Rahasia Gadis Desa

Rahasia Gadis Desa
Bab 10


__ADS_3

Hari di mana Xia Lie dijemput pun tiba, Ruan Qi datang sendiri untuk menjemput Xia Lie sedangkan Xia Chen tentunya ia masih di kantornya. Sedangkan adik-adik Xia Lie masih ada urusan lain, jadi mereka tidak ikut menjemputnya. Yah walau pun Xia Lie tahu mereka juga tak akan peduli padanya bahkan untuk menjemput pun kayaknya mereka memang enggak mau. Jadi Xia Lie tidak terlalu memikirkan mereka, terserah mereka saja, lagi pula jika memang nantinya ia tak betah tinggal di keluarga Xia, ia akan tinggal bersama kakak-kakaknya.


“Xia Lie cepat bawa barang-baragmu dan segera masuk ke mobil, kita angkat menaiki pesawat siang ini.” Kata Ruan Qi.


“Baik.” Jawabnya sambil mengambil barang-barangnya yang hanya satu koper saja.


Ya dia hanya membawa sedikit pakaian saat ia kembali ke desa dari Beijing kemarin. Karena ia tahu nantinya juga akan pergi lagi ke Beijing jadi ia hanya menyiapkan satu koper saja untuk di tempatkan di rumah keluarga Xia. Sedangkan untuk keperluan lainnya masih berada di Vilanya dan di rumah Ayah angkatnya. Yah karena ia tahu harus tetap mengunjungi Ayah angkatnya. Untuk itu ia memutuskan membawa sedikit saja, yah karena pasti keluarga Xia pikir ia tak akan memiliki banyak barang karena sudah tinggal di desa tersebut sejak kecil dan sendirian.


Setelah sampai di bandara, Xia Lie membalas pesan kakak-kakaknya yang mengatakan mereka tinggal di perumahan dekat rumah keluarga Xia. Jadi kalau Xia Lie mau bertemu dengan mereka ia tinggal berkunjung ke rumah sebelah. Keluarga Xia ini cukup kaya di Beijing namun tidak sekaya Jia Chen dan empat keluarga besar di Beijing. Bahkan tidak sekaya keluarga Zhang yang merupakan keluarga terkaya di peringkat sepuluh dari peringkat keluarga terkaya yang ada di Beijing.


Dan tujuan keluarga Xia menjemput Xia Lie adalah demi berbesan dengan keluarga Zhang ini. Namun Xia Lie tidak mengetahui hal tersebut, yah lagi pula ia tidak peduli dengan alasan keluarga Xia menjemputnya. Namun mungkin kalau ia tahu akan dijual ke keluarga Zhang ia tak akan mau ikut dengan mereka. Karena itu keluarga Xia tak memberi alasan pada Xia Lie yang sudah 13 tahun diabaikan oleh mereka di desa terpencil.


Mereka akhirnya sampai di kediaman Xia, namun tak ada yang menyambut kedatangan Xia Lie kecuali Bibi Chi. Bibi Chi ini juga lah yang mengasuh Xia Lie waktu bayi dan sampai berumur 5 tahun. Karena itulah ia masih ramah pada Xia Lie dan karena ia peduli dan prihatin. Bibi Chi langsung membawakan koper Xia Lie ke kamarnya setelah Xia Lie memasuki rumah.


“Terima kasih Bibi Chi.” Ucap tulus Xia Lie.


“Tentu Nona, tidak masalah itu sudah tugas Bibi.” Jawab Bibi Chi ramah.


“Ah Bibi biar aku saja yang menatanya.” Teriak Xia Lie terkejut melihat Bibi Chi sudah mulai mengeluarkan pakaian Xia Lie di dalam koper menuju lemari.


“Tak apa Nona, biar Bibi yang merapikan ini, Nona bisa beristirahat sebentar, bukankah Nona baru saja naik pesawat? Takutnya Nona mengalami Jetlag.” Ucap Bibi Chi.

__ADS_1


“Ah baiklah Bibi, terima kasih.” Kata Xia Lie akhirnya.


“Sama-sama Nona.” Balas Bibi Chi.


Saat makan malam keluarga Xia telah berkumpul di ruang makan. Mereka sudah menempati tempat duduk masing-masing. Xia Lie duduk di samping Xia Quan, sedangkan Ruan Qi duduk di samping Xia Yu dan Xia Chen berada di ujung meja sebagaimana tempat duduk kepala keluarga. Xia Quan awalnya agak keberatan duduk di samping kakaknya yang dari desa ini. Namun dengan terpaksa ia pun tetap harus duduk di sana.


“Xia Lie karena kamu bahkan belum pernah sekolah karena harus menghidupi dirimu di desa sendirian maka kami akan menyiapkan ujian akselerasi untukmu agar kamu bisa langsung kuliah di universitas yang kita pilih, jadi kau harus berusaha keras untuk bisa lulus ujian akselerasi ini mengerti?!” titah Xia Chen.


“Baik.” Jawab Xia Lie.


“Bagus, persiapkan mulai dari sekarang, aku sudah menaruh buku-buku pelajaran di kamarmu, kau harus belajar giat.” Titahnya sekali lagi.


Tak ada yang menyadari bahwa Xia Lie tidak memanggil Xia Chen Ayah dan juga Ruan Qi ibu saat tadi baru samai di sini. Bagi Xia Lie mereka tak pantas diberi sebutan itu untuk orang tua yang menelantarkan anaknya sendiri. Jadi ia pun memutuskan untuk tak memanggil mereka dengan sebutan Ayah atau pun Ibu. Lagi pula ia juga seperti tak di anggap anak kan, buat apa ia menganggap mereka orang tuanya. Orang tuanya hanyalah Ayah Jia Chen seorang.


Setelah Xia Lie selesai makan ia langsung undur diri dan menuju ke kamar meninggalkan mereka yang masih dengan makanannya. Sampai di kamarnya ia melihat dokumen-dokumen di dalam ponselnya. Ada dokumen-dokumen dari Rumah Sakitnya dan juga dokumen-dokumen perusahaannya. Untuk dokumen-dokumen misi dari kepolisian ia sudah menyerahkannya pada Zhao Xi untuk mengurusnya semua jika ada yang penting baru ia yang akan menanganinya.


Mengecek beberapa dokumen-dokumen tersebut, ia akhirnya mengirim pesan pada Ji Rui. Apa kakak-kakaknya ini sudah berada di rumah sebelah apa belum. Jika sudah ia ingin berkunjung ke sana diam-diam. Mungkin ia akan beralasan cari angin keluar malam ini. Yah ia benar-benar tak nyaman di rumah ini, karena sudah lama kan ia tak tinggal di sini dan itu pula saat ia masih kecil dan sudah harus pergi dari rumah ini saat berumur 6 tahun.


Karena semua anggota keluarga Xia sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing, itu memudahkannya keluar dari rumah dan pergi ke rumah di sebelah rumah ini. Setelah sampai di rumah sementara milik kakak-kakaknya, ia langsung masuk karena sudah dikirimi kata sandi pintu rumah tersebut.


“Rui-Jie aku sudah datang...” teriak Xia Lie senang. Ya ini memang sikap aslinya jika bersama orang-orang terdekatnya, aktif dan ceria itulah dia dimata orang-orang terdekatnya.

__ADS_1


“Xiao Lie.... aaahhh aku merindukanmu...” teriak Ji Rui dan langsung memeluk Xia Lie erat.


“Hehe baru saja dua hari kita tak bertemu Jiejie sudah rindu saja.” Ucap Xia Lie.


“Sudahlah ayo ke kamarmu, aku sudah menyiapkan keperluanmu di kamarmu itu jika kamu tak betah di rumah mereka.” Kata Ji Rui menuntun Xia Lia ke kamar miliknya.


“Siap.” Balas Xia Lie semangat.


“Haaaah aku ingin tinggal di sini saja, di sana sungguh tak nyaman.” Keluh Xia Lie yang merasa nyaman dengan kamar barunya ini.


“Ya sudah sih tinggal di sini saja bersama kami.” Kata Ji Rui.


“Mana mungkin diizinkan dan aku di suruh ikut ujian akselerasi, pasti ada sesuatu hal yang mengharuskanku kuliah. Ada alasan di balik ini, mereka menjemputku pasti ada yang mereka inginkan dariku.” Curiga Xia Lie.


“Aku juga berpikir begitu, jika memang ada sesuatu, kau tak perlu menurutinya jika itu hal yang tak kau sukai. Jangan paksakan dirimu untuk mereka, apalagi harus mengorbankan dirimu demi mereka yang bahkan tak memedulikanmu. Sudahlah jika hal itu terjadi kau hanya perlu menolak titik!!” kata Ji Rui tak bisa dibantah.


“Siap Jiejieku sayang apapun untukmu.” Gurau Xia Lie.


“Aku serius.” Kata Ji Rui.


“Baik aku tahu yang terbaik untukku, jika itu hal yang tidak aku sukai aku pasti akan menolaknya. Jadi Jiejie tenang saja.” Ucap Xia Lie serius.

__ADS_1


__ADS_2