
Saat ini Xia Lie sedang menguji latihan Xia Quan selama ini. Ia akan bertarung dengannya untuk menilai adakah kekurangan di dalam seni bela diri Xia Quan yang ia latih itu. Xia Quan pun sangat bersemangat karena ia akan langsung berlatih bertarung dengan kakaknya ini. Namun tetap saja sebelum bertarung ia diharuskan pemanasan terlebih dahulu. Saat semuanya sudah siap kini pertarungan dimulai.
Xia Quan mulai menyerang dahulu, namun tinjuannya mampu dihindari dengan mudah oleh Xia Lie. Xia Quan pun melancarkan tendangan ke arah kepala Xia Lie dan berhasil ditangkis oleh Xia Lie. Xia Lie di sini hanya menangkis dan menghindar karena ia memang melakukan pertarungan ini untuk menilai kemampuan Xia Quan.
Dua jam berlalu Xia Lie akhirnya menyudahi pertarungan mereka dan berhasil mengidentifikasi mana saja yang harus Xia Quan perbaiki dalam pertarungan kali ini. Xia Quan sedikit kelelahan dan nafasnya sedikit tersengal karena ini pertama kalinya ia benar-benar mengerahkan tenaganya untuk bertarung. Xia Lie pun mulai menjelaskan kekurangan Xia Quan.
“Baiklah gerakanmu sudah cukup bagus, namun kau terlalu bertumpu dengan menggunakan kekuatan yang terlalu berlebihan hanya untuk satu tinjuan maupun satu tendangan. Dan itu membuatmu kehabisan tenaga dan menjadi mudah lelah. Santailah, kau cukup mengerahkan 30 % dari kekuatanmu di setiap tinjuan dan tendangan yang kau lakukan, itu bisa menghemat tenaga dan kekuatanmu serta sudah mampu menumbangkan lawan.” Terang Xia Lie serius.
“Ah, jadi begitu ya Kak? Pantas saja aku langsung kelelahan walau pertarungan hanya berjalan dua jam saja." Xia Quan mengerti sekarang.
Ah perlu aku ingatkan, sebenarnya di saat mereka berlatih bela diri, tak ada dari keluarga Xia yang tahu akan hal ini. Ya, itu keinginan Xia Lie, jadi walau ia menggunakan halaman taman di kediaman Xia. Tapi mereka melakukan latihan di pagi hari di mana anggota keluarga Xia masih terlelap, walau terkadang Xia Chen sudah bangun, tapi ia selalu berada di ruang kerjanya.
Xia Quan juga menginginkan hal yang sama dengan Xia Lie, ia tak ingin keluarganya tahu bahwa ia belajar bela diri. Karena ia yakin kalau ibu dan ayahnya tahu ia pasti dilarang. Jadi mereka pun sepakat berlatih di halaman taman yang tidak sering dikunjungi.
“Kak aku sedikit penasaran, kakak bisa bela diri belajar dari mana?” tanya Xia Quan.
“Ah kau masih terlalu kecil untuk tahu tentangku.” Jawaban Xia Lie tak memuaskan Xia Quan.
“Aku sudah besar Kak, jadi ku bisa tahu kan?” Xia Quan masih bersikeras ingin tahu.
__ADS_1
“Kau sungguh ingin tahu? Tapi ini rahasia.” Ucap Xi Lie misterius.
"Kakak aku tidak sedang bercanda, apa kakak tetap akan merahasiakan ini padaku? Bukan kah kita sudah dekat... hmm?” Xia Quan memandang Xia Lie menggunakan puppy eyesnya.
“Kau sungguh ingin tahu hal ini? Ini akan berbahaya bagimu jika kau mengetahuinya.” Xia Lie masih ragu untuk memberitahukan rahasianya pada adiknya ini.
“Ayolah Kak kita saudara kan? Aku pasti akan menjaga rahasiamu, dan aku hanya ingin melindungi kakak yang banyak membantuku, aku benar-benar ingin dekat dengan kakak dan menjadi adik yang berguna bagi kakak, apa kakak tidak menginginkanku?” mata Xia Quan berkaca-kaca, ia sangat tulus mengatakan hal tersebut.
“Apa tidak apa-apa aku memberitahunya? Ini akan sangat membahayakan dirinya. Dan walaupun kemarin aku berpikir untuk merekrutnya ke dalam tim, tapi ia masih sangat muda, yah walaupun aku juga anggota termuda an menjadi ketua mereka, tetap saja ini bahaya bagi Xia Quan, haiz kenapa jadi seperti ini? aku tak ingin membuatnya bersedih, tapi... ah ya sudah lah beri tahu ya beri tahu saja, untuk masalah ke depan pikirkan nanti.” Batin Xia Lie meragu.
“Baiklah jika kau begitu penasaran.” Putus Xia Lie yang akhirnya mau memberi tahu Xia Quan rahasianya.
“Kakak memang yang terbaik, aku akan menjadi pendengar yang baik.” Xia Quan sangat senang bisa dipercaya oleh kakaknya ini.
“Ummm bukankah itu sekelompok mafia?" tanya Xia Quan.
"Memang benar itu adalah sekelompok mafia, namun yang sesungguhnya bukan seperti yang terlihat di luar. Kau tahu bagaimna para polisi mengatasi segala hal kriminal yang sulit mereka tangani akhirnya berhasil sukses tertangani?” tanya Xia Lie lagi.
“Ummm aku tidak begitu tahu akan hal itu Kak, jadi apakah ini ada hubungannya dengan Phoenix Niwana?” Xia Quan sedikit tercerahkan.
__ADS_1
“Kau cukup pintar, jadi tugas Phoenix Nirwana sesungguhnya adalah membantu para polisi menyelesaikan kasus kriminal yang sulit mereka tangani, dan mafia hanyalah kamuflase dari mereka agar tak diketahui oleh musuh-musuh mereka.” Terang Xia Lie.
“Jadi apa hubungan Kakak dengan Phoenix Nirwana ini?” Xia Quan berhasil menangkap hal yan penting.
“Ya, itu karena kakak termasuk anggota Phoenix Nirwana.” Jawabnya yang membuat Xia Quan yang awalnya duduk di tanah langsung berdiri terkejut.
“Apa!!? Kakak sungguh anggota mereka? Bagaimana bisa? Bukankah kakak selalu tinggal didesa?” tanya Xia Quan yang tak mengerti.
“Yah, sebenarnya masih banyak rahasiaku tapi kamu cukup tahu satu hal ini, untuk yang lain biar aku simpan sendiri saja.” Kata Xia Lie menghela nafas.
“Baik Kak aku tak akan memaksa kakak untuk memberitahunya.” Xia Quan pengertian.
“Kak, jika aku sudah berumur 17 tahun dan ilmu bela diriku sudah semakin kuat dan ahli, bolehkah aku bergabung dengan kakak? Aku pasti akan melindungi kakak jika ada misi.” Xia Quan mengusulkan hal ini dengan sungguh-sungguh.
Xia Lie yang awalnya memang ingin merekrut Xia Quan menjadi sedikit terkejut sekaligus terharu mendengar adiknya begitu peduli padanya. “Baiklah jika itu sudah menjadi keputusanmu, aku pasti akan memastikan kau masuk ke dalam tim dengan mudah.” Xia Lie setuju.
“Oke terima kasih Kak, ah jangan bilang pada Ayah dan Ibu tentang ini ya Kak...” mohon Xia Quan.
“Buat apa aku bilang kepada mereka, mereka saja selalu mengabaikanku.” Kata Xia Lie cuek.
__ADS_1
“Haha benar juga.” Xia Quan tertawa canggung.
Setelah mereka berlatih dan berbincang cukup lama, mereka pun masuk ke dalam kediaman. Untungnya anggota keluarga Xia masih belum bangun karena ini baru jam delapan pagi. Dan tepat saat mereka berdua masuk ke kamar, anggota keluarga yang tadinya masih terlelap sudah mulai beraktivitas. Dan saat Xia Lie dan Xia Quan selesai mandi dan turun untuk makan, semua anggota tidak ada yang menyadari bahwa mereka sudah bangun pagi-pagi untuk berlatih bela diri. Hanya beberapa pelayan saja yang tahu dan sudah disuruh untuk diam oleh Xia Quan. Dan para pelayan pun hanya bisa menjaga rahasia Tuan Muda dan Nona Tertua ini dengan sungguh-sungguh sesuai keinginan Tuan Muda mereka.