
"Huh," Tania menghembuskan nafas lega saat sudah berada di dalam ruangan Vino. Beberapa saat lalu jantungnya memompa begitu cepat karena merasa malu berada di antara para karyawan yang dulu lebih tinggi kedudukan nya dari pada ia yang hanya seorang cleaning service.
"Kalau dari kemarin Mas Vino bilang mau ngajak aku ke sini, aku gak bakalan mau." ujar Tania yang baru saja duduk di kursi kebesaran milik Vino dengan di bantu oleh suami nya itu.
"Memang nya kenapa?" Tanya Vino sambil mengerutkan kening nya.
Tania tak menjawab melainkan menarik tangan Vino dan mempelkan di dada nya yang masih berdetak kencang.
"Ya ampun. Kamu gugup tadi?" Vino yang berdiri, merendahkan tubuhnya bersimpuh di hadapan Tania.
Vino menggenggam kedua tangan Tania dan menatap wanita nya itu dengan senyuman yang membuat nya semakin terlihat tampan di mata Tania.
"Karena itu lah aku tidak memberitahu mu, aku tahu kau tidak akan mau."
__ADS_1
Tatapan Tania tertuju pada dua buah pigura kecil di atas meja kerja Vino, Vino pun mengikuti arah pandang Tania dan ia langsung berdiri karena ternyata Tania menatap foto dua pigura yang terdapat foto pernikahannya dengan Elza, serta foto mama dan adik perempuan nya.
Vino mengambil pigura yang terdapat foto mama dan adik nya, dan sebelah tangan nya membalik foto pernikahannya dengan Elza.
"Ini adalah Mama Wina dan Vani,Adik ku," ucap Vino sembari memperlihatkan foto itu pada Tania. "Mereka sudah lama menetap di luar Negeri." Sambungnya dengan raut wajah yang tiba-tiba sendu.
...______________...
Sementara itu, dua nama yang baru saja di sebut oleh Vino kini telah sampai di bandara internasional ibu kota.
"Memang nya selama ini tidur kamu gak nyenyak dan kasur kamu gak empuk, gitu?" celetuk mama Wina yang membuat Vani cengengesan.
Karena yang di katakan mama nya itu benar, jika selama berada di luar Negeri ia tidak bisa tidur terlalu nyenyak karena terus memikirkan seseorang di kota kelahiran nya ini. Namun tidak dengan kasur empuk nya, tentu lebih empuk kasur nya yang berada di luar Negeri.
__ADS_1
"Dan kamu jangan mimpi malam ini bisa tidur di kasur empuk kamu itu, karena hari ini kita gak akan pulang ke rumah utama." Ucap Mama Wina yang langsung membuat Vani cemberut.
"Yah Mama kok gitu sih, terus kita ke mana dong? Ke Hotel?" Tanya Vani.
"Enggak." Jawab Mama Wina singkat.
"Terus ke mana dong, Ma? Masa kita nginap di Bandara sih." Vani mengerucutkan bibir nya sambil menghentakkan kaki nya ke tanah seperti anak kecil yang meminta di belikan permen.
Papa Bagas tersenyum sambil menggeleng pelan kepala nya melihat tingkah putri bungsu nya itu masih saja seperti anak kecil.
"Ya ampun, Vani. Kamu lupa kalau kita punya apartemen?" Mama Wina menoyor kening putri nya itu.
Vani nampak berpikir dan beberapa saat kemudian ia tersenyum setelah mengingat jika mereka memang punya apartemen.
__ADS_1
Mama Wina, papa Bagas dan Vani pun bergegas menuju apartemen tersebut, untuk beristirahat setelah menempu penerbangan yang cukup lama, setelah itu baru mereka akan memikirkan tentang apa yang akan mereka lakukan selanjut nya.