
Mama Wina mendekati Tania untuk mengembalikan baby Keenan untuk menyusu. Tania mengambil putra nya dari gendongan mama Wina dengan sedikit canggung, dan ia tampak malu menatap mama mertuanya itu yang membuat mama Wina merasa gemas.
"Berapa usia kamu sekarang?" Tanya mama Wina.
Tania tampak ragu mengangkat kepalanya, "22 tahun, Tan,,, Ma." jawab Tania yang hampir saja menyebut mama mertuanya itu dengan sebutan tante, membuat semua yang ada di ruangan itu menahan senyum.
"Pantesan kelihatan nya imut banget, rupa nya hampir seumuran sama Adik nya Vino." ujar mama Wina.
Tania menanggapi nya dengan senyuman canggung, sungguh ia masih merasa gugup berhadapan dengan mama mertua nya ini.
..._________...
Keesokan hari nya Tania dan baby Keenan sudah di perbolehkan pulang.
__ADS_1
Di rumah utama, Vani dengan antusias menyiapkan box bayi di dalam kamar kakak nya, dengan di hiasi berbagai macam mainan yang tergantung di atas nya seolah baby Keenan sudah bisa melihat saja. Sementara dua pasang paruh baya yang tidak menyangka telah menjadi besan, sedang menyiapkan hidangan untuk menyambut anak menantu mereka.
Mendengar suara klakson mobil, Vani bergegas keluar dari kamar kakak nya itu untuk menyambut kedatangan sang keponakan pertama yang juga adalah cucu pertama di keluarga Erlangga.
Vani yang tadi nya begitu semangat untuk menyambut kedatangan baby Keenan, seketika menghentikan langkah nya di ambang pintu saat melihat sosok laki-laki yang membuat terpanah.
Bara yang baru saja turun dari mobil sambil menyugar rambutnya ke belakang yang membuat nya tampak mempesona di mata gadis yang sedang berdiri di ambang pintu dan tampa ia sadari terus menatap nya.
Vani terus menatap sang asisten Kakak nya itu hingga tanpa ia sadari Vino dan Tania sudah berdiri di dekatnya.
"Mau sampai kapan kamu berdiri di situ, kalau kangen ya samperin sana." ucap Vino yang membuat adiknya itu terhenyak.
"Eh Kakak." ujar Vani sambil tersenyum malu-malu karena ketahuan menatap Bara.
__ADS_1
Vino memberi kode pada adiknya untuk menghampiri asistennya itu dengan gerakan mata, lalu ia merangkul pinggang Tania mengajak masuk ke dalam rumah.
"Wah cucu Oma sudah datang, selamat datang sayang." Mama Wina dengan senang nya langsung mengambil alih menggendong baby Keenan dan membawa cucunya itu menuju di mana suami dan besannya berada.
Dua pasang paruh baya itu sangat gemas melihat cucu pertama mereka yang sangat tampan.
Vino dan Tania tak hentinya mengembangkan senyum di wajah mereka, melihat para orang tua saling berebut mencium putra nya. Vino menarik pinggang Tania dan merangkul dengan erat.
"Ternyata kau itu adalah jodoh ku sejak kecil." bisik Vino di telinga Tania.
Tania tersenyum mendengar bisikan suaminya ini, ia pun benar-benar tak menyangka dengan ini semua.
"Mumpung baby Keenan lagi sama Kakek dan Nenek nya, bagaimana kalau kita ke kamar saja." bisik Vino lagi yang langsung mendapat cubitan pelan di pinggangnya.
__ADS_1
"Jangan macam-macam ya Mas, ingat lagi puasa!" Tania balik berbisik.