
"Mas, aku malu." ucap Tania saat Vino mengulurkan tangan untuk menggandeng nya masuk ke dalam perusahan.
Vino tersenyum, ia langsung menarik tangan Tania lalu merangkul lengan nya.
"Apa yang membuat kamu malu? Harus nya kamu bangga karena kamu kembali ke perusahan ini bukan sebagai cleaning service lagi, tapi sebagai Istri Vino Erlangga." ucap Vino dengan penuh percaya diri, karena justru diri nya lah yang merasa bangga karena setelah beberapa bulan tidak menginjak kaki di perusahan ini, dan hari ini ia datang dengan membawa seseorang yang akan mendampingi diri nya hingga ke masa depan.
Vino dapat merasakan tangan Tania yang gemetar karena gugup, dan ia tahu apa yang ada di dalam pikiran Tania saat ini.
"Jangan mengkhawatirkan apa pun yang akan orang-orang katakan tentang kita. Kalau pun ada yang berkata tidak-tidak, aku akan membungkam mulut mereka dengan cara ku sendiri."
Tania menoleh menatap Vino sekilas lalu beralih menatap bangunan di depan nya. Apakah ini yang dinamakan sebuah keberuntungan atau hanya sekedar mendapat nasib baik. Ia yang dulu hanya menjadi cleaning service di perusahan itu, kini menjelma menjadi Istri pemilik perusahan tersebut.
"Ayo kita masuk." Ajak Vino yang membuat Tania terhenyak dari lamunan nya.
__ADS_1
Meskti tampak ragu, Tania melangkahkan kaki nya beriringan dengan Vino. Tangan yang bertautan terlihat begitu romantis, belum lagi gaun yang ia pakai berwarna senada dengan setelan jas Vino membuat mereka benar-benar tampak serasi.
Tatapan para karyawan seketika tertuju pada Vino dan Tania saat mereka sudah memasuki perusahan.
Ada yang tampak senang, ada yang tampak berbisik-bisik dan sebagian lagi menatap mereka berdua dengan intens.
Tania sangat malu saat ini, terlebih Vino yang merangkul lengan nya dengan erat.
"Pak, Vino kenapa tidak memberitahu jika ingin datang, saya bisa menjemput Pak Vino." ucap Bara.
Vino hanya menanggapi nya dengan senyuman, kemudian ia meminta asisten nya itu untuk mengumpulkan semua para karyawan karena akan mengumumkan hal yang penting.
Setelah semua para karyawan berkumpul, Vino melepas rangkulan tangan nya lalu menarik pinggang Tania dan memeluknya yang membuat wanita hamil itu sedikit tersentak.
__ADS_1
"Perhatian semua nya!" Vino mengencangkan suara nya sehingga beberapa karyawan yang sedang berbisik-bisik langsung mengalihkan tatapn pada nya.
"Kalian sudah tahu, bukan? Siapa wanita di samping ku ini." ucap Vino, ia semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Tania seolah tak membiarkan wanita nya itu pergi.
Semua karyawan terlihat menganggukkan kepala mereka, dan beberapa cleaning service yang berdiri di belakang para karyawan tampak melambaikan tangan pada Tania, namun sayang nya Tania tidak melihat karena terus tertunduk merasa malu.
"Yah, Tania Lorenza salah satu cleaning service di perusahan ini yang sudah lama menghilang. Dan hari aku membawa nya ke perusahan ini untuk memperkenalkan Tania sebagai Istri ku pada kalian semua. Dan anak yang ada dalam kandungan Tania adalah pewaris perusahan ini."
Sontak semua para karyawan langsung saling menatap. Terlebih teman-teman Tania dulu sesama cleaning service, tidak menyangka Tania yang menghilang begitu saja kini kembali dengan status Istri seorang direktur utama.
"Dan satu hal lagi yang harus kalian tahu, jika saya dan Elza sudah lama bercerai karena sesuatu yang tidak bisa saya jelaskan. Jadi saya harapkan pada kalian semua jangan ada yang berbicara yang tidak-tidak tentang Tania. Dan jika saya sampai mendengar kalian menjelek-jelekkan Tania, kalian akan tahu akibat nya." ucap Vino penuh peringatan.
Bara sangat senang mendengar penuturan direktur nya itu, ini lah yang ia tunggu-tunggu, Vino memperkenalkan Tania pada publik.
__ADS_1