
Saat Xia Lie sampai di rumah, Jia Chen yang menunggu dengan cemas setelah mendengar pintu rumah di buka, ia langsung berjalan cepat menuju pintu yang terbuka yang memunculkan sosok gadis kecilnya. Setelah melihat gadis kecilnya itu ia pun memegang bahu gadis itu dan memeriksa tubuhnya, apa ada yang luka atau tidak. Karena walau ia yang mengajarinya bela diri dan gadis kecilnya mampu menjadi Bos besar mafia yang juga adalah Interpol dan FBI di usianya yang baru 10 tahun. Tetap saja ia khawatir setiap ia menjalankan misi.
Karena ia tak menemukan luka sedikit pun di tubuh gadis kecinya ini. Hatinya mulai lega, dan ia pun mengajaknya masuk ke dalam rumah dan menyuruhnya makan. Walau sekarang adalah tengah malam karena ia beraksi di saat sore menjelang malam. Walau sudah terlambat untuk makan malam, tetap saja Jia Chen menyuruh gadis kecilnya ini makan terlebih dahulu sebelum membersihkan diri dan beristirahat.
“Xiao Lie ayo makan dulu sebelum kau masuk ke kamarmu.” Ajak Jia Chen.
“Baik Ayah.” Xia Lie hanya bisa menurut dan patuh.
“Bagaimana misimu?” tanya Jia Chen.
“Sukses.” Jawabnya setelah menelan makanannya.
“Bagus aku percaya padamu kau akan selalu sukses dalam misimu sekalipun itu misi yang berbahaya.” Yakinnya.
“Oh iya karena kamu sekarang berada di sini, aku ingin besok kau ikut denganku ke laboratorium. Aku kini sedang meneliti sebuah obat yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Namun masih ada beberapa hal yang perlu dipastikan untuk bisa beredar di masyarakat umum. Obat ini berasal dari beberapa tanaman herbal tanpa mengandung bahan kimia sadikitpun. Namun saat di uji coba pada tubuh hewan yang memiliki penyakit serius, efeknya masih perlu di kembangkan agar mencapai kata sempurna. Jadi aku butuh bantuanmu, kau bisa kan?” tanya Jia Chen berharap.
“Baiklah Ayah aku akan ikut denganmu.” Setuju Xia Lie.
“Bagus bagus kau memang anak yang berbakti.” Puji Jia Chen pada gadis kecilnya.
Setelah percakapan itu Xia Lie sudah pamit untuk istirahat. Setelah membersihkan diri ia pun tertidur. Keesokan harinya ia sudah siap untuk pergi bersama Ayahnya ke laboratorium. Sebelum itu mereka saapan sebentar dan mulai keluar dari rumah dan menju ke mobil mereka dan berangkat ke laboratorium. Tentu saja Xia Lie akan menggunakan topengnya yang menutupi mata hingga hidungnya. Topeng itu berwarna merah dengan bulu-bulu merah di sebelah kiri dan kanan matanya. Topeng burung Phoenix yang sangat indah dan menawan menutupi sebagian wajahnya.
Karena wajahnya yang sebagian tertutupi oleh topeng, tak ada yang akan menyangka bahwa ia masih di bawah umur. Karena tinggi badannya yang sekitar 170 cm di usianya yang baru 15 tahun. Belum lagi nanti saat usianya semakin bertambah tinggi badan pun juga pasti akan bertambah. Di usia segitu sudah termasuk sangat tinggi bagi para perempuan.
__ADS_1
Saat mereka berdua memasuki laboratorium, semua peneliti di sana sudah mengenal baik sosok Xia Lie namun mereka banyak yang belum tahu wajah dan bahkan usianya. Hanya beberapa peneliti tingkat atas yang sudah mengetahui tentang sosok Xia Lie ini. Jadi mereka yang belum tahu membungkuk hormat pada Xia Lie karena ia termasuk Profesor dan dokter handal. Bahkan peringkatnya adalah yang paling tinggi di atas Jia Chen dan yang lainnya.
“Profesor Chen, Profesor Lie selamat datang.” Sapa para peneliti di sana.
“Ya.” Jawab Jia Chen sedangkan Xia Lie hanya mengangguk menanggapi mereka.
Ya terhadap orang lain saat ia berada di identitasnya yang sekarang, sifatnya ini adalah sifat yang dibangunnya sesuai kedaan identitas lain dirinya. Walau sebagai Xia Lie yang dikenal oleh Jia Chen dan para sahabatnya ia adalah gadis periang dan ramah. Tapi untuk menggunakan identitasnya baik itu Bos Phoenix, Profesor Lie, maupun CEO Lie, ia adalah sosok yang misterius, elegan, anggun dan dingin.
Walau ini seperti kepribadian ganda, tapi ini bukanlah hal semacam itu. Karena yang ia lakukan adalah menjaga identitasnya yang asli tetap tersembunyi dan selalu menjadi rahasia umum. Maka walau kepribadiannya bertolak belakang, ia tetap bisa menerapkannya di setiap situasi di mana ia berada.
“Baiklah sekarang ini aku mengundang Profesor Lie untuk membantu kita dalam penelitian kita kali ini.’ Ucap Jia Chen.
“Baik Profesor Chen, dengan ini kita pasti bisa berhasil.” Jawab mereka.
Mereka pun mulai kembali menguji obat yang diteliti oleh mereka. Saat memulai dengan obat yang sebelumnya untuk menguji kembali efeknya. Xia Lie meminta obat itu diserahkan kepadanya sebelum digunakan pada hewan uji. Dan hanya dengan mencium aroma dari obat tersebut, Xia Lie mampu menguraikan bahan-bahannya dan apa yang kurang di dalamnya hingga efeknya masih kurang.
“Sepertinya dari semua bahan sudah akselerasi efeknya sudah sangat bagus hanya saja, ini karena masih ada bahan yang memungkinkan untuk lebih kuat akselerasinya dari obat ini.” Kata Xia Lie menjelaskan penemuannya.
“Maksudmu ada bahan yang kurang?” tanya Jia Chen.
“Benar untuk bisa menyempurnakan akselerasi efek yang mungkin akan dipengaruhi di dalam tubuh kita masih membutuhkan satu bahan untuk bisa dikombinasikan ke dalam obat ini.” Terang Xia Lie.
“Bahan apa itu?” salah satu peneliti bernama Gong Au bertanya karena penasaran.
__ADS_1
“Gotu Kola.” Jawab Xia Lie.
“Gotu Kola?” tanya yang lain.
“Ya Gotu kola atau Centella Asiatica adalah tanaman yang biasa digunakan untuk membuat jus atau teh.
Ramuan yang terbuat dari gotu kola sering kali disebut sebagai ramuan umur panjang karena berbagai manfaat yang dimiliki.
Gotu kola biasa digunakan sebagai suplemen makanan dan terkenal sebagai anti radang. Tanaman satu ini juga bermanfaat untuk penderita diabetes.
Obat herbal dari gotu kola digunakan untuk meningkatkan daya ingat dan juga bisa meningkatkan sirkulasi darah.
Namun, tak jarang juga tanaman ini digunakan sebagai bahan alami penyembuh luka.” Jelas Xia Lie menerangkan khasiat tanaman tersebut
“Ah aku ingat tanaman ini, jika kita menambahkan tanaman ini pasti efek obatnya akan semakin sempurna untuk mengobati segala penyakit. Apa lagi ini adalah tanaman umur panjang.” Teriak Gong Au antusis.
“Baiklah kalau begitu mari kita buat obat baru dengan tambahan bahan tersebut dan segera setelah jadi kita akan mengujinya di tubuh hewan percobaan yang sudah sangat sakit dan sekarat.” Ucap Jia Chen memimpin yang lain untuk segera bereksperimen.
“terima kasih Profesor Lie berkatmu kita jadi tahu tentang bahan yang kurang dari obat ini.” Ucap Gong Au.
“Tidak masalah, bukankah kehadiranku di sini memang untuk membantu penelitian? Jadi itu sudah menjadi kewajibanku untuk membantu jika aku tahu.” Kata Xia Lie merendah.
“Ah Profesor Lie benar hehe” tawa Gong Au agak canggung.
__ADS_1
Sudah hampir setengah hari penelitian dilakukan, dan mereka sebentar lagi hampir selesai membuat obat tersebut. Walau biasanya penelitian biasa membutuhkan paling lama empat hari, namun berkat adanya Xia Lie. Penelitian ini bahkan hampir selesai saat sudah setengah hari berlangsung. Kecepatan yang luar biasa, sungguh mengagumkan.