji Rui.
“Huh dasar pembuat masalah kau ini, dan kalau pembalasanmu berakhir buruk selalu saja kami yang harus menyelesaikannya, sedangkan kau sendiri malah lepas tangan.” Gerutu Li Bei.
“Apa kau?! Mau cari gara-gara denganku? Walau aku ini jarang beraksi dengan kalian tapi aku juga masih pandai bela diri, mau menantangku?!” kesal Ji Rui.
“Hehe tidak berani, tidak berani.” Li Bei langsung menyerah.
Ya, walau Ji Rui hanya sebagai peretas, namun ilmu bela dirinya di atas Li Bei, jadi kalau Li Bei bertarung dengannya pasti selalu dia yang babak belur karena kekuatan Ji Rui yang hampir sebanding dengan Xia Lie. Jadi Li Bei mana berani menantang Ji Rui bertarung, yang ada nanti ia malah masuk rumah sakit lagi. Iiissssh tak bisa membayangkan bagaimana rasanya kena pukul oleh Ji Rui.
Setelah selesai makan kini mereka mulai kembali ke kelas dan kebetulan bangku Xia Lie, Wei Rui dan Su Xie berdekatan begitu pun dengan Xi Jun, Li Bei dan Ji Rui merek berada di barisan tengah dengan Xia Lie berada di tengah antara Wei Rui dan Su Xie sedangkan Xi Jun, Li Bei dan Ji Rui berada di barisan tepat di belakang mereka bertiga. Entah ini kebetulan atau takdir Wei Rui dan Su Xie merasa senang.
Saat kelas usai Xia Lie mengajak Wei Rui dan Su Xie ke rumahnya, lebih tepatnya sih ke rumah yang dihuni oleh Xi Jun, Li Bei dan Ji Rui. Karena itu juga rumahnya dan ia tak ingin mengakui kalau ia termasuk anggota keluarga Xia, karena Xia Yu juga tak ingin ada yang tau kalau mereka adalah saudara. Lalu apa untungnya Xia Lie mengakuinya sebagai saudara. Saudaranya hanya Ji Rui, Xi Jun dan Li Bei tak ada di antara keluarga Xia yang menjadi saudaranya. Lagi pula ia baru di sana satu bulan saja, dan itu tak membuatnya dekat dengan anggota keluarga Xia. Jadi ya... buat apa menganggap mereka keluarga, lagi pula ia hanya dimanfaatkan untuk mencari uang kan.
__ADS_1
Setelah sampai di rumah Xia Lie, Wei Rui dan Su Xie terpana melihat rumah yang lebih besar dari rumah mereka dan lebih indah dari rumah mereka. Walau itu hanya rumah sementara bagi Xia Lie dan kakak-kakaknya, tapi tetap saja mereka harus memilih rumah yang nyaman untuk ditempati oleh mereka. Dan kebetulan rumah ini kosong dan dekat dengan rumah keluarga Xia. Jadi Xia Lie tak perlu pergi jauh untuk ke rumah jika ia merasa tak nyaman di kediaman Xia.
“Wah rumah yang indah, bahkan ada taman juga, rumahku tak sebesar ini, ini keren,” puji Wei Rui kagum.
“Sama rumahku juga tak sebesar ini.” Su Xie menimpali.
“Ayo masuk.” Kata Xia Lie datar.
Setelah masuk, mereka berdua juga terkejut melihat interior yang modern namun agak klasik. Sungguh dekorasinya juga sangat indah dan nyaman untuk ditinggali. Jika mereka bisa memiliki rumah seperti ini mungkin mereka akan betah berlama-lama di rumah.
“Baiklah, kalian mau belajar akting dariku kan?” ucap Xia Lie to the poin.
“Ah, hehe ketahuan ya...” tawa Wei Rui dan Su Xie agak malu.
“Tak apa aku juga memang akan mendekati kalian untuk aku ajari akting.” Balas Xia Lie.
“Tentu, jika saatnya nanti kalian sudah bagus dalam berakting aku akan merekomendasikan kalian ke Xia Lie Quan Entertainment. Jadi kalian harus bekerja keras mulai dari sekarang.” Terang Xia Lie.
“Xia Lie Entertainment? Bukankan itu perusahaan industri yang terkenal sebagai agensi nomor satu di Beijing yang melahirkan artis-artis terkenal? Sungguh kami bisa melakukan kontrak di sana?” Wei Rui dan Su Xie terkejut sekaligus bersemangat.
“Ya.” Jawab Xia Lie.
“Tapi... apakah kami mampu?” mereka langsung murung karena tak yakin bisa dikontrak oleh agensi tersebut.
__ADS_1
“Kalian tak perlu khawatir cukup berusaha dengan keras saja dan berlatih keras, untuk urusan dikontrak atau tidak tak usah kalian pikirkan karena kalian nantinya tetap akan jadi artis di agensi tersebut.” Ucap Xia Lie.
“Kenapa kau bisa seyakin itu?” tanya Wei Rui agak penasaran.
“Aku kenal dengan pemiliknya.” Akunya.
“Ah sungguh? Kau kenal dengan pemilik agensi tersebut? Jadi kita benar-benar bisa bekerja sama dan dikontrak oleh agensi Xia Lie Quan? Aaaaahhhhh aku sangat senang tak bisa ku bayangkan jika hal tersebut bia terjadi.” Seru Wei Rui gembira.
“Aaaaahhh aku juga sangat senang, ini kabar baik untuk keluargaku, aku akan bisa jadi anak yang membanggakan bagi orang tuaku kelak.” Su Xie sangat terharu karena senang.
“Terima kasih Xia Lie.” Ucap mereka bersyukur.
“Di antara teman tak perlu berterima kasih.” Xia Lie mengingatkan.
“Hehe.” Tawa mereka.
“Baiklah ayo kita latihan.” Ajak Xia Lie.
“Baik.’ Mereka semangat.
Mereka pun berlatih hingga malam, dan saat makan malam tiba Xia Lie memasak makanan untuk mereka. Masakan Xia Lie sangat lezat karena ia belajar dari Bibi Gui. Setelah itu mereka kembali berlatih hingga larut malam. Xia Lie sudah menyuruh Wei Rui dan Su Xie untuk mengabari orang tuanya kalau mereka akan menginap di rumahnya untuk latihan akting. Orang tua meeka pun langsung mengizinkan mereka karena sangat senang mereka mulai semangat lagi berakting.
Saat melatih mereka Xia Lie sangat tegas, mereka berdua sampai mengira dilatih oleh pelatih profesional. Namun mereka tak berkeluh kesah karena ketegasan Xia Lie dalam melatih mereka. Mereka malah semakin bersemangat dalam berlatih akting dengan arahan Xia Lie walau pun kadang kena teguran darinya.
__ADS_1
Sudah dua minggu mereka berlatih dengan Xia Lie sebagai pelatih mereka. Dan kemajuan mereka dalam berakting sudah sangat meningkat. Saat mereka ditunjuk dosen untuk berakting di kelas, semua orang terkejut dengan kemajuan mereka. Bahkan mereka heran kenapa Wei Rui dan Su Xie bisa dengan cepat berubah dari sampah tak berbakat menjadi sosok berlian yang baru diasah dari sebongkah batu.
Semua itu karena latihan keras dari Xia Lie pada mereka. Jika semua mahasiswa tahu akan hal ini, mungkin mereka juga akan menjilat Xia Lie untuk menjadi teman sekaligus pelatih mereka. Sekarang mereka berdua bukan lagi sampah tak berbakat dan dosen pun memuji mereka, semua orang iri pada mereka. Dan tak ada lagi mahasiswa yang menindas mereka sekarang. Karena kalau msih ada yang menindas dan mencaci maki mereka Ji Rui dan yang lainnya akan bertindak melindungi mereka. Dan mereka berdua sangat bersyukur memiliki teman seperti mereka berempat.