RAHIM 500 JUTA

RAHIM 500 JUTA
RAHIM 500 JUTA~ BAB 37


__ADS_3

"Pak, jangan membuat aku berkhayal setinggi langit, karena kenyataan itu pahit. Kita memang berada di atas bumi yang sama, tapi status kita tidak sama. Aku dan Pak Vino bagaikan langit dan bumi. Pak Vino terlalu sempurna untuk wanita biasa seperti ku." ucap Tania lirih. Ia cukup sadar diri ia siapa, ia tidak ingin terlalu berharap dan suatu saat akan terjatuh.


Vino meletakkan jari telunjuk nya di bibir Tania, menyuruh wanita itu untuk tidak bicara lagi jika mengenai perbedaan status sosial mereka.


"Cinta tak pernah membeda-bedakan sifat, raga, jasmani maupun harta seseorang. Karena cinta hanya melihat keikhlasan dan ketulusan hati kita untuk seseorang. Cinta itu penuh pemberian, bukan meminta untuk diberikan. Cinta itu penuh ketulusan bukan dengan paksaan. Aku, Vino Erlangga akan belajar untuk mencintai mu dengan tulus. Mari menua bersama ku, Tania. Bersama anak-anak kita kelak."


Tania kembali terdiam dengan mata berkaca-kaca menatap Vino, sungguh ia benar-benar terharu dengan semua ungkapan laki-laki yang dulu menawarkan untuk meminjam rahim nya ini. Ia sampai seolah tidak bisa berkata-kata lagi, ia yang hanya gadis biasa tak pernah merasakan di cintai atau pun di hargai seseorang, dan laki-laki yang sedang menangkup wajah nya ini menanti jawaban dari nya sungguh membuat nya merasa menjadi wanita yang sangat di inginkan. Terlebih laki-laki yang menanti jawaban nya ini adalah sosok laki-laki yang memiliki segala nya, namun justru ingin menjalani kehidupan bersamanya yang hanya berasala dari keluarga yang sederhana.


"Aku memang belum mencintai mu tapi dengan mu aku merasakan kenyamanan, hidup ku terasa berwarna. Dan jika kau ingin tetap pergi sesuai apa yang tertulis di dalam surat perjanjian kita, mungkin yang tersisa hanya derita yang mencabik jiwa karena hati ku akan kembali merasakan kehampaan tanpa mu, Tania." Vino menatap Tania dengan penuh harap, di hati nya memang belum ada cinta tapi ia sangat berharap Tania bisa menumbuhkan cinta itu di hati nya.

__ADS_1


Beberapa saat Tania masih terdiam, namun tatapan nya terus tertuju pada Vino dengan lekat. Perlahan bibir nya bergerak sedikit terbuka dan Vino yang melihat itu seketika tersenyum karena ia yakin Tania akan memberikan jawaban seperti yang di inginkan nya.


"Kau mau kan, Tania?" Tanya Vino yang seolah tak sabar mendengar jawaban Tania.


"Seperti Pak Vino yang akan belajar mencintai ku, aku pun juga akan mencoba nya." Ucap Tania yang membuat Vino langsung sumringah, dan memeluk tubuh Tania dengan erat sambil terus mengucapkan kata terima kasih hingga berkali-kali.


Vino mengurai pelukan nya, lalu merendahkan tubuh nya sejajar dengan perut buncit Tania. Ia menyingkap tank top yang di pakai Tania sehingga perut buncit itu terpampang dengan jelas.


Tania menyunggingkan senyum mendengar nya. "Pak, kita akan baru mencoba nya." ucap nya seolah memperingati Vino jika mereka berdua baru akan sama-sama belajar dan belum saling mencintai.

__ADS_1


"Aku tahu, tapi aku yakin kita berdua pasti bisa. Kau lihat saja nanti, aku akan membuat mu tak akan bisa jauh-jauh dari ku." ujar Vino dengan yakin nya.


"Dan aku akan membuat Pak Vino jadi bucin pada ku."


Tania dan Vino sama-sama terkekeh.


Tak lama kemudian Vino kembali berdiri, menatap Tania mengabsen setiap inci wajah nya, dan tatapan nya terhenti pada bibir ranum Tania yang sudah membuat nya candu hanya dalam saat pertama kali mencicipinya. Jakun Vino bergerak naik turun melihat bibir Tania yang sedikit terbuka, ia menarik tubuh Tania lebih mendekat pada nya.


"Seperti nya kau harus mengganti panggilan mu pada ku. Terdengar aneh juga kedengarannya kau memanggil ku dengan sebutan Pak Vino padahal aku ini suami mu meski pun pernikan kita hanya siri." ujar Vino, ia berbicara tapi tatapan nya terus mengarah pada bibir Tania.

__ADS_1


"Memang nya, Pak Vino ingin di panggil apa, hum?"


__ADS_2