
"Ren!" panggil Sada, ingin mengajak Reno untuk berangkat kuliah. Tapi kelihatannya, Reno masih belom kembali "Dimana Reno, tidak biasanya pergi lama, tidak bilang lagi." ucap Sada.
*********
"Pagi Cupu! Gimana tidur lo? Nyenyak?!" tanya Doni menyambut Sada.
"Ada apa? aku sudah telat." ucap Sada.
"Itu urusan lo, bukan gue. Nih, selesaikan semua tugas gue." ucap Doni memberikan tumpukan tugasnya kepada Reno "Besok harus selesai." tegasnya.
Sada menerimanya lalu segera pergi ke kelas. Ia tak takut tak boleh masuk karena telat. Ternyata di kelas dosennya belum datang, ada nafas lega yang ia rasakan. Sada langsung duduk dibangkunya. Maya yang melihat Sada membawa tumpukan buku ia pun bertanya,
"Apa itu?"
"Tugas Doni." jawabnya.
"Sada.. Sada.. mau sampai kapan sih lo diperbudak Doni dan antek-anteknya?" Maya tak habis pikir.
"Sampe ada orang yang bisa membuat Doni jera untuk membully lagi."
"Kapan? nunggu lo lulus?!"
"Sudahlah nggak usah dibahas. Oh ya kamu sama Reno nggak?" Sada masih bingung Reno pergi ke mana, jika pulang kampung kayaknya nggak mungkin.
"Nggak. Kenapa?"
"Dia nggak pulang semalaman."
"Coba tunggu dulu aja, siapa tau nanti dia masuk kelas." ucap Maya berusaha menenangkan Sada meski hatinya sendiri juga khawatir.
*******
"Lo nggak kuliah?" tanya Reno geram mmelihat Alvin sibuk bermain game.
"Ngapain kuliah?" tanyanya.
"Lah lo kuliah ngapain?" balik tanya Alvin.
"Serah lo. Gue mau tidur." tapi sayang Reno tidak bisa tidur di tambah lagi suara Alvin yang keras main game "Vin!" panggil Reno.
"Hem."
"Sini sebentar!" pinta Reno.
"Kenapa? Gue lagi sibuk." ujarnya.
"Sini!" pinta Reno lagi.
"Bentar lagi, lah..lah... kok bisa.. "jawab Alvin sambil fokus main game.
__ADS_1
"Cepetan Vin, gue nggak bisa nahan lagi." ucap Reno.
"Yaahhh kalah deh. Lo sih Ren, ada aoa??" dengan kesal Avin menghampiri Reno.
"Bantu gue ke kamar mandi." ucap Alvin berbisik karena malu mengatakannya.
"Hadeh.. lo itu emang sangat merepotkan."
Meskipun Alvin terus menggerutu saat Reno memanggilanya, namun ia tetap saja melakukannya. Alvin membantu Reno untuk turun dari ranjanganya lalu memapahnya pelan-pelan untuk berjalan ke kamar mandii.
"Aduh.. kaki gue lo pijak sialan!" teriak Alvin yang menahan sakit kakinya.
"Ya maap. Makanya pelan-pelan."
"Ya ini sudah pelan, udah kayak jalannya siput." tegas Alvin.
"Udah lo tunggu di sini pegangin infus gue." perintah Reno meminta Alvin berdiri di luar kamar mandii.
"Iyaaa bawellll!!!"
Alvn menahan nafasnya karena mencium bau tak sedap dari kamar mandi, apalagi pintu kamar mandi tak tidak bisa ditutup.
"Lo makan apa sihhh??? bau bangeettt tauuu!!" ucap Alvin dari luar.
"Makan masakan nyokap lo." jawab Reno dari dalam kamar mandi.
"Yaa sabarr... namanya aja berak. Masih untung lo gue suruh berdiri di luar." ucap Alvin.
5 menit berlalu, baunya menghilang, Alvin menghembuskan nafas panjangnya. Reno lalu membuka pintunya dan kembali menuju ranjangnya. Karena Alvin tak sabar harus jalan sangat lambat, ia pun meminta Reno memegang infusnya sendiri kemudia ia mengangkat tubuh Reno. Naasnya, itu di lihat Maya dan Sada yang baru datang....
"Kalian ngapain?" tanya Maya.
Seketika Alvin menurunkan langsung Reno di lantai,
"May, ini nggak seperti yang lo bayangin. Sumpah." jelas Alvin.
Sada langsung berlari membantu memegang Reno.
"Iya May, Alvin tadi hanya ingin bantu gue aja." Reno menambahkan.
"Aku nggak nyangka, ternyata kalian.." ucap Maya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Lo sih Vin, pakai gentong kepala segala." Reno mendorong Alvin menyalahkannya.
"Lah masih untung gue bantu, habisnya gue nggak sabar lihat lo jalan lemot bangettt." bela Alvin.
"Udah.. udah... jangan bertengkar." ucap Maya sambil tertawa. Ia tak percaya, mereka ternyata bisa akrab juga malah lebih mirip seperti saudara "Gue seneng, kalian bisa so sweeet gini." lanjutnya.
"Idiihhh... ogah banget gue di bilang so sweet sama si kutu kupret ini." ucap Alvin sangat tidak setuju dengan ucapan Maya.
__ADS_1
"Lo kira gue mau? Ogahh!!" balas Reno tak terima.
Akhirnya Alvin melepaskan tangan Reno yang masih merangkul di pundaknya dan meminta Sada untuk membantu Reno ke atas ranjang "ya.. kalo udah nggak mau bantuin santai aja kali." ucap Reno.
Sebenernya Alvin hanya mengundang Maya saja untuk datang ke rumah sakit, tapi ia lupa kali Sada selalu ngintil jika mendengar kabar Reno. Tapi tak apalah, setidaknya kini ia bisa bertemu dengan Maya tanpa harus ada Kirana meskipun kedatangan Maya tidak di waktu yang tepat.
"Lo maafin gue kan May?" tanya Alvin memastikan.
"Tapi kenapa lo nggak nelpon? tau gitu ortu gue nggak nunggu sampe sejam."
"Hp gue lobet May." Jelas Alvin.
"Oke, karena lo udah berbuat baik dan alasan lo jelas. Gue maapin." ucap Maya berbaik hati membuat Alvin sangat senang.
"Kamu juga Ren, kenapa kamu nggak ngabarin kalo masuk ke rumah sakit?" sekarang giliran Sada yang kesal.
"Ya.. mana gue tau kalo gue bakal masuk ke rumah sakit." jawab Reno.
"Iya juga ya." ucap Sada menertawakan dirinya sendiri "Lain kali lo harus lebih hati-hati kalo jalan. Biar nggak jadi korban tabrak lari lagi. Pelaku pasti orang nggak bener, bisa-bisanya nabrak orang nggak mau tanggung jawab." Alvin yang merasa tersindir ingin sekali mencongkel mulut Sada.
"Tabrak lari?" tanya Reno tak paham.
"iya kan? kata Maya kamu masuk rumah sakit gara-gara jadi korban tabrak lari." ucap Sada menunjuk Maya. Tapi Maya menunjuk Alvin.
"Iya, waktu itu gue nolong lo sudah dikerumuni orang banyak dan kata mereka lo jadi korban tabrak lari." ucap Alvin mengarang. Ia memberikan kode ke Reno dengan kedipan matanya agar tidak memperpanjang alasan Reno masuk ke rumah sakit.
"Oh.. iyaa.. gue lupa. Kayaknya kepala gue terbentur deh." ucapnya berakting memegangi kepalanya seolah sakit.
"Ya ampun, kasian. Yang sabar ya Ren." ucap Maya.
"Makasih May. May gue boleh minta tolong lo nggak?"
"Apa?"
"Gue pengen makan sesuatu. Boleh minta tolong belikan nggak?" pintanya sebenernya nggak enak tapi ia sudah terlanjur menyetujui perjanjiannya dengan Alvin untuk membuat Maya dekat dan jatuh hati padanya lagi.
"Makanan apa? Gue belikan." ucap Maya tak merasa terbebani.
"Gue lupa namanya, tapi Alvin tau tempatnya." ucap Reno malas berpikir yang penting dirinya sudah membuat mereka jalan berdua.
"Makanan apa woi?" bisik Alvin tapi Reno malah hanya mengangakat kedua bahunya tanda tak tau.
"Tempatnya di sebelah mana Vin?" tanya Maya.
"Eee.."Alvin berpikir keras untuk menyempurnakan rencana Reno "Di dekat pasar, terus masuk, belok kanan, lalu lurus habis itu belok kiri 2 kali, dan belok kanan lagi sampai." jawabnya.
"Mana hafal gue, ya udah lo antar gue aja." ucap Maya dari pada nyasar "bentar ya Ren, gue belikan dulu. Sad, jaga Reno ya." nada Maya selalu lemah lembut ketika berbicara dengan Reno.
"Siap Bu Bos, tenang aja." jawab Sada.
__ADS_1