
Karena Xia Lie sudah mengatakan akan menemani Gurunya mengobrol untuk melepas rindu, jadi setelah ia berganti pakaian ia langsung turun dan menuju ruang keluarga di rumah tersebut. Setelah duduk Jia Chen pun berbasa-basi sebelum pembicaraan serius di mulai. Ya ini bukan sekedar obrolan biasa namun ini menyangkut tentang pekerjaan Xia Lie yang sebagai Bos mafia.
Ada kasus yang mengharuskan ia turun tangan secara langsung. Jadi Jia Chen selain memberitahu tentang kasus ini ia juga menasehati untuk tetap berhati-hati dalam melakukan misi tersebut. Perlu di ketahui kasus ini sangatlah besar dan juga berat, jadi untuk itu Jia Chen agak mengkhawatirkan murid sekaligus anak angkatnya ini. Kasus ini adalah untuk menanggap pengedar narkoba yang telah sembunyi-sembunyi mengedarkan narkoba di negerinya.
Ya karena Bos dari para pengedar narkoba ini berasal dari luar negeri dan terkenal kuat dan tak bisa ditaklukkan bahkan oleh polisi dan bahkan Interpol pun mereka kewalahan. Jadi untuk itu walau dikatakan mafia tapi sebenarnya adalah badan perlindungan negara dari kasus kriminal di negaranya namun berkedok mafia. Bahkan anggota dari kelompok mafia yang dinamakan Phoenix Nirwana dan bosnya juga memiliki nama samaran yang sama dengan sebutan Phoenix karena memang organisasi ini dibentuk olehnya. Jadi walau di masyarakat mereka dikenal sebagai mafia namun di negaranya mereka adalah pahlawan negara.
“Jadi Xiao Lie, apakah kamu yakin menghadapi Black Snake secara langsung? Aku khawatir kau terluka, tapi karena ini memang kasus yang penting demi generasi muda agar tidak menjadi sasaran para pengedar ini. Aku masih sangat khawatir.” Walau memang benar Jia Chen sudah mengizinkan Xia Lie untu turun langsung untuk kasus ini. Sebagai guru dan orang tua angkatnya, tetap saja ia khawatir. Jadi ia pun yang awalnya menasehatinya untu berhati-hati masih sangat cemas.
“Tak apa Guru, aku pasti akan baik-baik saja.” Ucapnya tenang.
“Huh baiklah karena kasus ini dimulai lusa kamu tetaplah di sini sampai kasusmu dimulai.” Pinta Jia Chen.
“Baiklah Guru.” Angguknya.
“Uuummm ngomong-ngomong Xiao Lie, sudah 9 tahun kita bersama, tidak bisakah kau memanggilku Ayah?” pertanyaan yang sudah sering diajukan Jia Chen selama ini masih tetap ingin ia mendengar jawaban yang memuaskan baginya.
“Hah baiklah karena guru sudah bersabar selama itu, maka aku akan menuruti permintaan Guru ah maksudku Ayah.” Pasrah Xia Lia tak ada pilihan selain untuk membuat Guru ah Ayahnya senang.
__ADS_1
“Xiao Lie, aku tidak sala dengarkan? Kau sudah setuju memanggilku Ayah? Aaahhh bahagianya...” Jia Chen pun tak tahan dengan kebahagiaan ini dan langsung memeluk Xia Lie erat.
“Ayah aku tak bisa bernafas...” ucap Xia Lie yang berada di pelukan erat Jia Chen.
“Hehe maaf maaf aku akan melepaskanmu.” Cengngesan Jia Lie.
Hari untuk menangani kasus pun dimulai, dan Xia Lie kini sudah ditunggu anggota lainnya termasuk Xi Jun, Ji Rui dan Li Bei. Mereka telah menunggu di markas mereka, dan setelah Xia Lie datang, mereka pun bersiap-siap untuk langsung menyelidiki kasus ini. Ya kebetulan salah seorang pengedar telah bertransaksi dengan beberapa orang di Beijing ini. Dan mereka telah memantaunya. Ji Rui yang memang seorang hacker mampu melacak lokasinya dan kebetulan informasi penting tertangkap olehnya.
Malam ini pengedar tersebut akan bertemu dengan wakil ketua Black Snake di kapal pesiar. Untuk melakukan bisnisnya, pengedar itu karena barang yang ia jual telah laku keras. Ia pun ingin membeli dari tangan Black Snake secara langsung. Transaksi ini benar-benar ilegal, jadi sangat dirahasiakan. Maka dari itu sebagai kedok mereka seakan mengadakan pesta di dalam kapal pesiar tersebut.
Dan tampak dari luar terlihat seperti pesta biasa, namun sebenarnya itu hanyalah kamuflase untuk menghindari dari kejaran Interpol yang ada di negara tersebut. Untuk itu pada malam nanti Xia lie dan yang lainnya akan menyamar sebagai tamu undangan. Bahkan anggota lain akan menyamar menjadi staf di sana. Dan untuk mendapatkan undangan tersebut, Ji Rui telah meretas jaringan yang memungkinkan untuk mereka bisa mendapat undangan tanpa dicurigai.
“Siap Bos.” Jawab anggotanya.
Karena hari masih siang mereka hanya melakukan pemantauan terhadap pengedar yang menjadi target mereka. Mereka terus mengawasi Pria paruh baya itu di setiap detiknya dengan mengandalkan Ji Rui yang selalu bisa mengawasi gerak gerik pria tersebut melelui kamera CCTV yang sudah ia retas.
Ah iya mereka ini akan selalu memakai topeng setiap kali menangani kasus, namun karena mereka akan menyamar di pesta tanpa topeng, mereka harus bisa menyamarkan diri dengan make up. Dan ini juga adalah kemampuan Ji Rui juga. Untuk Xi Jun dan Lie Bei mereka adalah petarung garis depan bersama dengan Xia Lie. Jadi kalau Ji Rui adalah anggota yang selalu berada di belakang mereka yang akan memberikan informasi dari apa yang sudah ia retas. Maka ketiga orang ini yang akan melakukan usaha fisik demi menaklukkan target mereka.
__ADS_1
“Ah iya, Xiao Lie bukankah satu minggu dari sekarang merupakan hari ulang tahunmu? Wah Xia Lie akan berumur 16 tahun.” Ji Rui mengingatkan.
“Benar, apa yang kau inginkan sebagai hadiah ulang tahunmu?” Xi Jun bertanya.
“Ah ah ah, apa kau suka Ragging Bull? Kalau iya aku akan menghadiahkan pistol ini untukmu.” Antusias Li Bei.
Raging Bull 454 Jenis senjata api pistol berikutnya adalah Raging Bull 454. Pistol asli buatan perusahaan Taurus yang berlokasi di Brasil ini mampu melakaukan tembakan sampai kecepatan 580 meter per detik. Energi yang dilontarkan pistol ini juga tak main-main, hingga 2700 joule.
Pistol ini sengaja dibuat untuk berburu dan untuk perlombaan olahraga. Namun ada beberapa polisi di dunia yang menggunakan senjata luar biasa ini untuk melawan kejahatan.
“Tidak perlu hadiah pun aku tak masalah, aku akan senang jika kalian selalu bersamaku selamanya di saat suka dan duka. Itu adalah hadiah yang paling brharga bagiku.” Kata Xia Lie tulus.
“Huhuhu tentu, tentu saja kami akan selalu bersamamu dan selalu mendukungmu. Apapun yang terjadi kita adalah saudara dan tak akan terpisahkan.” Jawab ketiganya emosional.
“Hahaha kenapa kalian menangis begitu? Aku hanya ingin selalu bersama kalian apakah perkataanku ini membuat kalian sedih?” heran Xia Lie.
“Xiao Lie kau yang paling muda di antara kami dan kehidupanmu... yah kita mengenalmu sjak kau berumur 8 tahun dan kami juga mendengar kisah hidupmu dari Guru, kau sangat kesepian saat itu di usiamu yang baru 6 tahun karena orang tuamu menelantarkanmu di desa terpencil. Jadi...” ucap Ji Ru dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
“Yang lalu telah berlalu, aku sudah tidak begitu memikirkannya, kenapa malah kalian yag memikirkan hal tersebut? Dan aku sudah memiliki Guru dan juga kalian, aku tidak kesepian lagi.” Ucap Xia Lie.
“Hiks huhuhu,