
Di saat Vino dan Tania sedang makan dengan Tania yang duduk di pangkuan Vino atas perintah laki-laki itu, tiba-tiba Bara datang dan seketika membalik badan melihat pemandangan di ruangan makan itu.
Tania dan Vino pun juga terkejut dengan kedatangan Bara yang tiba-tiba, padahal Vino sengaja menyuruh kedua ART nya pergi berbelanja agar ia dan Tania bebas bermesraan di mana pun, termasuk di ruang makan saat ini.
"Maaf, Pak. Silahkan di lanjutkan lagi makan nya, saya akan menunggu di ruang tamu, ada yang ingin saya sampaikan pada Pak Vino." ucap Bara, ia segera mengayun langkah kaki nya menuju ruang tamu.
Seteleh kepergian Bara ke ruang tamu, Vino dan Tania melanjutkan lagi makan mereka dengan saling suap menyuapi. Sesekali Vino mengecup bibir Tania di sela-sela mengunyah makanan nya.
Di ruang tamu, Bara duduk sambil mengusap-usap wajah nya, duduk nya terlihat tidak nyaman. Apa yang di lihatnya tadi di ruang makan membuat mata nya tercemar sebagai lelaki perjaka.
'Astaga, bagaimana bisa orang makan sambil berciuman seperti itu. Apa tidak takut tersedak? Dan apa itu tadi, Tania duduk di pangkuan nya apa Pak Vino tidak merasa berat?'
__ADS_1
Bara tidak habis fikir dengan kelakun direktur nya itu, dulu Vino tidak pernah seperti itu saat masih bersama Elza. Jangan kan berciuman sambil makan dan memangku Elza, bahkan Vino dan Elza jarang sekali makan bersama. Elza lebih sering makan di luar bersama teman-temannya, begitu pun Vino yang juga keseringan makan di luar bersama kolega nya.
Bara terus mengusap wajah nya berusaha melupakan apa yang di lihatnya tadi di ruang makan.
Tak lama kemudian Vino pun datang dan langsung duduk dengan santai nya di samping asisten nya itu seolah tidak terjadi apa-apa, sementara Bara entah kenapa ia jadi salah tingkah melihat kedatangan Vino. Ia masih teringat dengan apa yang di lakukan direktur nya di ruang makan.
"Katakan, apa yang ingin kau sampaikan?" tanya Vino langsung tanpa berbasa-basi lagi.
"Kemarin ada karyawan yang melapor pada saya, katanya ada seorang laki-laki yang datang ke perusahaan bertanya-tanya tentang Nona Tania, dan laki-laki itu memperlihatkan foto Nona Tania yang sedang hamil." Ucap Bara.
"Lalu, karyawan itu menjawab apa tentang Tania?" tanya Vino.
__ADS_1
"Dia cuma bilang kalau Nona Tania itu adalah cleaning service di perusahaan, dan sudah lama menghilang." jawab Bara menyampaikan jawaban karyawan itu.
"Ada lagi?"
"Tidak ada, Pak. Kata nya orang itu hanya bertanya seperti itu lalu pergi. Saya juga sudah mengecek CCTV untuk melihat siapa laki-laki itu, tapi saya tidak mengenal nya." jawab Bara.
Vino memanggut-manggutkan kepala sambil mengulum senyum. Seperti nya ia tahu siapa yang menyuruh laki-laki itu mencari tahu tentang Tania.
"Baiklah, kalau tidak ada lagi yang ingin kau sampaikan, kembali lah ke kantor." ucap Vino lalu berdiri. "Dan satu lagi, pastikan Elza mendekam lebih lama lagi di penjara, kita tidak bisa menjamin dia tidak akan berbuat hal yang buruk lagi jika bebas dengan cepat" sambung nya.
"Pak Vino tidak perlu khawatir soal itu, seperti nya Pak Herman juga lebih takut bangkrut." ujar Bara sambil tersenyum. Ia masih ingat betul saat memperingati Pak Herman agar tak coba-coba membebaskan Elza, dan laki-laki paruh baya itu mengatakan lebih baik putrinya membusuk di dalam penjara.
__ADS_1