
Pertemuan singkat dengan Kakek Qin membuat Xia Lie berpikir, selama ini ia memang tak pernah bertemu dengan Tuan Muda Qin, Qin Yuan, tapi desas desus mengatakan bahwa ia tak tertarik dengan wanita dan sangat dingin terhadap orang-orang yang tidak dekat degannya. Sifatnya itu hampir sama dengannya. Ia juga memiliki kesamaan yang juga senang bekerja dan akan melupakan sekitarnya saat fokus mengerjakan sesuatu.
Xia Lie merasa konyol setelah mendengar ucapan Kakek Qin bahwa kemungkinan mereka berjodoh. Hah mana mungkin, pikirnya. Ah sudahlah yang ia perlu lakukan sekarang adalah menyelesaikan urusannya di keluarga Xia Ini. Ia juga sangat ingin berkumpul kembali dengan ayah angkatnya dan juga kakak-kakaknya bukan hanya itu ia juga rindu aktivitasnya di Tim Phoenix Nirwan. Hah rasanya ia benar-benar harus segera menyelesaikan masalahnya ini.
Setelah nantinya syuting berakhir, ia berencana segera memutuskan pertunangannya dengan Zhang Yi dan segera mengakhiri hubungannya dengan keluarga yang tak menyayanginya ini. Ah ingatkan dia soal Xia Quan yang satu-satunya orang yang tulus padanya. Iapasti akan membawa Xia Quan agar bisa bersinar dan sukses di masa depan. Ia akan memberinya jabatan tinggi di perusahaan cabang di luar negeri kalau bisa. dan itu jika Xia Quan mau ikut bersamanya dan berani meninggalkan keluarga Xia. Walau Xia Quan juga Tuan Muda kesayangan keluarga Xia, tapi sepertinya ia agak merasakan bahwa Xia Quan sedikit tertekan di keluarganya.
Ah, ia akan pikirkan itu nanti, besok ia tidak ada adegan syuting, jadi ia akan ke perusahaannya dan mendengar kabar tentang kerja samanya dengan perusahaan Su Corp. Dan Wei Corp. Saat Direktur Lan mendapat pesan dari bosnya bahwa bosnya akan ke perusahaan untuk membahas kerja samanya dengan dua perusahaan yang dipilih sendiri oleh bosnya. Ia menjadi bersemangat dan mengabari pemimpin dari dua perusahaan tersebut bahwa bos mereka ingin membicarakan kerja samanya ke depannya setelah mereka kemarin menandatangani kontrak.
“Tidak aku sangka bos akan langsung menemui mereka, sungguh keberuntungan yang besar bagi perusahaan mereka yang berhasil menarik minat bosnya ini.” Batin Direktur Lan.
Pagi harinya Xia Lie izin pada Xia Quan bahwa ia tidak dapat melatihnya hari ini karena ada urusan. Xia Quan pun agak sedih namun mengerti, mungkin saja kakaknya ini dipanggil oleh Tim Phoenix Nirwana untuk melakukan misi. Jadi ia pun sangat bersemangat jika tiba saatnya nanti ia bergabung dengan Tim. “Kak hati-hati tetap jaga diri Kakak dengan baik ya.” Ucap Xia Quan melambaikan tangannya saat Xia Lie mulai memanggil taksi dan pergi.
“Apa yang dipikirkannya?” batin Xia Lie.
Sesampainya di perusahaan, Xia Lie sudah mengganti pakaiannya sebelumnya ia mengenakan baju formal layaknya bos besar dan tentunya topeng tak pernah lepas dari wajahnya saat memasuki perusahaannya. Direktur Lan, Su Chang Jun dan Wei Xian Mo sudah berada di ruangan milik Xia Lie menunggunya datang.
Saat Xia Lie masuk, Direktur Lan langsung bangkit dan memperkenalkannya kepada dua orang yang ada di sana. Dua orang tersebut sangat terkejut mendapati bahwa bos dari perusahaan terkenal adalah seorang gadis muda yang misterius. Mereka menilai bahwa gadis itu seusia anak gadis mereka. Mereka pun berjabat tangan dan saling menyebutkan nama masing-masing.
“Ah salam kenal Bos, namaku Su Chang Jun.” Ucapnya.
“Saya Wei Xian Mo, senang berkenalan dengan Anda Bos...?”
__ADS_1
“Xia panggil aku Nona Xia.” Tanggap Xia Lie.
“Oh baik Bos, maksudku Nona Xia.” Jawab mereka berdua.
“Baiklah, aku di sini hanya memastikan bahwa apakah kalian puas dengan kontrak kerja sama kita? jika ada yang ingin kalian tambahkan bisa bicara denganku langsung, karena untuk hari-hari berikutnya saya akan sangat sibuk dan tidak tahu kapan bisa datang ke perusahaan lagi.”
“Tidak-tidak kami sangat puas, bahkan kami tak percaya dengan hasil bagi untung yang Anda tentukan.” Kata mereka tak enak hati.
“Tak apa ke depannya tak perlu sungkan untuk mengatakan apapun yang kalian butuhkan di dalam kerja sama ini. Aku pasti akan memastikan bahwa kalian mendapatkan untung yang berlimpah setelah menandatangani kontrak dengan kami." Xia Lie sangat murah hati.
"Anu Nona Xia, ada sedikit hal yang ingin saya tanyakan.” Kata Su Chang Jun ragu.
“Bukan, itu... hanya saja saya tidak mengerti kenapa Anda memilih kami yang bahkan baru saja mendirikan perusahaan baru-baru ini berkat hasil jerih payah putri kami yang sebagai aktris.” Kata Su Chang Jun penasaran.
“Iya benar, saya juga sangat penasaran Nona Xia.
“Ah itu juga berkat putri-putri Anda berdua, kami teman dekat. Ah jangan mengatakannya pada putri Anda tentang saya, karena saya merahasiakan ini dari mereka.” Jujur Xia Lie.
“Ah, huhuhu keberuntungan apa yang membuat putri kami berteman dengan Anda yang luar biasa ini... kami sungguh tak menyangka.” Mereka terharu.
“Tak perlu dipikirkan, mungkin memang takdir kita dipertemukan dan menjalin hubungan pertemanan, jadi Anda berdua harus berusaha lebih keras untuk memimpin perusahaan kalian ini dan mengubahnya menjadi perusahaan yang menghasilkan untung yang banyak dan juga bisa menjadi sepuluh teratas di puncak.” Kata Xia Lie.
__ADS_1
“Ah kami cukup senang jika kami bisa membuat perusahaan kami untung banyak, kami bahkan tak memimpikan untuk bisa menjadi sepuluh besar teratas perusahaan yang terkenal.” Jawab mereka rendah diri.
“Kalian harus punya ambisi untuk bisa memimpin perusahaan dan menjadikannya terkenal dan mendapat untung yang besar, jadi saranku selain bekerja keras Anda perlu tekad yang kuat untuk membuat perusahaan Anda bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang lain.” Jelas Xia Lie yang membuat mereka berdua tersentak kagum dengan pemikiran gadis muda ini.
“Baik Nona Xia.” Mereka mengangguk setuju.
Setelah itu mereka pun membahas tentang kontrak kerja sama mereka yang telah ditandatangani oleh dua ayah temannya ini kemarin. Mereka berunding dan memutuskan bagaimana mengembangkan produk-produk yang akan mereka pasarkan ke pasar-pasar yang ada di masyarakat baik itu online atau offline. Setelah lama menentukan hal-hal tersebut, Xia Lie pamit dan pergi meninggalkan mereka bertiga yang sangat bersemangat setelah membahas bisnis tadi.
Saat Xia Lie keluar dari perusahaannya, di pintu gerbang perusahaannya ia bertemu Shen Xie yang kebetulan ingin bertemu Xia Lie. Sudah lama ia tak menemui Xia Lie dan beruntun dari hari-hari yang berlalu saat ia ke sini dan tak mendapatkan hasil yaitu bertemu dengannya. Akhirnya hari in mereka berjodoh. Shen Xie pun segera menghampiri Xia Lie dan memeluknya rindu layaknya kakak yang merindukan adiknya.
“Oh Lie’er akhirnya aku bisa bertemu denganmu, aku sangat merindukanmu kau tahu, aku berusaha mencarimu di kantormu tapi tak pernah ada kabar kamu datang ke kantor, kemana saja kau ini?” tanya Shen Xie kesal dengan sikap Xia Lie yang misterius ini.
“Kak Xie, ada apa kau datang mencariku? Apa kau membuat masalah lagi?” curiga Xia Lie.
‘Enak saja memangnya aku pembuat masalah yang harus menemuimu saat setelah membuat masalah? Dasar.” Shen Xie menjitak kepala Xia Lie kesal karena di tuduh.
“Kan memang biasanya seperti itu.” Gumam Xia Lie yang tentunya masih bisa di dengar Shen Xie.
“Huh, dasar gadis jelek, aku datang karena benar-benar merindukanmu yang sudah lama tak kelihatan tahu. Ayah dan Ibu juga menanyakan kabarmu, terakhir kali kalian bertemu kan di acara terakhir kali itu. Dan aku bahkan belum sempat melihatmu yang datang ke Beijing ini. Kau benar-benar ya penuh sekali dengan misteri.” Kesal Shen Xie.
“Hahaha baik-baik itu semua salahku tak pernah menemui kalian di sela kesibukanku, maaf maaf” Xia Lie mengalah dan minta maaf.
__ADS_1