RAHIM 500 JUTA

RAHIM 500 JUTA
RAHIM 500 JUTA~ BAB 44


__ADS_3

"Mama...!"


Mama Wina yang masih menatap kotak camilan dan susu khusus Ibu hamil itu terkejut saat mendengar teriakan Vani dari kamar utama. Mama Wina pun menutup lemari penyimpanan itu, lalu pergi ke kamar utama.


"Vani, kenapa sih teriak-teriak?" tanya mama Wina sambil berjalan masuk ke dalam kamar itu.


Vani yang sedari tadi juga masih menatap deretan pakaian wanita yang tergantung di dalam lemari, menoleh menatap mama nya.


"Ini Ma, di dalam lemari banyak sekali pakaian perempuan." jawab Vani sambil menunjuk ke dalam lemari.


Mama Wina pun melihat sebentar isi lemari itu, "Ya mungkin baju-baju Elza kali." ucap mama Wina dengan acuh. Rasa nya ia enggan sekali menyebut nama menantu nya itu.


"Bukan, Ma. Vani tahu betul gimana selena Elza, ini bukan baju-baju dia. Apa mungkin Kak Vino sering bawa perempuan kesini ya Ma? Kak Vino selingkuhin Elza." ucap Vani yang langsung mendapat tatapan tajam dari mama nya.

__ADS_1


"Mama memang gak suka sama Elza, tapi kamu jangan bicara sembarang tentang Kakak kamu." tegur mama Wina. "Udah, tutup lagi lemari nya, pakaian kamu biarin aja di dalam koper soal nya besok kita juga pulang ke rumah utama." sambung nya yang membuat Vani langsung sumringah.


..._____________...


Di perusahaan Erlangga, Vino dan Tania saat ini sedang makan siang bersama di dalam ruangan Vino. Ruangan yang dulu nya menjadi saksi atas perjanjian yang di buat oleh Tania dan Vino.


Hari ini Tania hanya makan sedikit tidak seperti biasanya selalu makan banyak semenjak ia hamil, karena entah kenapa tiba-tiba saja perut nya terasa tak nyaman. Sedari tadi pun duduk nya mulai gelisah karena merasakan pinggul nya terasa sedikit nyeri.


"Tania, kamu kenapa?" tanya Vino saat mendapati Tania yang meringis seperti kesakitan.


"Kita ke Dokter aja ya, aku khawatir kamu kenapa-kenapa." ujar Vino, ia langsung melepaskan sendok nya dan langsung membantu mengelus-elus pinggul Tania.


"Gak usah, Mas. Mungkin ini efek menjelang mau lahiran, nanti nyeri juga bakal hilang sendiri." ujar Tania sambil tersenyum. "Tuh kan udah gak nyeri lagi." sambung nya saat sudah tak merasakan nyeri lagi di pinggul nya.

__ADS_1


"Beneran udah gak sakit lagi?" tanya Vino memastikan.


Baru Tania akan menjawab 'iya', tiba-tiba pinggul nya terasa nyeri lagi dan semakin sakit menjalar ke perut nya.


"Aduh Mas, sakit lagi. Perut ku juga sakit." Tania semakin meringis yang membuat Vino semakin khawatir.


Tanpa mengatakan apa pun lagi Vino langsung mengangkat tubuh Tania keluar dari ruangan nya, ia tahu jika keluhan yang di rasakan Tania adalah tanda-tanda akan melahirkan. Beberapa hari ini ia sering membaca artikel di mbah Gugel tentang ciri-ciri akan melahirkan.


Para karyawan langsung serentak berdiri saat melihat Vino menggendong Tania dengan tergesa-gesa.


"Bara, segera siap kan mobil, Tania harus segera di bawa ke rumah sakit." teriak Vino saat kebetulan melihat Bara di dekat meja resepsionis.


Bara yang mendengar teriakan Vino, apalagi melihat Tania yang di gendong langsung segera berlari menuju parkiran untuk menyiapkan mobil.

__ADS_1


"Bara, cepat kita ke rumah sakit." ucap Vino setelah membawa masuk Tania ke dalam mobil bersama dirinya."


Bara yang memang sudah siap di kursi kemudi langsung menjalankan mobil menuju rumah sakit.


__ADS_2