
"Loh, kok kamu yang bawa, Mama kamu kemana?" Tanya Vino.
Setelah meletakkan nampan yang berisi kopi dan camilan di atas meja untuk papa nya, Keenan pun mendudukkan tubuh nya di samping sang papa.
"Mama lagi ke kamar Anin, Pa." Jawab Keenan. "Anin tiba-tiba aja berubah jadi galak sama Keenan, dan Anin bilang gak mau di antar jemput lagi ke sekolah." lanjutnya.
Vino tersenyum lalu mengambil secangkir kopi nya. Meniup asap yang masih mengepul kemudian menyeruput kopi nya.
"Mama baru beberapa saat yang lalu bahas masalah itu sama Papa. Mama kamu khawatir jika Anin merasa tertekan dengan sikap kamu yang terlalu posesif sama Anin." ujar Vino setelah meletakkan kembali secangkir kopi nya di atas meja.
"Tapi, Pa. Apa yang Keenan lakuin itu demi kebaikan Anin juga supaya tidak terlibat pergaulan bebas di luar sana." ujar Keenan, ia merasa apa yang di lakukannya itu sudah benar untuk kebaikan adik nya.
"Papa dan Mama tahu, yang kamu lakukan demi kebaikan Adik kamu. Tapi Keenan, Anin itu sudah besar sudah SMA sekarang dan bukan Anak SD lagi yang bisa kita atur sesuai kemauan kita. Sesekali biarkan saja Adik kamu itu bergaul dengan teman-temannya di luar sana, asalakan pergaulan nya tidak melampaui batas." Ujar Vino.
__ADS_1
Keenan memanggut-manggutkan kepala nya, jika di pikir ia memang terlalu mengekang Adik nya. Mungkin kah perubahan sikap Anin hari ini adalah karena hal itu.
"Jangan selalu Anin yang kamu urus, pikir kan juga diri mu sendiri. Kamu sudah dewasa dan juga telah menggantikan Papa di Perusahaan dan itu arti nya kamu harus punya pendamping untuk mengurus kamu."
Keenan langsung menghela nafas panjang, jika papa nya sudah membahas masalah pendamping, ia sama sekali tidak mempunyai jawaban untuk itu karena hingga saat ini kekasih pun ia tak punya.
"Apa perlu Papa yang mencarikan calon istri untuk mu?" tanya Vino.
Keenan mengulum senyum, "Terserah Papa saja, asalkan yang seperti Mama." ucapnya yang membuat Vino juga tersenyum.
"Ya dari Tante Vani dong, Pa. Papa lupa? Papa pernah cerita, waktu Tante Vani seumuran Anin, Tante Vani juga seperti Anin, genit sama Om Bara." Ujar Keenan sambil menahan senyum.
Vino pun terkekeh, ia baru ingat jika sifat putri bungsu nya itu menurun dari sifat sang adik.
__ADS_1
"Ya sudah, sekarang kamu bersih-bersih terus istirahat. Kamu pasti lelah seharian bekerja." ujar Vino sambil menepuk pundak putra nya itu.
Keenan tersenyum, "Selama ada Damar, Keenan tidak akan kelelahan, Pa. Karena Damar dengan sigap mengerjakan semua walau tanpa keenan suruh."
"Iya, Damar sama persis dengan Papa nya dulu." ucap Vino, ia jadi teringat assisten nya dulu yang kini telah menjadi adik ipar nya. Bara dengan sigap nya mengerjakan semua tugas nya, dan sifat nya itu menurun pada Damar putra nya.
___________________________________________
HALO KAKAK² SEMUA NYA, OTHOR TAMATKAN CERITA INI SAMPAI SINI YA DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA YANG SUDAH MENGIKUTO CERITA INI SAMPAI SINI 🙏🙏
NANTI AKAN ADA LANJUTAN TENTANG KISAH ANAK² TANIA DAN VINO, TAPI OTHOR SENDIRI BELUM TAHU KAPAN AKAN DI PUBLISH, KARENA OTHOR SEDANG KURANG ENAK BADAN. BEBERAPA HARI KEPALA SAKIT EFEK ASAM LAMBUNG YANG KAMBUH.
1 JANUARI OTHOR TETAP PUBLISH KARYA BARU TAPI HANYA CERITA SEHARI-HARI RUMAH TANGGA AJA DAN KONFLIK NYA SANGAT RINGAN KARENA OTHOR GAK SANGGUP MIKIR ALUR YANG BERAT 🙄🙄. yang berjudul (Cinta seiring waktu) 1 januari yakk 🙏
__ADS_1
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
POKOK NYA TERIMA KASIH BUAT KALIAN YANG SUDAH LUANGKAN WAKTU BUAT BACA HASIL HALUAN RECEH OTHOR 🤭 MUNGKIN ALUR NYA BIKIN KALIAN MUMET OTHOR MINTA MAAF OTHOR JUGA NULIS NYA DALAM KEADAAN KEPALA YANG NYUT²AN. 🙏🙏🙏