
"Mas, bagaimana nanti kalau keluarga Mas tidak menyukai aku?" Tanya Tania yang membuat Vino seketika teringat dengan alasan Mama nya yang pergi karena tidak menyukai Elza.
Vino tersenyum lalu menggenggam tangan Tania," Kamu gak usah khawatir soal itu, kalau pun mereka memang tidak menyukai mu, aku akan tetap berada di sisi mu. Kita akan terus bersama-sama membesarkan anak kita." Ujar Vino, dan ia tidak bermain-main dengan ucapan nya ini.
Kalau pun memang nanti alasan yang menyebabkan Mama nya pergi, akan kembali terjadi pada Tania, maka ia akan memperjuangkan nya kali ini karena Tania sangat berbeda dengan Elza, dan tentu nya juga akan berusaha mempertahan Mama nya agar tetap berada di sisi nya untuk menyaksikan kebahagian keluarga kecil nya kelak.
Namun, Vino tidak bisa membohongi diri nya jika ia sangat mengkhawatirkan tentang pertanyaan Tania itu, mengingat hingga saat ini Mama nya belum memberi respon apa pun setelah dua bulan lalu ia menelpon Mama nya itu dan juga mengirimkan foto Tania.
"Mas," panggil Tania yang membuat Vino terhenyak dari lamunan nya.
__ADS_1
"Iya kenapa? Apa kamu ingin sesuatu, atau kamu ingin makan?" tanya Vino beruntun.
"Enggak, Mas." jawab Tania sambil menggeleng pelan. "Aku takut, Mas." ucap nya yang membuat Vino mengulum senyum.
Vino mengajak Tania untuk berpindah duduk di sofa agar lebih nyaman. Vino pun meminta Tania untuk rebahan dan berbantalkan paha nya, lalu ia menyingkap anak-anak rambut yang menutupi kening Istri nya itu.
Tania tak berkedip menatap Vino sambil menyimak apa yang di ucapkan oleh suami nya itu.
"Dan kau tahu sendiri sebelumnya aku sudah menikah. Dan menurut ku pernikahan pertama ku itu masuk ke dalam kategori 'menderita''. Sambung Vino sambil tersenyum miris, karena memang fakta nya ia tidak pernah merasakan kenyamanan selama bersama Elza. Yang ada hanyalah kehampaan. Ternyata, cinta yang ia rasakan dulu pada Elza hanyalah sebatas obsesi ingin memiliki, karena nyata nya setelah bersama Elza ia malah merasakan hati nya kosong. Sangat berbanding terbalik dengan apa yang ia rasakan setelah bersama Tania.
__ADS_1
Tania masih setia menyimak dengan terus menatap Vino, hingga beberapa saat ruangan itu hening. Baik Tania mau pun Vino hanya saling menatap dan larut ke dalam fikiran mereka masing-masing.
______________
Di apartemen, mama Wina, papa Bagas dan Vani baru saja sampai. Vani langsung menarik koper nya menuju kamar utama, dan setelah berada di dalam kamar itu ia terkejut saat membuka lemari hendak memasukkan pakaian nya, melihat di dalam lemari banyak sekali pakian wanita. Dan Vani tahu itu bukan lah pakaian Elza, karena ia tahu betul bagaimana selera kakak ipar nya itu.
"Ish ish, apa Kak Vino sering membawa perempuan ke sini?" gumam nya sambil menatap deretan pakaian wanita yang tergantung rapi di dalam lemari.
Sementara mama Wina sama terkejut nya saat ke dapur hendak membuat teh untuk suami nya, melihat ada beberapa kotak camilan dan susu khusus untuk ibu hamil di dalam lemari penyimpanan.
__ADS_1