Raja Kampus

Raja Kampus
Bab 12


__ADS_3

“Bagaimana? Apakah anak saya sudah ketemu?” tanya seorang pria yang sedang menelpon dalam kegelapan malam “Saya nggak mau tau, pokoknya kalian harus menemukan anak saya. Saya sudah membayar mahal kalian.” lanjutnya lalu menutup telpon.


********


Terdapat dua mobil mewah berwarna putih dan biru memasuki halaman kampus. Semua mata tertuju pada mereka khususnya para kaum adam.


“Wauu.. memang benar kata orang yang pernah bertemu dengan mereka. Mereka lebih cantik dari pada yang di TV” ucap salah satu dari mahasiswa yang ada di sana.


“Benar."


Ardi yang penasaran melihat para mahasiswa berkumpul di halaman kampus pun mendekati mereka. Sekarang ia tau ternyata penyebabnya yang tak lain karena 2 sahabat Maya, Bellina dan Sania. Mereka dengan pedenya malah memberikan ciuman jauh seolah yang melihatnya adalah para fansnya. Wajar saja, Bellina adalah seorang model internasional dan Sania adalah seorang aktris film.


“Waoowww ada acara apa nih kalian ke sini?” Tanya Bima yang baru datang.


“Kita mau ketemu sama Maya.”


“Haii! Bellina.. Sania..” sapa Kirana lebih halus setelah tau kalo Bellina dan Sania adalah orang-orang terkenal.


“Siapa ya?” tanya Bellina.


“Kirana, masa kamu lupa? Beberapa hari yang lalu aku datang ke acara ultahmu sama Alvin.” jelasnya.


“Ouhh..”


“Oh ya.. Maya mana? tumben kalian hanya berdua?” tanya Kirana.


“Hallo Kak Bellina dan Kak Sania. Kenalkan saya Ajeng, panitia Fashion Show yang bertugas menjemput Kak Bellina dan Kak Sania.” ucap seorang mahasiswi mengenakan baju pdh biru dongker.


“Hai.. apakah acaranya sudah mulai?” tanya Sania.


“Masih belum kak, masih kurang 30 menit lagi.” jawab Ajeng.


“Ouh.. ya udah kalian ke sana dulu aja. Nanti biar kami diantar Rio sama Bima.” ucapnya.


“Tapi apa gapapa kak? atau kakak-kakak ini mau berkeliling kampus? biar kami temani.” ucap Ajeng lagi.


“Nggak perlu, aman. Nanti kalo di tanya bilang aja kalo kami sedang menemui teman lebih dulu.” jelas Bellina yang tau kalo Ajeng masih menjadi panitia baru. Soalnya dari gelagatnya ia terlihat agak takut kalo jobdesnya tidak terlaksana sebagaimana semestinya.


“Baik kak, nanti akan saya sampaikan.” ucap Ajeng.


“Waahh kalian ternyata juga diundang.. aku juga ikut berpartisipasi di sana nanti menjadi ratu kecantikan.” ucap Kirana.

__ADS_1


“Wahh hebat sekali.” puji Bellina.


Ting.. sebuah pesan masuk di hp Kirana..


“Aku tinggal dulu ya gays.. aku sudah harus siap-siap.” ucap Kirana.


“Alvin bisa-bisanya sih milih cewek seperti dia?” tanya Sania yang memang tidak suka dengan Kirana di awal pertemuan.


“Ceritanya panjang. Ya udah yukk gue tunjukkin kelas Maya.” ajak Bima dan Reno.


Dalam perjalanan, banyak mahasiswa yang meminta foto dan tanda tangan Bellina dan Sania sehingga perjalanan mereka sedikit terhambat.


“Gayss… gays… kalian yakin mau tetap disini? soalnya di luar akan datang tamu-tamu yang terkenal untuk hadir di acara fashion show kita. Tentunya ada Luna Maya, Irvan, dan masih banyak lagi..” ucap Rio mengalihkan perhatian mereka. Sedangkan Bima langsung mengajak mereka untuk pergi dari kerumunan fans.


“Maya!” panggil Bima yang melihat Maya sedang berjalan.


“Hah? itu beneran Maya?” tanya Sania tak percaya melihat tampilan Maya.


“Hai, kalian kenapa ada di sini?” tanya Maya terkejut kedatangan dua bestinya.


“Kalian Bellina model Internasional dan Sania aktris film itu ya?” tanya Luna.


“Kenalin aku Luna, sahabat Maya. Aku sangat suka film-film yang diperankan Kak Sania.. boleh minta foto?” Sania pun terpaksa haru mengiyakan.


“E..”


“Iya kak, padahal sudah aku tegur. Aku sebagai sahabat kan juga malu kalo tiap hari harus jalan sama cewek cupu. Padahal dia sebenernya cantik banget.” jelas Luna menyerobot ucapan Maya.


“Nanti gue ceritain waktu di rumah. Oh ya kalian ke sana dulu nanti gue nyusul. Habis acara gue bakal ajak kalian ke suatu tempat yang gue rasa kalian akan sangat menyukainya.” ucap Maya tak mau kalo kedua sahabatnya itu telat.


“Oke deh siap.. tapi lo jangan lama-lama.” ucap Bellina.


“Iya bestie.” jawab Maya.


“May gue nemenin Kak Sania dan kak Bellina ya. Lo gapapa kan?” tanya Luna.


“Oke. Bim titip ya..!” pesannya pada Bima.


“Siap bos.”


Sania dan Bellina bersama Bima memasuki ruangan fashion show lewat jalur VIP tapi tidak dengan Luna karena dia mahasiswa biasa.

__ADS_1


“Maaf ya Lun. Tapi kita bisa ketemu di dalam.” ucap Bima merasa nggak enak.


“Iya kak, gapapa.” jawab Luna menutupi wajah kesalnya.


Mereka berdua duduk di deretan bangku paling depan, bersama deretan model dan artis lainnya. Satu persatu model berjalan dengan lenggak-lenggok di atas panggung. Bellina dan Sania sangat menikmati tampilan para mahasiswa yang luar biasa.


Di sisi lain Maya masih berusaha untuk masuk tapi dilarang oleh panitia yang bertugas hanya karena pakaiannya sehingga membuat mereka tak percaya jika Maya adalah termasuk tamu undangan.


“Ini loh, kartu undangan saya.” ucapnya sambil menunjukkan kartu undangannya jelas-jelas di sana tertulis nama Maya Tiara Putri.


“Ada apa gays?” tanya seorang cewek yang ikut keluar saat mendengar keributan.


“Ini mbak, ada yang mengaku-ngaku sebagai Maya Tiara Putri.” ucap salah satu dari mereka.


Cewek itu memandangi Maya dari bawah hingga akhir “Mbak bener Maya Tiara Putri?” tanya cewek itu ikut meragukan lalu disusul tawa..


“Maaf ya mbak, jangan kira nama mbak sama dengan nama Maya Tiara Putri berarti mbak adalah Maya Tiara Putri. Soalnya saya sangat kenal dengan Mbak Maya dia sangat cantik sedangkan mbak?” lanjutnya.


“Alvin!” panggil Maya saat melihat Alvin sedang berjalan menuju jalur VIP.


“Iya, kenapa?”


“Bantuin gue masuk dong. Gue udah telat 15 menit nih.” ucap Maya.


“Ya tinggal masuk aja, kamu ada undangannya kan?” ucap Alvin.


“Ada, tapi mereka nggak percaya.” jelasnya.


“Maaf Mas Alvin, kami hanya menjalankan perintah saja. Bagi yang tidak mendapatkan kartu undangan tidak boleh lewat jalur VIP dan mbak ini mengaku sebagai Mbak Maya Tiara Putri.” jelas cewek yang menghina Maya.


Penjelasan itu membuat tertawa Alvin, jelas mereka tidak boleh membiarkan Maya masuk orang tampilannya lebih tepat sebagai gadis desa cupu dibandingkan seorang Maya Tiara Putri.


“Lo kok malah tertawa?” Tanya Maya.


“Mending lo ganti baju dulu deh, nanti pasti mereka akan dengan senang hati mempersilahkan lo masuk.” ucap Alvin.


“Ya masalahnya baju gue di dalam di ruang ganti.” ucapnya.


“Oalah.. tapi ada syaratnya. Lo nanti malam harus nemenin gue diner.” pinta Alvin.


“Iya terserah, cepat lo harus bantu gue.”

__ADS_1


“Iya.. sabar. Mbak-mas ini benar Mbak Maya, dia sedang melakukan penyamaran karena ingin memberikan kejutan kepada para penonton.” jelas Alvin.


Giliran Alvin yang berucap aja mereka langsung percaya tanpa ada satu pun yang membantah. Maya yang tadi sempat dihina langsung dilayani dengan sebaik mungkin oleh mereka bertiga. Bahkan yang cewek mengantarkan langsung ke ruang ganti dan mempersiapkan seluruh aksesoris yanga kan dikenakan oleh Maya.


__ADS_2