
Took..tok....
"Mak!" panggil Reno tapi tak ada jawaban dari dalam sama sekali.
Karena pintunya terkunci, Reno langsung mendobrak pintu yang terbuat dari kayu itu. Terlihat wanita tua yang tergeletak di lantai yang beralas tanah.
"Mak...!" panggil Reno membangunkan maknya itu "Reno sudah pulang." lanjutnya meneteskan air mata "Mak.. bangunn!!"
Reno memeriksa denyut nadi maknya, merasa masih memiliki kesempatan untuuk hidup. Reno meminta tolong pak Rt untuk mengantarkan mereka ke rumah sakit terdekat. Setelah memeriksa, dokter menjelaskan bahwa di rumah sakit tersebut fasilitasnya masih belum memadai untuk melakukan operasi. Dokter menyarankan Reno untuk membawa maknya ke rumah sakit kota.
"Baik dok terima kasih."
Reno yang sudah mengetahui penyakit lama makya langsung menyetujui saran dokter apalagi dirinya sudah memegang uang sebanyak 100 juta. Ia berharap uang itu dapat cukup untuk membiayai operasi maknya itu. Beruntung, rumah sakit yang dituju di Jakarta sehingga Reno dapat menkjaga maknya sekaligus sambil berkuliah.
*********
"Haiiii!!" Sapa Bellina dan Sania yang langsung duduk bersama mereka.
"Kalian ngapain sih ke sini?" tanya Alvin yang mengetahui kencannya akan gagal jika sudah ada dua manusia perusak ini.
"Aku yang undang." ucap Maya "Gapapa kan?" Yaps.. kini Alvin hanya bisa menjawab ia di mulutnya tapi tidak dengan hatinya.
"Kalian mau pesan apa? Alvin yang bayarin." uccap Maya membuat kedua sahabatnya itu senang.
"Nggak-nggak. Mereka di sini yang lebih kaya ya.. sedangkan gue? uang masih minta bokap." jawab Alvin langsung.
"Katanya kita adik lo? Siapa yang kemarin bilang pas di warung teman laki-laki lo." ucap Sania mengingatkan.
"Ya adik bukan berarti gue juga yang bayarr."
"Ayolah Vin." Maya ikutan merayu.
"Okee.. iya.. iyaa.. tapi jangan pesan yang mahal-mahal!" pintanya.
"Iyaaa.. dasar pelit!" ucap Bellina.
"Mau nggak ditraktir? Kalo nggak mau ya udah."
"Iyaaa.."
Sania dan Bellina membaca satu per satu buku menu yang ada ditangannya, minimal makanan di sana harganya lebh dari 1 juta. Mereka langsung melirik ketika sebuah makanan yang bernama
"Ultraviolet 2 ya mbak sama minumannya jus Alvokat 1 dan jus strauberry 1." ucap Sania pada pelayan.
"Baik mbak, ditunggu ya pesananya."
"Beneran kalian pesen minumannya cuman jus?" tanya Alvin meledek karena ia tak tau harga makanan yang di pesan dua bocah itu.
"Katanya tadi nggak boleh mahal-mahal." jawab Bellina.
"Iya.. soalnya uang bulanan gue udah menipis." jawab Alvin.
"Bima sama Rio nggak diajak sekalian? Biar tambah rame." ucap Sania.
"Ngak.. ngakk.. jangan dulu yaaa.. adik-adik yang baik. Besok aja, mending kita ajak mereka." jawab Alvin, ia tau 2 sahabatnya itu sama seperti Sania dan Bellina, bisa-bisa atmnya di blok ayahnya nanti.
__ADS_1
"Okeyy."
"Ini pesanannya. Selama menikmati." pelayan itu mengantarkan dua porsi pesanan Sania dan Bellina.
"Terima kasih ya mbak."
"Iya, sama-sama."
Dari baunya saja sudah sangat sedap, apalagi rasanya "Lo mau nyoba ini May? Gue jamin lo akan ketagihan dengan makanan satu ini." Ucap Sania.
"Nggak, kalian makan aja. Gue udah kenyang." jawab Maya yang habis makan steak.
"Sumpah enak banget. Sudah lama gue nggak makan nih makanan." ucap Bellina.
"Nggak usah lebay deh." sahut Alvin.
"Kita nggak lebay, emang kenyataannya kok." Bellina tak terima.
Selesai makan, Bellina dan Sania mengajak Maya untuk pergi jalan.
"Nggak-nggak, dia harus pulang sama gue." ucap Alvin tidak mengijinkan.
"Vin, gue mohon yaa. Nanti gue yang bilang sama abang gue." ucap Maya.
"Tapi May..."
"Plisss.... besok mereka sudah harus pergi ke luar kota. Gue bakal lama lagi nggak bakal ketemu mereka. Sedangkan lo sama gue bisa ketemu setiap hari di kampus." ucap Maya.
Alvin menghembuskan nafas panjang sejenak, "Baiklah, tapi hati-hati ya.." ucapnya.
"Terima kasih brother." ucap Sania dan Bellina sambil cipika-cipiki Alvin bergantian.
Sebelum pulang pun Alvin meminta tagihannya untuk membayar, mendengar kata 50 juta dirinya tak percaya lalu minta billnya untuk melihat sendiri. Soalnya mereka hanya makan dikit nggak sampai 10 juta.
"Hah? 21 juta?"
"Iya Mas, untuk harga Ultraviolet nya sebesar 21 juta dan teman mas pesan 2." jelas pelayan tersebut.
"Memang sialan mereka." dengan tangan lemas, Alvin menyerahkan kartu ATM nya.
"Terima kasih mas." setelah selesai, pelayan itu mengembalikan lagi kartu ATM Alvin.
"Siap-siap menjadi orang kere selama seminggu." ucapnya menyesal mentraktir dua bocah itu.
*******
"Reno!" Setelah 2 hari menunggu maknya, akhirnya maknya itu tersadar juga.
"Mak. Gimana perasaan Mak?" tanya Reno.
"Sedikit baik. Ini di mana?"
"Di rumah sakit mak. Sekarang Mak tidak perlu khawatir lagi, kanker Mak sudah sembuh." ucap Reno senang tapi tidak dengan Maknya.
"Kamu dapat uang dari mana nak?"
__ADS_1
"Reno sambil kerja mak di Jakara." jawabnya berbohong.
"Maafin mak ya, mak sudah menyusahkan kamu." jawab Maknya.
"Shuuttt jangan bilang gitu. Sebagai seorang anak sudah menjadi kewajiban Reno untuk merawat mak."
"Kamu memang anak yang baik. Ayah kamu pasti bangga sama kamu. Oh ya kamu sudah bertemu dengan ayah kamu?" Reno hanya bisa menjawab dengan anggukan lalu,
"Dia sudah punya keluarga baru mak." ucapnya sedih.
Maknya langsung memeluk anak asuhnya itu, Reno pun menangis dalam dekapan maknya.. Tangisan yang selama ini ia simpan sendirian akhirnya bisa dikeluarkan.
"Mak mau kan tinggal sama Reno di Jakarta?"
"Bukannya mak nggak mau Ren, tapi Mak sudah merasa nyaman hidup di kampung."
"Baiklah. Reno tidak akan memaksa."
"Terima kasih ya Ren. Kamu kalo mau pulang, pulang saja... pintu mak selalu terbuka untukmu dan mak akan memasakkan makanan kesukaanmu."
"Oh ya mak, Reno berangkat kuliah dulu ya. Nanti Reno akan ke sini lagi." pamitnya.
"Kuliah?"
"Iya mak, ini sedang di rumah sakit Jakarta hehe.. soalnya di rumah sakit desa fasilitasnya masih kurang. Dokter menyarankan untuk disini." jelas Reno.
"Ooo.. tapi pasti mahal banget biayanya."
"Gapapa yang penting mak sembuh." ucap Reno.
"Ya udah Reno pamit dulu ya." Reno mencium kening dan tangan maknya.
"Yang rajin belajarnya.. jangan kayak di kampung yang keseringan bolos." ucap Maknya.
"Iya mak, Reno sudah tobat ini." jawabnya, padahal ia sudah tidak masuk selama 3 hari.
********
Baru saja Alvin memakirkan mobilnya, Doni bersama anak buahnya langsung membawanya ke belakang kampus dan menghajarnya babak belur. Alvin tak bisa melawan karena kalah jumlah.
"Kembalikan barang gue yang lo ambil waktu di club!" pinta Doni.
"Barang apa?" tanya Alvin yang tak tau apa-apa.
"Halah... nggak usah banyak alasan, Gue tau lo yang datang ke club waktu itu." ucap Doni sambil meninju wajah tampan Alvin.
"Lo jangan asal nuduh, gue aja nggak tau club mana yang lo maksud."
"Semakin lo mencari alasan lo akan semakin habis."
"Sumpah gue nggak bohong."
"Ini bukti motor lo yang datang ke club gue." Doni memberikan foto motor Alvin yang terpparkir di depan club "Lo masih mau nyari alasan? Hah?!"
"Tunggu.. oke gue ngaku. Kasih gue waktu untuk mengembalikan barang lo."
__ADS_1
"3 hari, kalo lo nggak ngembalikan 3 hari. Jangan harap lo pulang ke rumah dengan selamat."