RAHIM 500 JUTA

RAHIM 500 JUTA
RAHIM 500 JUTA~ BAB 52


__ADS_3

Vino langsung mengambil tisu mengusap bibir Tania yang basah karena ulah nya, setelah itu ia melangkah ke arah pintu dan membuka nya.


"Lama banget buka nya, jangan bilang kalian berbuat mesum." Mama Wina langsung menatap tajam putra nya setelah melihat polesan pewarna bibir Tania yang sedikit berantakan.


"Apa nya yang mesum sih Ma, sama Istri sendiri kok." ujar Vino dengan tampang tak merasa bersalah sedikit pun.


"Tapi kamu sudah merusak riasan Istri kamu, lihat itu lipstik Tania jadi belepotan. Minggir!" Mama Wina mendorong bahu putra nya kemudian ia masuk ke kamar pengantin itu.


Mama Wina menggeleng-gelangkan kepala nya sementara Tania langsung menunduk malu.


"Mau-mau aja di giniin sama Vino, sini Mama benerin lipstik nya, penghulu sudah datang." Mama Wina membawa menantu nya itu duduk di sisi ranjang, dengan kebolehan nya yang memang pandai merias Mama Wina pun memperbaiki lipstik Tania yang terlihat belepotan sambil menggerutui putra nya itu.

__ADS_1


...________________...


Setelah beberapa waktu lalu melakukan perundingan, akhir nya semua sepakat jika resepsi pernikahan diadakan di rumah utama kediaman Erlangga atas permintaan Tania.


Meski sebelum nya Mama Wina dan Papa Bagas telah menyiapkan sebuah hotel untuk resepsi pernikahan putra nya, namun untuk menghargai keputusan sang menantu mereka pun tidak bisa berbuat banyak selain menuruti, tetapi tetap saja mereka mengundang awak media untuk mempublikasikan peresmian pernikahan anak menantu nya.


Beberapa jam telah terlewati, namun suasana ruangan tempat acara berlangsung masih saja ramai seolah para tamu undangan enggan untuk meninggalkan acara pernikahan ini, membuat Vino kesal karena sudah merasa gerah dengan baju pengantin khas keluarga Erlangga yang sudah turun temurun itu.


Vino hanya tersenyum menanggapi bisikan Istri nya, hingga tatapan nya tertuju pada sang adik yang sedang menggendong putra nya. Vino memanggil adik nya itu dengan gerakan tangan dan Vani pun dengan segera menghampiri kakak nya.


Vino langsung mengambil baby Keenan dari gendongan Vani, yang membuat para wartawan langsung mengarahkan kamera pada sepasang pengantin bersama putra mereka.

__ADS_1


Peresmian pernikahan Vino dan Tania yang memang di siarkan langsung oleh beberapa stasiun TV sontak ramai menjadi tontonan hari itu.


Elza yang hari ini mendapat kunjungan oleh Papa nya, menutup rapat-rapat mulutnya dengan tatapan yang tajam menatap ke arah sebuah televisi yang menayangkan pernikahan mantan suami nya.


Niat hati untuk melepas rindu pada papa nya, seketika rasa itu menguap perlahan hati nya kembali di selimuti rasa dendam yang tak akan lekang dari ingatan nya.


"Elza, sudahlah Vino sudah menjadi masa lalu mu tak perlu mengotori hati dan pikiran mu untuk mendendam pada mereka." Pak Herman mengusap punggung tangan putri nya itu yang mengepal erat. Ia tahu jika Elza masih belum bisa berdamai dengan keadaan.


Elza melihat sang Papa dengan ekor mata nya, lalu tangan nya bergerak menjauh dari sentuhan Papa nya itu.


"Lebih baik Papa pulang dan tidak perlu datang kemari lagi. Papa sama saja seperti mereka, Papa lebih memilih mempertahankan perusahaan Papa dari pada membebaskan aku." Elza beranjak dari tempat duduk nya, meningalkan sang Papa begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2