RAHIM 500 JUTA

RAHIM 500 JUTA
RAHIM 500 JUTA~ BAB 51


__ADS_3

Hari-hari yang di lalui Tania dan Vino terasa begitu damai semenjak kehadiran baby Keenan, terlebih kini keluarga nya sudah berkumpul kembali.


Kediaman Erlangga di penuh dengan kehangatan yang sudah lama tak pernah mereka rasakan. Vino benar-benar mensyukuri pertemuan nya dengan Tania, meski berawal dari sebuah perjanjian yang akhirnya memberikan nya sebuah kejutan tentang sebuah fakta yang ternyata mereka pernah di jodohkan semasa masih kecil.


Hari ini dua bulan sudah berlalu setelah kelahiran baby Keenan, yang arti nya Tania sudah beberapa minggu melewati masa nifas nya. Namun, Vino kembali menegaskan pada diri nya sendiri untuk tak menyentuh Tania hingga hari peresmian pernikahan mereka pada publik, di adakan. Ia bertekad untuk belajar mencintai Tania, dan ia juga hanya akan mendatangi Istrinya itu di saat hubungan mereka benar-benar menjadi sepasang suami istri yang sesungguh nya, bukan suami istri dalam hubungan kontrak.


...____________...


Tania menatap pantulan diri nya yang terbalut gaun pengantin, di depan cermin. Ia masih tak menyangka jika akan sampai pada titik ini, semua nya terjadi begitu saja sesuai alur yang mengalir bagai sebuah mimpi.


Tangan kekar yang entah sejak kapan melingkar di pinggang nya membuat nya sedikit gugup. Ini bukanlah pertama kali nya, namun Tania merasa hari ini ia begitu gugup berdekatan dengan suami nya sendiri di hari pernikahan kedua mereka, yah lebih tepat nya meresmikan pernikahan mereka pada publik.


"Kamu sangat cantik."


Bisikan lembut tepat di belakang telinganya membuat Tania seketika meremang merasakan hembusan hangat nafas laki-laki yang dulu nya menawarkan sebuah perjanjian. Vino selalu saja berhasil membuat nya merasakan desiran yang menjalar di tubuh nya.

__ADS_1


"Aku sudah tak sabar menunggu malam tiba." bisik Vino lagi yang membuat Tania semakin meremang.


"Apa yang ada dalam fikiran mu hanya tentang ranjang, Mas?" tanya Tania sambil terkekeh, ia mencoba mengalihkan rasa yang menjalar di tubuh nya.


Vino tak mejawab karena pertanyaan Tania adalah jawaban nya. Dengan posisi memeluk Tania dari belakang sambil menyandarkan dagu nya di pundak istri nya itu, Vino memejamkan mata meresapi perasaan beberapa bulan ini.


"Seperti nya aku sudah jatuh cinta pada istri ku." ucap Vino yang membuat Tania langsung mengulum senyum.


"Aku sangat yakin jika kenyamanan yang aku rasakan bersama mu adalah sebuah cinta yang tidak aku sadari." ucap Vino lagi.


Vino menganggukkan kepalanya. "Apa kau bahagia?" tanya nya kemudian.


"Kau lebih tahu jawaban nya, Mas." ucap Tania.


Vino pun langsung membuka mata, ia menatap wajah istri nya ini dari pantulan cermin. Wajah cantik yang kini terbalut riasan pengantin membuat nya bertambah cantik di tambah senyuman yang merekah, dan Vino menangkap binar kebahagiaan di sana.

__ADS_1


"Kau bahagia." ucap Vino dengan lirih.


Tania mengangguk pelan, "Jika Mas baru merasakan cinta itu saat ini, namun aku sudah merasakan nya sejak dulu." ucap Tania yang langsung membuat Vino melepas pelukan dan membalik tubuh nya.


Kini mereka berada dalam posisi saling berhadapan dengan tubuh yang tampa jarak, kedua tangan Vino menangkup dengan wajah Tania menatap tepat pada kedua netra yang juga menatap dengan teduh.


"Katakan Tania, aku ingin mendengar nya?"


"Aku sudah jatuh cinta saat awal hubungan kontrak kita di mulai, Mas. Hanya saja aku cukup sadar diri saat itu dan memilih untuk memendam nya sendiri."


Beberapa detik Vino masih menatap wajah Tania, rasa tak percaya ketika mendengar penuturan istri nya ini. Namun satu hal yang ia tahu jika cinta yang mulai tumbuh untuk Tania tidak lah sepihak melainkan sudah terbalas sejak dulu hanya saja ia yang tidak menyadari nya.


Tanpa aba-aba Vino langsung saja menarik tengkuk Tania melahap bibir manis yang membuat nya candu.


Meski terkejut, perlahan Tania mulai mengimbangi permainan bibir suami nya. Hingga suara ketukan di balik pintu kamar membuat pagutan bibir mereka terlepas secara paksa.

__ADS_1


__ADS_2