RAHIM 500 JUTA

RAHIM 500 JUTA
RAHIM 500 JUTA~ BAB 47


__ADS_3

"Mas, Dia tampan sekali." ucap Tania sambil mengusa-usap pelan pipi putra nya yang sedang ia susui, menggunak ibu jari nya.


"Tentu, Papa nya saja juga tampan kok, jadi wajar kalau Putra nya juga tampan." ucap Vino dengan bangga nya. "Apa kau bahagia, Tania?" tanya nya kemudian.


"Sangat, aku sangat bahagia Mas. Terlebih aku sendiri yang akan merawat nya hingga dewasa." jawab Tania. Setelah merasa lebih baik pasca persalinan, senyum terus menghiasi wajah nya.


"Tidak, Tania. Bukan hanya kau tapi aku juga, kita akan terus bersama-sama membesarkan anak-anak kita." Ujar Vino yang langsung membuat Tania mengerutkan kening nya.


"Anak-anak?"


"Iya, apa kau tidak ingin memberikan Putra kita seorang Adik?" Vino balik bertanya.


Tania bergidik ngeri, jangan kan berbikir untuk menambah anak. Ia saja belum melupakan rasa sakit yang mendera nya beberapa saat lalu.


"Nanti aku pikir-pikir lagi, Mas. Tapi ada baik nya kita fokus pada Putra kita dulu, ingin memberi nya Adik itu urusan belakang." jawab Tania.


Vino tersenyum, ia ikut naik ke atas ranjang pasien memperhatikan putra nya yang menyusu dengan lahap.

__ADS_1


"Sayang, jangan di habisin ya, sisahin juga buat Papa." ujar Vino terkekeh, ia dengan jail nya menoel-noel hidung putra nya, membuat bayi tampan yang menyusu dengan anteng nya, menggeliat.


"Mas, jangan gitu ih nanti dia nangis." tegur Tania.


"Habis nya dia rakus banget, nanti aku gak di sisahin lagi." ucap Vino masih dengan aksi nya mengganggu putra nya yang sedang menyusu itu.


"Ingat ya, Mas. Puasa!" ucap Tania memperingati.


Seketika Vino menggaruk kepala nya yang tidak gatal, dan raut wajah nya langasung terlihat frustasi. Karena baru beberapa hari ia menyentuh Tania setelah beberapa bulan pendirian goyah untuk tidak menyentuh Tania. Dan Kini, ia harus kembali menahan diri lagi.


"Sabar ya gak akan lama kok, hanya 40 hari." ujar Tania sambil tersenyum.


"Oh ya, apa Mas sudah punya nama untuk Putra kita?" Tanya Tania.


"Tidak, kau saja yang memberikan Putra kita nama." ujar Vino.


Tania pun tampak berpikir, dan beberapa saat kemudian ia tersenyum setelah menemukan nama yang cocok untuk putra nya.

__ADS_1


"Keenan, bagaimana Mas apa nama itu bagus untuk Putra kita?" tanya Tania.


"Keenan? Hem, sangat bagus. Keenan Erlangga." ucap Vino yang langsung mengecup kening putra nya.


"Sayang, sekarang nama mu adalah Keenan Erlangga. Papa harap semoga kelak kau akan menjadi pemimpin yang bijaksana dan mengharumkan nama Erlangga." Vino tak henti-hentinya mengecup kening putra nya sehingga baby Keenan terus menggeliat, namun untung saja bayi tampan itu tidak menangis.


"Mas, aku belum menghubungi Ayah dan Ibu."


"Kau tenang saja, aku sudah menyuruh Bara untuk menjemput mereka. Mereka juga pasti akan sangat bahagia, jika tahu mereka akan terus bersama-sama dengan cucu nya." ujar Vino.


Tania sangat terharu mendengar nya. "Terima kasih Mas karena sudah mengizinkan aku terus bersama-sama anak kita."


"Aku yang berterima kasih karena kau sudah memberikan aku seorang Putra yang sangat tampan."


Tania dan Vino saling menatap dengan senyuman di wajah mereka, hingga beberapa saat kedua nya serentak menoleh ke arah pintu ruangan yang terbuka.


Tania sangat senang melihat kedatangan ayah dan ibu nya. Begitu pun Vino yang turut senang melihat Tania sangat bahagia saat ini. Andai saja keluarga nya juga ada bersama nya saat ini, lengkap lah sudah kebahagiaan nya. Memiliki istri yang cantik dan penyayang, seorang putra yang tampan, dan keluarga yang lengkap.

__ADS_1


"Vino...


Vino kembali menoleh ke arah pintu saat nama nya di sebut. Dan seketika ia turun dari ranjang pasien itu saat melihat tiga orang yang berdiri di ambang pintu.


__ADS_2