
“Ibu... bantu aku...” rengek Xia Yu.
“Ada apa sayangku?” tanya sang ibu tak tega melihat putrinya seakan baru saja ditindas.
“Kak Xia Lie merebut peran yang seharusnya aku dapat ibu... gara-gara dia aku jadi kehilangan kesempatan untuk terkenal.” Xia Yu kesal memikirkan kejadian tadi siang.
“Tenang sayang, bukankah dengan dia mnjadi aktris uangnya akan menjadi milik kita? Itu adalah tujuan awal ayahmu menyekolahkan dia di Universitas yang sama denganmu. Jadi saat dia juga menjadi aktris dari agensi yang dibangun ayahmu itu, maka semua uang yang ia dapat adalah milik kita.” Terang Ruan Qi yakin.
“Tapi ibu... kalau ia malah menandatangani kontrak dengan agensi lain bagaimana?” tanya Xia Yu cemas jika hal itu terjadi.
“Memangnya akan ada agensi yang mau menerimanya yang bahkan belum pernah tampil di publik sebagai aktris?” kata Ruan Qi yang yakin semua itu tak akan terjadi.
“Tetap saja ibu, mungkin saja hal itu terjadi sama seperti kejadian tadi siang di audisi.” Xia Yu masih khawatir.
“Sudah sudah jangan cemaskan hal yang belum terjadi, aku akan minta ayahmu untuk mengontrak Xia Lie sebagai aktris di perusahaan kita nanti.” Kata Ruan Qi menenangkan Xia yu.
“Baiklah ibu.” Ucap Xia Yu pada akhirnya.
Namun sesuai dugaan Xia Yu, saat Xia Chen mendengar bahwa Xia Lie akan tampil sebagai pemeran utama wanita di drama yng disutradarai oleh Sutradara Mo. Ia segera menyuruh Xia Lie tanda tangan kontrak dengan perusahaan Sheng Chen Entertainment miliknya. Dan tentu saja Xia Lie menolak dengan alasan ia telah dikontrak oleh agensi lain tadi siang setelah audisi.
__ADS_1
Mereka bertiga tidak menyangka akan hal itu, padahal tujuan mereka menjadikan Xia Lie aktris adalh untuk dapat memanfaatkannya agar menghasilkan uang banyak untuk perusahaan mereka. Tapi hal tak terduga malah terjadi, mereka bahkan tak bisa memanfaatkan bakat akting Xia Lie sama sekali. Karena tak sesuai rencana mereka pun kesal bukan main.
Dan karena Xia Lie bahkan sudah tak bermanfaat bvagi mereka, mereka berpikir untuk mengusir Xia Lie dari rumah seperti waktu ia berumur 6 tahun. Namun ide gila muncul di benak Ruan Qi. Ia menyarankan jika sebaiknya Xia Lie dijodohkan dengan Tuan Muda kaya raya yang bisa mereka manfaatkan untuk memasok keuangan mereka karena telah menjadi menantu keluarga Xia.
Ide tersebut pun disetujui olh Xia Chen, kebetulan keluarga Zhang sedang mencarikan calon istri untuk anak tertua mereka. Dan tidak maslah untuk menjalin pertunangan terlebih dahulu karena anak tertua mereka kini sedang sibuk dengan kariernya sebagai aktor. Dan kalau bisa pertunangan mereka juga dirahasiakan karena sebagai publik figur Tuan Muda Zhang tak ingin ada gosip yang menyebar apalagi itu tentang masalah pribadinya.
Dan kebetulan mereka juga sangat dekat dengan keluarga Zhang ini. Jadi memudahkan mereka untuk menjalin hubungan antar besan jika anak-anak mereka menikah nantinya. Namun Xia Yu malah tidak setuju karena ia sangat menyukai Tuan Muda Zhang ini. Alih-alih menikahkan Xia Lie kepada Tuan Muda Zhang, lebih baik dirinya saja yang dijodohkan. Namun Ruan Qi memberi pengertian pada putri kesayangannya ini agar tak impulsif.
Karena Tuan Zhang sendiri menyukai Xia Lie pada pandangan pertama. Ia pun berniat menjadikan Xia Lie sebagai menantunya di masa depan. Ia memiliki kesan yang baik terhadap Xia Lie saat pertama kali bertemu dengannya dimana saat itu ia di undang untuk makan malam di kediaman Xia. Ia merasa temperamen Xia Lie sangat unik dan cocok untuk Yi’er. Jadi ia telah memutuskan untuk mengambil Xia Lie sebagai menantunya.
Acara pembukaan syuting pun tiba, Xia Lie kini ditemani Ji Rui yang memang memaksa ingin ikut dan menjadi asistennya di lokasi syuting. Dengan tak ada pilihan selain menyetujuinya Xia Lie pun membiarkan kakaknya yang over protektif ini ikut dengannya. Sutradara Mo yang memang mengenal Ji Rui sebagai orang penting di Xia Lie Guan menjadi bertanya-tanya, kenapa Ji Rui mau menjadi asisten Xia Lie yang baru saja akan menjadi seorang aktris.
“Oh Sutradara Mo aku baik, dan selamat ya karena telah memilih Xiao Lie kami menjadi pemeran utama wanita di seri drama mu, setelah ini aku yakin dramamu pasti akan menjadi yang paling populer.” Ucap Ji Rui yakin dan percaya diri.
“Ah hahaha kau benar Nona Xia Lie memang sangat berbakat dalam akting, dan aku beruntung bisa menemukannya." tawa suka Sutradara Mo.
“Tentu Xiao Lie kami ini memang luar biasa kau tak akan menyesal memilihnya.” Ji Rui meyanjung Xia Lie berlebihan.
“Hahaha tentu tentu sesuai perkataan Nona Ji, semua pasti berjalan dengan baik ke depannya.” Kata Sutradara percaya.
__ADS_1
Setelah acara seremonial berlangsung dengan lancar dan para wartawan juga puas akan wawancara dari Sutradara dan juga pemain dalam drama tersebut. Kini mereka sedang menggelar acara makan malam bersama untuk mengeratkan cemistry sesama pemain dan para kru agar nantinya syuting berjalan dengan lancar.
Sampai di rumah Xia Yu kesal mendapati Xia Lie yang baru pulang dari acara seremonial drama yang akan ia bintangi. Ia benar-benar ingin memberi perhitungan karena telah merebut kesempatannya untuk bersinar sebagai aktris pendatang baru. Walau ia adalah senior di kampus mereka, namun Xia Yu hanya baru melakukan pemotretan yang bahkan itu bukan pemotretan untuk majalah besar atau iklan terkenal. Dan saat ia memiliki kesempatan untuk menjadi aktris yang akan dibimbing oleh sutradara yang terkenal. Peran itu malah direbut oleh kakak udiknya ini yang berasal dari desa?
Saat ini Xia Yu sedang memegang secangkir air panas yang baru saja dituang saat masih mendidih yang ia sembunyikan di belakang punggungnya. Ia berniat ingin menyiram wajah Xia Lie agar ia tak dapat ikut syuting karena wajahnya yang melepuh karena air mendidih tersebut. Dan saat itulah ia akan bisa menggantikan perannya dan ia yang akan memerankan tokoh Chi Huan Yi.
Namun, semua itu tak terjadi sesuai rencana Xia Yu, karena saat Xia Yu berpura-pura tersandung dan mengarahkan cangkir dengan air yang mendidih itu ke arah Xia Lie. Xia Lie dengan mudahnya menghindar dengan cepat dan saat percikan air mendidih tersebut yang tumpah ke lantai malah mengenai Xia Yu. Xia Yu langsung berteriak kesakitan karena panas dari air mendidih tersebut mengenai wajahnya sendiri. Yah ini namanya senjata makan tuan.
Walau hanya percikan air yang sedikit itu mengenai wajahnya, tetap saja ia merasa kesakitan. Xia Chen, Ruan Qi dan Xia Quan keluar mendengar teriakan Xia Yu. Ruan Qi yang melihat wajah Xia Yu memiliki bintik-bintik merah yang melepuh ia langsung menghampiri putrinya tersebut. Xia Chen pun bertanya ada apa sebenarnya.
“Ada apa ini? kenapa dengan wajahmu Yu’er?” tanya Xia Chen.
“Yu’er kenapa dengan wajahmu nak? Kenapa bisa ada lepuhan di wajahmu? Apa yang terjadi?” tanya Ruan Qi khawatir.
“Kakak Lie, apa yang terjadi?” tanya Xia Quan yang malah bertanya kepada Xia Lie dengan raut khawatir padanya. Xia Lie yang melihat raut khawatir di wajah adiknya pun melunak dan sedikit tersentuh.
“Dia berusaha menyiramku denga air mendidih, dan aku berhasil menghindar tepat waktu, lalu air itu terciprat kewajhnya saat ia terjatuh.” Jelas Xia Lie pada Xia Quan dengan jujur.
“Tidak mungkin, Yu’er tidak mungkin mau menyelakaimu, pasti kamu yang menyelakainya!!” Ruan Qi tak percaya dengan perkataan Xia Lie, padahal ia paling tahu dengan sifat Xia Yu. Xia Yu pasti masih kesal karena perannya direbut oleh Xia Lie dan ia berusaha merusak wajah Xia Lie agar tak dapat mengikuti syuting. Sungguh ibu dan anak yang sama-sama kejam.
__ADS_1