Rahim Sengketa

Rahim Sengketa
Promo novel Tawanan Presdir Kejam by Asri Faris


__ADS_3

Brakk!


Suara dentuman pintu menabrak dinding hingga terjadi kerusakan di setiap sudut dan sisi. Berbarengan dengan seorang pria menyembul dari balik pagar. Siluet tubuhnya yang kekar masuk tanpa permisi.


"Ada apa, ini? Siapa Anda? Kenapa masuk rumah orang tanpa sopan santun!" tanya seorang gadis langsung berhambur keluar mencari tahu siapakah gerangan yang bertamu tak tahu aturan.


Seorang lelaki menyorotnya tajam dan dingin. Berjalan mengikis jarak, hingga membuat Sharen mundur teratur dengan wajahnya kaget.


"Makanan apa yang kau berikan untuk Fiona!" bentak Keanu murka. Langsung mencengkram rahang gadis itu hingga kesulitan bernapas.


Sharen terbatuk seraya berusaha meloloskan diri dari cengkraman sadis pria itu. Namun, tangannya yang kekar, tak mampu membuat perlawanan imbang di antara sisa tenaganya. Dengan ringan Keanu menghempaskan hingga perempuan itu terhuyung ke belakang. Terhempas ke lantai keramik begitu saja.


"Apa maksud Anda? Makanan? Saya tidak memberikan apa pun. Selain kue yang Fiona minta untuk testimoni buatan besok yang ia pesan."


"Kamu tahu akibat fatal yang kamu lakukan!" sentak pria itu bertambah murka. Berjongkok mendekati Sharena yang masih bersimpuh di lantai merasakan suasana kaget tiba-tiba didatangi pria asing yang langsung menghardiknya tanpa ampun.


"Pembunuh!" pekik Keanu menggelegar memenuhi telinganya.


Sementara di kediaman Abraham, tengah dirundung duka begitu Keanu memberikan kabar berpulangnya saudaranya, Fiona. Keluarga langsung bersiap menyambut jenazah dan memberikan penghormatan terakhir untuk saudaranya yang gugur di medan tugas.

__ADS_1


Keanu sendiri langsung pulang begitu mengultimatum perempuan bernama Sharena itu. Usut punya usut mereka adalah berteman baik selama masa kuliah.


Pria itu akan mencari bukti dan akan melempar dengan tangannya sendiri ke jeruji penjara jika terbukti bersalah.


Usai pemakaman yang masih menyisakan duka mendalam di lubuk hati keluarga besar. Kematian Fiona yang begitu mendadak tentu menjadi tanda tanya besar. Namun, lagaknya Keanu tidak puas jika langsung mengirimnya ke penjara tanpa gadis itu melewati rasa sakit berdarah-darah dulu. Pria itu pun menaruh dendam dan kebencian yang siap dimuntahkan.


Di sisi lain, Sharen nampak masih shock duduk di ruang kosong mengetahui kematian sahabatnya. Kenapa pria itu malah menuduhnya. Apa yang sebenarnya terjadi? Sungguh Sharen tidak tahu pasti. Apalagi menghabisi nyawanya. Jelas saja itu tidak mungkin.


"Fiona, kenapa bisa jadi seperti ini, siapa yang telah melakukan ini," gumam gadis itu masih belum percaya.


Bingung hendak melakukan apa, Sharen juga merasa tak aman, takut-takut pria asing itu akan datang kembali menuduhnya. Sharena malam itu terpaksa pergi dari rumah dengan membawa baju dalam tubuhnya saja. Niat hati ingin menepi sejenak. Mungkin ia akan merasa aman jika di rumah orang tuanya dari pada tinggal dikontrakan.


"Mau ke mana pembunuh!" sentak Keanu tiba-tiba muncul mengagetkan Sharen. Hingga ponsel gadis itu terjatuh. Namun, dengan sigap Keanu menginjaknya tanpa ampun.


Sharen berlari sejauh mungkin, terseok-seok menghindari langkah lebar pria itu. Dirinya bagai di ujung mimpi buruk.


Suara deru napas dalam dadanya seakan mau lepas. Sharen sudah tidak kuat lagi setelah lari begitu jauh. Perempuan itu bahkan tidak menyadari sekarang ada di mana. Hendak meminta bantuan seseorang pun urung lantaran ponselnya tertinggal jauh bersama pria itu.


"Wah ... cewek cantik, Bro!" ucap seorang lelaki menembus pendengarannya.

__ADS_1


Sharen langsung menoleh, suasana agak gelap membuatnya tidak begitu paham dengan wajah-wajahnya.


Mengetahui situasi yang tidak aman, gadis itu kembali mengambil ancang-ancang. Bersiap melesat setelah tiga hitungan mundur.


Sharen kembali ke arah awal. Membuatnya tanpa sadar kembali mendekati singa lapar yang ingin menghakiminya.


Keanu langsung terhenti begitu mendapati gadis yang tengah ia cari menyerahkan nyawanya sendiri.


Sharena langsung mengerem kakinya yang hampir oleng menabrak seseorang yang berdiri tegap dengan gagah. Ia dihadapkan dengan situasi rumit. Maju orang jahat, mundur pria kejam yang menginginkan penebusan.


Tiga pemuda yang mengejar Sharen ikut terhenti, menyorot tajam pria di depannya yang berdiri tanpa getar.


"Serahin cewek itu, dia memasuki kawasan kami, mengumpan dirinya sendiri!" ucap salah seorang pemuda menunjuk Sharen dengan penuh minat.


Sharen menggeleng resah, memperhatikan kiri dan kanan yang seakan sama-sama membuatnya dalam kesusahan. Apakah gadis itu akan berakhir di tangan Keanu, atau tiga pemuda yang menatapnya dengan lapar.


Pria itu menarik lengan Sharen, mencengkramnya begitu kuat.


"Sudah saatnya kamu menerima atas balasan yang menimpa adikku!" bisik Keanu dengan tatapan mengarah ketiga pemuda yang tengah menyorotnya galak.

__ADS_1


Dengan tubuh gemetar Sharen menggeleng resah. Berharap ada keajaiban malam ini yang akan membuatnya selamat sampai esok hari. Agar bisa membuktikan bahwa apa yang dituduhkan padanya tidaklah benar.


"Aww ...," desis Sharen merasa kakinya begitu ngilu setelah terkantup benda kasar di tanah. Dengan kasar pria itu menariknya lalu menghempaskan ke belakang. Sakit, itulah yang dirasakan. Namun, setidaknya ia merasa lebih bersyukur terhindar dari tiga manusia yang saat ini tengah adu kekuatan dengan Keanu mempertahankan lawan.


__ADS_2