Raja Kampus

Raja Kampus
Bab 19


__ADS_3

Paginya Sada dikejutkan dengan keadaan warungnya yang berantakan seperti kapal pecah. Ia tertunduk lemas bingung mau bilang apa. Reno yang baru sampai juga terkejut, ia langsung mencari petunjuk siapa yang memporak-porandakan warungnya. Tak sengaja matanya tertuju pada sebuah cincin perak yang tergeletak dibawah papan meja. Lalu ia mengambil cicin itu, berkat petunjuk itu Reno tau siapa yang harus ia minta pertanggung jawaban atas kerusakan warungnya.


“Lo tunggu di sini sebentar!” ucap Reno menepuk bangku Sada.


Maya yang baru datang juga terkejut, ia terus menyerbu pertanyaan pada Sada. Tapi Sada hanya bisa diam. Ia bingung harus bilang apa, perasaan dirinya tak memiliki masalah dengan siapapun. Hutangnya juga udah lunas.


“Reno ke mana?” tanya Maya. Bukannya menjawab Sada malah pergi membereskan kerusakan warungnya.


**********


“KELUAR LO SEMUAA!!!” teriak Reno dari luar gedung.


“Waahhh berani juga lo datang ke markas gue.” ucap Jack melangkah keluar.


Reno langsung melemparkan cicin Jack tepat mengenai dadanya “Pergi dan tanggung jawab atau gue hancurkan semua anak buah lo?” ucap Reno masih berbaik hati.


“Lo mau hancurkan kami?” tanya Jack disusul tawa teman-temannya.


“Maju!” Jack meminta beberapa anak buahnya untuk maju tapi dengan cepat Reno langsung membantai mereka habis.


Begitu juga dengan kloter kedua membuat Jack sedikit ciut nyalinya.


“Pilihan gue masih berlaku.” tegas Reno.


Sebagai seorang preman dan jagoan Jack tak mungkin mengalah, ia memutuskan untuk menyerang Reno meski ia tau jika Reno lebih kuat darinya. Buktinya ketika ia berhasil dikalahkan Reno dipertemuan sebelumnya.


Pukulan pertamanya berhasil mengenai hidung Reno hingga membuatnya berdarah. Lalu Reno membalasnya dengan menampar keras Jack hingga Jack yang memiliki tubuh  yang besar tersungkur ke tanah.


“Siapa yang buat kerusuhan di tempat gue?” tanya Bos Gondrong yang baru keluar sambil merenggangkan seluruh ototnya. Jack langsung berdiri dan bersembunyi di belakang Bos


Gondrong “Oh kamu krucil.” uap Bos Gondrong memanggil nama Reno dengan sebutan Krucil (asal nyeplos aja). " Gue akui lo memang pemberani dibanding anak buah gue. Tapi untuk menguji seberapa kuat lo, lo harus melawan gue. Kalo gue kalah, gue bakal ganti semua kerugiandi warung lo, tapi kalo lo kalah. Lo harus  jadi anak buah gue. Gimana?" lanjutnya.


"Setuju." jawab Reno.


Reno membuka kaosnya dan menunjukkan tubuh kekarnya, Bos Gondrong menyilahkan Reno maju melawan dirinya lebih dulu. Tanpa basa basi, Reno langsung melayangkan tinjunya ke arah Bos Gondrong tapi tinjunya itu bisa dengan mudah dihidari. Reno tetap tak menyerah, ia terus melayangkan tinjunya tapi tak satu pun mengenai target. Setelah Bos Gondrong mengetahui kondisi Reno yang kelelahan, hanya dengan satu pukulan mampu membuat Reno jatuh tersengkur.


"Hanya ini kah kemampuan lo?" tanya Bos Gondrong.


"Gue harus bangkit." ucapnya  memberi semangat untuk dirinya sendiri.


Dengan susah payah, Reno berhasil bangkit dan kembali menyerang Bos Gondrong. Kali ini, Bos Gondrong melawan serangan tersebut, ia menahan tangan Reno lalu..

__ADS_1


"Aaaa..!!!" Teriak Reno yang merasakan pergelangan tangannya terasa seperti patah.


Karena masih punya hati, Bos Gondrong langsung mendorongnya ke belekang. Lalu,  menyerang wajah Reno hingga memar. Meskipun demikian, Reno tetap bangkit dan berusaha menyerang hingga..


“PLAAKK!!” Reno benar-benar terjatuh ditanah hanya dengan satu tamparan dari Bos Gondrong.


Bos Gondrong memang tidak setingg dan sekekera Jack, namun kekuatannya seperti 100 orang. Maya yang baru sampai langsung berlari menghampiri Reno yang sekarat.


“Bos, kenapa bos biarkan mereka pergi?” tanya Jack yang tak terima.


Bukan menerima jawaban malah menerima tamparan “tubuh tinggi otot besar tapi tidak bisa mengalahkan satu orang.” ucap Bosnya lalu pergi masuk kembali.


“Sial! Semua ini gara-gara Reno. Awas saja, gue bakal balas dendam atas penghinaan ini.” sumpah Jack.


**********


Di rumah sakit, Reno telah sadar. Tubuhnya terasa sakit semua. Pergelangan tangannya di balut oleh perban. Ketika dirinya ingin bangun, seorang cewek tidur memeluk tangannya. Ia tak lain adalah


Maya. Perlahan ia menarik tangannya  dan meninggalkan Maya sendirian di kamar inap itu. Tak lupa sebelum pergi, Reno menyelimuti cewek itu.


“Ren.” Sada dibuat terkejut saat melihat Reo tepat berada di depan pintu kamar rumah sakit.


“Shut! Nanti Maya bangun.” ucap Reno berbisik.


“Gue mau pulang.” ucap Reno tak betah berada di rumah sakit.


Mau tak mau Sada pun menurutinya. Maya yang terbangun pun bingung tak ada siapapun di sana dan di kamar mandi kosong. Kemudian suster datang dan memberitahu Maya jika pasian yang dirawat dikamar ini sudah pulang.


“Kenapa mereka tak membangunkan ku?” tanya Maya kesal ditinggal sendirian.


Waktu pulang takk sengaja ia bertemu dengan Rio yang juga masih dirawat di rumah sakit tersebut. Maya pun


menghapirinya dan bertanya apa yang terjadi. Rio tak ingin Maya kawatir dan terlibat dalam permasalahan dikampus, ia pun berbohong jika habis jatuh dari motor.


“Oalah, kebiasaan lo selalu ceroboh.” ucap Maya membantu Rio berjalan.


“Sudah berapa lama lo disini?” tanya Maya.


“Sudah 2 harian.” jawabnya.


“Tapi kenapa nggak ada yang bilang

__ADS_1


sama gue?” tanya Maya.


“Maya?” Bersyukur Alvin datang sehingga dapat menghindarkan Rio dari kekepoan Maya “Ngapain disini?”lanjutnya.


“Sebenernya gue jaga Reno, tapi ternyata dia malah sudah pergi duluan dan gue ditinggal. Eh.. pas mau pulang malah ketemu dia.” tunjuknya pada Rio.


“Kenapa Reno?” tanya Alvin yang penasaran.


“Ceritanya panjang. Kapan-kapan aja gue ceritain.” jawab Maya.


Terus lo mau pulang sama siapa?” Maya pun mengangakat kedua bahunya dan berkata “paling nyuruh sopir datang jemput.”


Melihat kesempatan bagus, Alvin menawarkan diri untuk mengantarkan mantannya itu. Rio langsung menatap tajam bestienya itu seolah mengatakan “Bagaimana dengan janji lo bawa gue pulang?!”


“Tenang nantii gue ke sini.” bisik Alvin agar tidak di dengar Maya.


“Oke deh kalo gitu. Tapi ini Rio?”


“Aman, dia bisa balik ke kamarnya sendiri.” ucap Alvin enteng.


“Iya.. aman May, gue bisa balik ke kamar sendiri.”


“Beneran?” Maya sedikit ragu.


“Iya.. sudah sana pulang, mata lo itu loh udah kayak mata panda.” ledek Rio.


“Ye… ya udah gue pulang dulu ya. Semoga lekas sembuh.” ucap Maya lalu pergi bersama Alvin.


********


“Sad, gue minta maaf ya. Gara-gara gue, warung lo jadi rusak.” Reno merasa sangat bersalah, dialah yang memulai berurusan dengan para preman itu lebih dulu.


“Gapapa Ren, kan lo sendiiri yang bilang kalo rejeki nggak kemana. Allah pasti akan menggantinya.” ucap Sada sudah berusaha mengikhlaskan bisnisnya telah hanur.


“Terus jualan lo gimana?”


“Mungkin tutup beberapa hari dulu sih, baru kalo kelihatannya sudah aman buka lagi.” jelas Sada.


“Tapi.. dari mana mereka bisa tau kalo gue kerja di sana ya?” tanya Reno.


“Mungkin waktu Sania live streaming, paling kamu nggak sengaja terekam kamera. Tapi sudahlah, semua udah terjadi. Mending kamu tidur aja wes, nanti malah masuk angin.” ucap Sada meninggalkan Reno di teras kostnya.

__ADS_1


“Pada akhirnya gue bakal jadi preman juga di Jakarta.” ucap Reno tersenyum tipis mengingat temannya di kampung yang niatnya mau bekerja di Jakarta pulang-pulang malah jadi preman.


__ADS_2