
Dua bulan telah berlalu semenjak Vino menghubungi mama nya, namun hingga saat ini belum ada kabar apa pun. Apakah mama nya itu sama sekali tak tersentuh saat ia memberitahu bahwa cucu nya tidak lama lagi akan segera lahir.
Usia kandungan Tania sudah memasuki bulan ke sembilan, dan dokter mengatakan persalinannya sekitar dua minggu lagi.
Akhir-akhir ini Tania yang seolah tak memiliki rasa canggung lagi pada Vino selalu bersikap manja pada ayah bayi nya itu. Karena sikap manja nya itu meruntuhkan pendirian Vino yang sudah bertekad tak akan menyentuh nya lagi. Terlebih Vino yang sudah lama tak pernah menuntaskan hasrat nya membuat nya benar-benar tak tahan untuk menyentuh Tania.
Matahari sudah sangat tinggi di ufuk timur, namun Tania dan Vino masih saling berlomba mencapai puncak kenikmatan yang entah sudah ke berapa kali. Tentu nya Vino melakukannya dengan posisi yang aman dilakukan bagi wanita hamil karena tidak ingin sampai terjadi apa apa dengan calon anak nya.
Lenguhan yang tercipta dari setiap gerakan yang berirama di tambah derit ranjang membuat siapa pun tidak akan tahan mendengar nya. Beruntung kamar milik Vino ini di fasilitasi kedap suara yang sudah di atur secara otomatis sehingga dua insan yang tengah memacu tubuh mereka bebas mengeluarkan desah@n nya tanpa perlu khawatir akan ada yang mendengar.
__ADS_1
Desah@n yang semakin kencang seiring hentakan demi hentakan yang membuat Vino mengerang hebat dan tubuh Tania semakin menegang, berakhirlah pergulatan panas itu.
Setelah menumpahkan semua lahar panas nya di dalam lembah yang sudah di banjiri dengan cairan kenikmatan, Vino menjatuhkan tubuh nya di samping Tania dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Lama tidak melakukannya, ternyata rasa nya berbeda."
Tania hanya mengulum senyum mendengar ucapan Vino, apa yang dikatakan laki-laki di samping nya ini benar. Ia pun yang juga sudah lama tak merasakan belaian Vino, tak dapat membohongi diri nya bahwa ia juga sangat menikmati permainan mereka. Tubuh nya tak dapat menolak sentuhan Vino. Terlebih saat kehamilan, hormon estrogen, progesteron, kortisol, testosteron ternyata ikut mengalami peningkatan. Hormon-hormon tersebut yang berpotensi meningkatkan sensitivitas dan respons seksual pada ibu hamil.
"Jangan menggoda ku lagi, Tania. Kita sudah melewatkan waktu sarapan, dan jangan sampai kita juga melewatkan waktu makan siang." ucap Vino dengan masih sedikit terengah-engah.
__ADS_1
Tania terkekeh. "Aku tidak merasa menggoda Pak Vino, Bapak sendiri yang tiba-tiba menyerang ku." ujar Tania.
"Itu karena kau yang akhir-akhir ini sering menempel pada ku, bagaimana aku bisa tahan aku ini laki-laki normal, Tania."
Tania terkekeh lagi, "Aku juga tidak tahu kenapa akhir-akhir ini rasa nya ingin menempel terus pada Pak Vino, mungkin karena pengaruh bayi, Pak." ucap Tania.
"Oh ya, apa benar karena pengaruh bayi, atau hanya akal-akalan mu saja?"
"Aku juga tidak begitu tahu pasti, yang aku tahu rasa nya hanya nyaman saja berada di dekat Pak Vino." jawab Tania, dan ia tidak berbohong soal ini.
__ADS_1
"Baiklah, aku percaya. Dan sekarang ayo kita bangun dan membersihkan diri, jangan sampai kita benar-benar melewatkan waktu makan siang.