
Setelah drama yang terjadi di antara mereka, mereka pun bersiap-siap karena hari sudah sore. Untuk itu mereka segera menyamar sebagai tamu undangan yang akan menghadiri acara pesta di kapal pesiar. Karena mereka pun telah mendapatkan undangan yang semestinya bukan milik mereka sesungguhnya. Tapi karena ini misi yang cukup berbahaya jadi mereka selalu teliti dalam melakukan aksi mereka.
Malam telah tiba dan mereka telah siap dengan samaran mereka. Xia Lie dengan gaun birunya yang panjang dan ada belahan di bawah sampai ke lututnya. Itu tampak elegan dengan lengan baju yang transparan hingga menutupi tulang selangkanya. Riasan yang tampak dewasa dari usia aslinya, itu menunjukkan aura yang mendominasi layaknya seorang nona bangsawan. Sungguh kecantikan yang luar biasa yang tak akan diketahui banyak orang bahwa ia masih gadis belia berumur 15 tahun yang akan menginjak usia 16 tahun.
Untuk tampilan Ji Rui, ia mengenakan gaun berwarna hitam yang terlihat misterius dengan riasan yang membuat wajah aslinya berbeda dengan wajahnya yang sekarang. Ia bahkan menambahkan tahi lalat palsu di bawah matanya yang membuat dirinya begitu berbeda dengan wajahnya yang asli. Sedangkan untuk Xi Jun dan Lie Bei mereka sama-sama menggunakan jas formal berwarna abu-abu dan hitam masing-masing dari mereka. Lalu untuk riasan wajah mereka benar-benar berbeda dengan wajah asli mereka yang sebenarnya.
Saat mereka mulai memasuki kapal pesiar, pengawal di sana menghadang mereka agar menunjukkan undangan mereka. Tentu saja mereka dengan mudah masuk karena mereka memiliki undangan di acara tersebut. Setelah memasuki aula pesta banyak yang memandang mereka takjub dengan penampilan mereka yang luar biasa. Namun karena mereka berpikir mereka berempat adalah pasangan, jadi tak ada yang mendekati mereka.
Ah aku ingatkan bahwa sebagian staf di sana adalah anggota mereka berempat yang sudah menyusup di antara para tamu undangan dan staf resmi. Bagaimana caranya? Yah itu adalah rahasia mereka bagaimana bisa masuk ke sana dengan lancar dan mulus tanpa ada hambatan. Hehe sebenarnya itu juga berkat Ji Rui yang meretas dan mengetahui informasi para anggota staf resmi yang bisa mereka bayar untuk menggantikan kerjaan mereka di sana malam ini.
"P karena aku akan meretas dan mengawasi ketua Black Snake, aku akan mencari tempat yang aman dan cocok untukku beraksi.” Ucap Ji Rui.
“Baiklah kau bisa mulai sekarang, aku akan bersiap sesuai arahanmu dan informasi yang kau dapatkan.” Balas Xia Lie.
"Oke aku pergi dulu, J dan B jaga P baik-baik.” Perintah Ji Rui.
“Tenang saja kami akan selalu berada di sisinya dan menjaganya baik-baik." jawab Xi Jun dan Li Bei kompak.
"Baiklah.” Ji Rui mulai mencari tempat yang tidak mencolok untuknya beraksi dan juga tentunya tempat yang aman baginya meretas kamera CCTV yang ada di sana untuk mengetahui di mana lokasi ketua Black Snake dan pengedar itu berada.
__ADS_1
Setelah beberapa detik ia berhasih mengunci tempat di mana ketua Black Snake itu berada. Dan di posisi lain pegedar tersebut berusaha mendekati ketua Black Snake. Ia pun memberi tahu rekannya di mana ketua Black Snake itu berada melalui alat komunikasi yang berada di telinganya yang seperti headset bluetoot.
“Arah angka sembilan jarum jam sebelah kiri, ia duduk di sana dan pengedar itu sedang menuju ke arahnya.” Ucap Ji Rui memberi informasi pada rekannya.
“Baik, saatnya beraksi.’ Balas Xia Lie dan di angguki Xi Jun dan Lie Bei.
Mereka berjalan dengan alami tanpa mereka sengaja ingin mendekati target mereka. Saat sudah dekat dengan target mereka, mereka mulai menyalakan kamera untuk merekam transaksi ilegal mereka sebagai bukti untuk menangkap mereka. Ya mereka cukup teliti dalam hal ini, jadi walau nantinya target akan di sergap namun dengan adanya bukti tersebut. Itu cukup untuk menghabisi dan mengurung target ke penjara internasional.
Ya karena target merupakan pihak luar dari negara mereka. Jadi untuk menuntutnya dan memberantas bisnis ilegalnya yang kemungkinan besar telah berkembang ukup besar. Jadi bukti transaksi narkoba ini sangat diperlukan. Saat mereka masih merekam dari awal hingga akhir perbincangan antara target dan pengedar. Setelah pengedar akan meninggalkan target karena transaksi sudah berhasil. Mereka bertiga segera mematikan kamera dan mulai beraksi.
“Baiklah maju jangan biarkan mereka lolos.” Titah Xia Lie.
“Siap.” Jawab keduanya.
Mereka bertarung dengan sengit karena kekuatan para anggota Phoenix Nirwana dan juga anak buah Black Snake bisa dikatakan hampir setara. Sedangkan P kini sudah mulai melawan Ketua Black Snake, lalu B telah menangkap pengedar yang baru sja selesai bertransaksi dengan ketua Black Snake tersebut. Sedangkan untuk J dia membantu P melawan ketua Black Snake tersebut.
Ketua Black Snake cukup pandai bela diri jadi ia percaya pada dirinya kalau ia bisa menangani ini sendiri. Namun siapa sangka P telah membuatnya kewalahan yang kini telah berhasil mengunci lengannya setelah beberapa pertarungan sengit. Sedangkan J ia bahkan tidak cukup membantu p karena P yang sebagai seorang gadis lebih kuat darinya. Maka tak heran bahwa ia adalah Bos besar dari anggota Phoenix Nirwana.
Dan untuk anak buah Black Snake kini juga telah dikalahkan oleh para anggota Phoenix Nirwana. Karena misi berjalan dengan lancar dan sangat sukses, maka mereka pun segera memenjarakan mereka semua. Dan dengan ini sekali lagi Interpol yang berkedok mafia ini berhasil menyelamatkan negara dan generasi muda di negara mereka. Karena narkoba adalah benda terlarang yang juga merusak tubuh dan otak, jika mereka sudah sangat kecanduan benda tersebut ia akan selalu membutuhkan obat itu dan sakau adalah satu-satunya gejala yang ditimbulkan.
__ADS_1
“Terima kasih sekali lagi untuk para anggota Phoenix Nirwana yang mau bekerja sama dengan kami memberantas pengedar narkoba dan bandar utama barang haram tersebut. Ini penghargaan dari kami untuk kalian semua.” Kata kepala kepolisian yang menyerahkan panji keberanian kepada mereka.
“Tidak masalah Tuan, itu sudah tugas kami sebagai Interpol sekaligus FBI di negara kami, jadi tak perlu sungkan untuk meminta bantuan kepada kami jika ada kasus yang sulit kalian tangani.” Ucap Xia Lie.
“Baiklah kami mengandalkan kalian, dan sekali lagi terima kasih.” Setelah mengucapkan terima kasih sekali lagi kepala polisi mengantar kepergian mereka dengan senyuman.
“Huh, cukup melelahkan juga.” Ji Rui berkata.
“Apa yang melelahkan bagimu? Kau hanya diam dan menatap layar laptopmu, sedangkan kamilah yang bertarung.” Cibir Li Bei.
“Hei meretas alat elektronik juga melelahkan termasuk kelelahan otak dan tangan kau tahu..." balas Ji Rui tak terima.
"Sudah sudah kita semua lelah, jadi mari pulang dan beristirahat.” Lerai Xi Jun.
“Ah aku sudah berjanji pada Ayah untuk menemaninya saat aku berada di Beijing” kata Xia Lie.
“Ayah??” tanya mereka heran dengan apa yang mereka dengar.
“Maksudku Guru, dia sudah berulang kali memintaku memanggilnya Ayah dan karena sudah 9 tahun aku menolaknya jadi tak apa kan sekarang aku mulai memanggilnya Ayah? Lagi pula beliau lah yang merawatku dari kecil hingga sekarang ini, jadi untuk apresiasi dan juga tanda terima kasihku, aku memutuskan mulai sekarang akan memanggilnya Ayah.” Terang Xia Lie.
__ADS_1
“Ah begitu rupanya, baiklah tapi saat nanti ulang tahunmu tiba kami pasti akan merayakannya tentu saja bersama Guru, jadi kami akan mengunjungimu di hari ulang tahunmu karena sebelum itu kami masih harus bekerja. Dan kami akan cuti khusus di hari ulang tahunmu, jadi tunggu kejutan dari kami ya... Xiao Lie.” Ucap Ji Rui.
“Baiklah aku akan menunggu kalian di rumah Ayah.” Akhirnya Xia Lie pamit dan pulang ke rumah sang Ayah.