RAHIM 500 JUTA

RAHIM 500 JUTA
S2~ BAB 53


__ADS_3

Bulan Desember memang identik dengan musim penghujan. Di balik tirai kamar, Tania dapat melihat jika di luar masih gerimis usai hujan deras yang mengguyur ibu kota.


"Syukur lah hujan mulai mereda, kasihan Keenan kalau setiap menjemput Adik nya selalu hujan deras." Tania tersenyum sembari menutup kembali tirai kamar nya. Meski usia nya tak lagi muda, namun senyum nya masih terlihat manis.


Di belakang nya laki-laki yang juga sudah tak lagi muda terus memeluk nya dari belakang dengan erat dan seperti enggan untuk melepaskan.


"Meski kita sudah tak lagi muda, tapi aroma mu masih sama seperti dulu. Membuat aku candu bahkan semakin candu. Dan aku heran, kenapa semakin tua kau semakin terlihat cantik saja, hum?"


Tania terkekeh, ini lah alasan sang suami yang memilih untuk pensiun dari dunia bisnis dan menyerahkan perusahaan kepada putra mereka. Alasan yang cukup menggelitik, betah di rumah karena memiliki istri yang semakin tua semakin terlihat cantik. Ada-ada saja suami nya ini, bahkan kedua anak mereka pun langsung tertawa terbahak-bahak mendengar alasan sang papa.


"Mas, apa Anin tidak merasa tertekan dengan sikap Keenan yang terlalu posesif pada nya?" Tanya Tania.


"Entah lah, Anin juga tidak pernah mengeluh dengan sikap Keenan. Tapi menurut ku apa yang dilakukan nya itu juga demi kebaikan Adik nya. Kamu tahu sendiri bukan? Bagaimana watak anin?"

__ADS_1


Tania mengangguk, putri bungsu nya itu memang kadang-kadang sering membuat ulah. Pernah sekali Anin pulang ke rumah saat menjelang sore karena ikut keluyuran bersama teman-temannya sepulang sekolah, dan dari situlah Keenan memutuskan untuk mengantar jemput adik nya itu ke sekolah bahkan Keenan membawa Anin ke perusahaan sepulang sekolah dan menunggu nya hingga sore hari setelah pekerjaan nya selesai.


"Dan aku rasa, Anin sudah mulai terbiasa ikut ke perusahaan. Di sana kan ada Damar yang bisa menghibur nya jika dia merasa bosan." Sambung Vino.


Tania kembali mengangguk, mungkin seperti itu memang lebih baik dari pada memberi Anin kebebasan.


"Oh ya Mas, ngomong-ngomong Bara dan Vani sudah lama tidak pernah berkunjung kemari?"


"Berarti hanya aku yang penggangguran ya, Mas." ucap Tania sambil terkekeh.


"Tidak, bukan hanya kau saja tapi aku juga penggangguran sekarang." ujar Vino, ia juga terkekeh.


Beberapa saat kamar suasana menjadi hening dengan Vino yang masih memeluk tubuh istri nya. Di balik tubuh Tania, Vino tersenyum mengingat bagaimana dulu ia meminta sang asisten nya untuk menikahi adik nya, karena hanya Bara lah satu-satu nya laki-laki yang Vani sukai terlebih Bara juga tidak pernah memiliki kekasih. Meski kala itu Bara seperti tidak berkehendak dan terlihat terpaksa menerima sebagai bentuk baktinya kepada keluarga Erlangga, namun Vino bersyukur karena hingga hari ini rumah tangga adik nya masih terlihat baik-baik saja bersama putra mereka satu-satu nya. Dan itu semua berjalan dengan cinta seiring waktu.

__ADS_1


"Mas, kemarin aku tak sengaja bertemu Elza di pusat perbelanjaan, dia...


Mendengar nama mantan istri nya di sebut, dengan segera Vino melepaskan pelukannya ditubuh sang istri lalu berpindah menangkup wajah cantik yang tak termakan usia itu,


"Aku heran pada mu, bagaimana kau dengan lugas nya menyebut nama orang yang pernah ada di kehidupan ku. Apa kau tidak cemburu, hum?"


Tania tersenyum seraya menggeleng pelan kepala nya. "Dia bukan lagi bagian hidup mu dan dia juga tidak pernah mengusik kita lagi, justru aku ikut senang melihat dia sekarang juga seperti nya sangat bahagia bersama keluarga nya."


Tania masih ingat betul bagaimana kemarin saat ia bertemu Elza, mantan istri dari suami nya itu sangat terlihat mesra bersama laki-laki yang ia yakini adalah suami Elza dan juga seorang gadis yang ia perkirakan seumuran dengan Damar, dan pasti itu adalah putri Elza.


"Bagus lah kalau dia juga bahagia, aku juga turut senang mendengar nya. Dan aku tidak mau kau menyebut nama nya lagi di rumah ini, aku sudah membuang sejak lama semua jejak nya di rumah ini." ujar Vino dengan nada yang tegas.


Tania mengangguk, lalu membenamkan tubuh nya di pelukan sang suami.

__ADS_1


__ADS_2