
Kini sesuai perkataan Xia Chen, Xia Lie sekarang sudah terdaftar di Universitas Perfilman yang terkenal di Beijing. Di mana Xia Yu juga bersekolah di sana, karena Xia Yu lebih awal kuliah di sana jadi ia menjadi senior Xia Lie di sana. Dengan begitu Xia Yu berpikir kedudukannya lebih tinggi dari Xia Lie dan ia bisa berbuat sesuka hatinya terhadap Xia Lie yang merupakan juniornya.
“Eh apakah dia anak baru yang dengan nilai akademis sempurna yang masuk ke kampus kita?” tanya salah satu mahasiswi di sana.
“Apa gunanya nilai bagus kalau tak memiliki bakat?” teman di sebelahnya menimpali.
“Tapi dia cukup cantik, malah sangat cantik menurutku.” Balas mahasiswi itu.
“Haiz memangnya kalau wajah cantik akan menjamin ia akan sukses menjadi aktris terkenal?” temannya masih meremehkan Xia Lie.
“Aish siapa yang tahu, masa depan seseorang tak ada yang tahu bagaimana nantinya.” Mahasiswi itu membalas.
Xia Lie yang punya pendengaran yang tajam jelas mendengar semua obrolan yang mereka lontarkan kepadanya. Namun seperti sikapnya kepada orang-orang yang tidak dekat dengannya bahkan tidak penting untuk ia pedulikan, jadi untuk apa ia memedulikan hal tersebut. Kalau memang mereka ingin tahu ia akan sukses atau tidak yah terserah mereka, yang penting baginya adalah ia di sini hanya memenuhi kewajibannya sebagai anak dari keluarga Xia yang memang menginginkannya untuk menjadi seorang aktris.
Yah mau bagaimana lagi karena ia harus terlahir di keluarga yang mementingkan kekayaan dan serakah ini. Kalau bisa sih ia ingin jadi anak kandung ayah angkatnya saja daripada menjadi anak mereka.
Sekarang ini adalah kelas akting dan karena Xia Lie adalah mahasiswa baru yang bahkan masuk saat pertengahan semester maka ia di suruh untuk menunjukkan bakatnya dalam berakting. Dan baginya itu cukup mudah karena selain ia menjadi direktur sekaligus CEO di perusahaan industrinya ia juga lah yang langsung melatih artis-artis yang dikelola perusahaannya. Namun tentu saja ia tetap menggunakan topengnya.
Saat ia di suruh untuk berakting menjadi bos yang dominan, ia pun langsung bisa melakukannya karena itu sudah menjadi kebiasaannya di kantor. Dan aktingnya itu membuat semua orang seakan melihat seorang bos besar yang sangat mendominasi dan tak dapat dibantah dalam hal pekerjaan. Semua orang terkagum-kagum dibuatnya, bahkan dosen yang mengajarnya pun yang terkenal perfeksionis memujinya dan bangga padanya.
“Bagus, sungguh akting yang luar biasa. Aku seakan sedang menjadi karyawan yang sedang dipimpin oleh bos yang sebenarnya di sebuah kantor.” Puji Wu Ling Ni.
“Wah aku seperti melihat bos sungguhan, bahkan saat dia tadi berakting memerintah bawahannya sangat nyata dan seperti sudah terbiasa melakukan hal itu.” Puji Wei Rui.
“Kau benar RuiRui aku akan berteman dengannya dan aku akan berlatih bersamanay agar aku mampu berakting seperti itu.” Kata Su Xie.
“Hei kau mau mendahuluiku berteman dengannya?” tanya Wei Rui tak senang.
__ADS_1
“Ya sudah kita berdua saja yang meminta berteman dengannya.” Saran Su Xie.
“Ah baiklah kalau begitu setelah kelas ini selesai mari mengajaknya berteman.” Ucap We Rui antusias.
Sebenarnya bukan hanya Xia Lie saja yang menjadi mahasiswa baru di kampus tersebut. Terdapat tiga orang lainnya yang juga masuk ke kampus yang bersamaan dengan Xia Lie. Dan para mahasiswa bahkan lebih terkejut saat mengetahui kalau mereka bertiga saling mengenal satu sama lain dengan Xia Lie yang terkenal sebagai anak baru yang masuk ke kampus dengan nilai akademis yang sempurna.
“Xiao Lie keren.” Ji Rui mengacungkan jempolnya memuji Xia Lie yang padahal ia sudah tahu betul kemampuan Xia Lie dalam berakting. Secara ia adalah pelatih aktris dan aktor berbakat di perusahaannya, jadi tentu saja aktingnya melebihi aktris dan aktor profesional.
Xia Lie hanya bisa mendengus mendengar pujian dari Ji Rui. Kakaknya ini apa maksudnya memujinya begitu? Sudah tahu bakat aktingnya ini dan masih saja berpura-pura memujinya.
Setelah kelas usai, segera We Rui dan Su Xie menghampiri Xia Lie yang sedang berjalan keluar diikuti ketiga anak baru lainnya juga. Mereka berdua agak ragu-ragu tapi mereka sudah bertekad ingin dekat dan berteman dengan Xia Lie. Jadi mereka berdua pun memberanikan dirinya untuk menyapa Xia Lie dan ketiga anak baru lainnya juga.
“A...anu namamu Xia Lie kan? Aku Wei Rui dan ini temanku Su Xie, bo..bolehkan kita menjadi temanmu?” tanyanya ragu-ragu.
Wei Rui dan Su Xie ini terkenal sebagai mahasiswa yang tak cukup berbakat dalam akting, mahasiswa yang lain heran kenapa mereka bisa kuliah di kampus ini. Jadi karena mereka sama-sama memiliki nasib yang sama jadilah mereka seorang sahabat sekarang. Dan karena itu juga mereka tak banyak disukai oleh banyak mahasiswa lainnya yang berpikir mereka melalui jalur dalam untuk kuliah di kampus yang sama dengan mereka semua.
“Hm?” Xia Lie heran dengan mereka yang tiba-tiba menawarkan pertemanan dengannya.
“Kenapa minta maaf? Apa kesalahanmu hingga minta maaf padaku? Kalau mau berteman ya terserah saja.” Jawab Xia Lia acuh tak acuh.
“Benarkah? Kami bisa menjadi temanmu?” tanyanya dengan wajah gembira yangv tak terlukiskan. Ya, karena tak ada yang mau berteman dengan mereka di kampus terkenal ini. Jadi mereka sangat senang karena diizinkan menjadi teman dari seseorang yang berbakat dalam akting. Dengan ini mereka bisa belajar bersama dan meningkatkan kemampuan akting mereka berdua dengan arahan Xia Lie yang mereka berharap mau membantu mereka berkembang.
“En, mari pergi ke kantin bersama dan kita makan.” Ajak Xia Lie dengan suka rela.
“Te.. terima kasih.” Ucap mereka sangat bersyukur.
“Tak perlu berterima kasih, ayo pergi aku akan mentraktir kalian hari ini.” Ucap Xia Lie.
__ADS_1
“Eh tak... tak perlu biar kami membayar sendiri makanan kami.” Ucap mereka sungkan.
“Tak perlu sungkan denganku jika ingin berteman denganku, aku akan memperlakukan temanku dengan baik jadi kalian juga tak perlu berterima kasih denganku dengan apa yang ku lakukan, jika kalian memang ingin jadi temanku maka kalian hanya cukup memperlakukanku sebagai layaknya teman. Dan di antara teman tak perlu kata maaf dan terima kasih.” Ucap Xia Lie panjang lebar tak seperti dirinya yang biasanya.
Sebenarnya, Xia Lie telah memperhatikan mereka yang dikucilkan banyak mahasiswa di kampus ini. Dan saat melihat akting mereka, mereka ada kemampuan tapi mereka masih belum mengerti akan bakat mereka yang sesungguhnya di karena kan pesimisme mereka. Jadi karena itulah dia menerima mereka berdua sebagai temannya dan akan mengasah bakat akting mereka yang terpendam itu.
“Hiks...huhuhu kau baik sekali...” mereka terharu dan tak tahan mengeluarkan air mata mereka.
“Sudah sudah ayo kita segera ke kantin sebelum pelajaran selanjutnya dimulai.” Ajak Xia Lie sekali lagi.
“Baik.” Jawab mereka dan segera mengikuti Xia Lie dan ketiga anak baru yang terus berada di belakang Xia Lie.
Sampai di kantin, Xia Lie memperkenalkan kakak-kakaknya pada teman barunya, mereka pun saling berkenalan. Ji Rui, Xi Jun dan Li Bei tahu maksud Xia Lie menerima mereka menjadi temannya. Ya karena mereka juga memperhatikan bakat terpendam dari dua gadis ini. Dan mereka yakin bahwa Xia Lie bertujuan untuk mengasahnya menjadi seorang aktris terkenal dan merekrut mereka di perusahaannya.
Mereka berdua adalah tangan kanan Xia Lie yang juga ikut mengurus semua pekerjaan di beberapa perusahaannya yang ia kelola. Walau tidak memiliki jabatan di perusahaan tersebut tapi sebagai tangan kanannya, mereka sangat dihormati oleh bawahan Xia Lie karena mereka sangat dekat dengan Xia Lie dan selalu bersama Xia Lie di setiap waktu. Jadi semua orang tahu bahwa posisi mereka juga sangatlah penting di perusahan bosnya itu.
Xia Yu melihat Xia Lie bersama tiga orang yang tak ia kenali dan dua orang lainnya adalah mahasiswa yang dikucilkan. Jadi ia ingin memberi masalah pada Xia Lie karena ia kesal saat di rumah ayahnya selalu membangga-banggakannya karena nilainya yang sempurna itu. Ia tak terima karena biasanya ayahnya selalu memujinya dan selalu membanggakan kemampuan aktingnya yang bagus. Tapi sekarang karena adanya Xia Lie si gadis udik dari desa yang tiba-tiba masuk ke dalam keluarganya. ia merasa hidupnya berubah dan itu membuatnya sangat kesal dan ingin memberinya pelajaran.
“Hei gadis desa, bukankah ini hari pertamamu di sini? Hebat juga langsung mendapat teman. Tapi apa hebatnya berteman dengan dua gadis yang tak ada kemampuan ini? Memang ya, kalau orang dengan standar yang sama pasti akan mudah berkumpul.” Ucap Xia Yu yang tak mau mengakui Xia Lie sebagai kakaknya di kampus ini. Yah mana mau ia jika semua orang tahu kalau mereka saudara? Bersaudara dengan gadis desa? iuh tak level dengannya.
“Mau cari masalah? Lebih baik kalian pergi daripada kalian menyesal nanti.” Balas Ji Rui, sedangkan Xia Lie tak peduli dan terus menikmati makan siangnya.
“Apa maksudmu? Kau berani?” tantang Xia Yu.
“Tentu, apa yang perlu ditakutkan dari gadis manja sepertimu.” Sindir Ji Rui.
“Apa?” Xia Yu kesal dibuatnya dan ia meraih gelas yang berisikan air dan ingin menyiram Ji Rui dengan air tersebut. Namun dengan cepat Ji Rui mendorong gelas tersebut ke arah Xia Yu yang kini malah ia yang tersiram air tersebut dan jadi basah kuyup dibuatnya. Wei Rui dan Su Xie terkejut namun kagum melihat keberanian Ji Rui pada Xia Yu yang terkenal suka menindas orang lain.
__ADS_1
“Sudah ku bilang kan kau pasti akan menyesal? Lihatlah sekarang kau malah basah kuyup karena berani mencari masalah dengan kami.” Ucap berani Ji Rui.
“Aaaarrrrrrgggghhh.” Teriak Xia Yu kesal dan meninggalkan tempat tersebut dengan diikuti kedua sahabatnya di belakang yang khawatir dengannya dan tak bisa berbuat apa-apa untuk membantunya.