
"Pagi sayang!" Sapa seorang cowok yang sudah berdiri di depan ruang kelas Kirana.
"Lo.. Lo ngapain disini?" tanya Kirana terkejut.
"Tentu saja aku datang untuk mencarimu dan ingin meneruskan kelanjutan kisah cinta kita." goda cowok itu yang tak lain Doni.
Alvin yang baru datang langsung memberikan tinjunya tepat mengenai pipi Doni, "Jangan pernah lo ganggu dia lagi karena dia sudah milik gue." tegas Alvin.
"Santai bro. Sebentar lagi juga dia akan menjadi milik gue. Tunggu aja." ucap Doni tersenyum pergi sambil mengedipkan mata pada Kirana.
"Sayang aku takut banget." ucap Kirana manja.
"Gapapa. Dia nggak akan pernah ganggu lo." ucap Alvin lalu mengajak Kirana masuk ke kelas.
Usai matkul, Rio dan Bima dikejutkan dengan keadaan markasnya yang berantakan. Semua sampah makanan berserakan di lantai, meja, dan sofa. Ada juga botol minuman alkohol sedangkan dari mereka bertiga tidak ada yang membawa minuman alkohol di kamous.
"Ini pasti ulah si cupu itu bersama antek-anteknya." ucap Rio Geram.
"Sabar Yo, kamu tidak bisa melawan mereka saat ini." ujarnya menenangkan mengingat Rio baru saja keluar dari rumah sakit.
"Siapa yang melakukan ini?" tanya Alvin yang baru dari kamar mandi.
"Siapa lagi kalo bukan si cupu doni." jawab Rio.
"Ya, udah kita bereskan markas kita dan kita susun rencana untuk membalasnya. Mereka tidak bisa dilawan dengan kekuatan tapi dengan otak." ucap Alvin.
Di luar sana, Dion semakin seenaknya sendiri, ia membuli para mahasiswa cupu untuk dijadikan pembantu mereka, termasuk Sada.
"Cepetan bawakan makanan! Kita lapar nih." ucap salah satu antek-antek Dion.
Karena Sada tidak bisa melawan, akhirnya dia pun menuruti perintah anak buah Dion meski dengan terpaksa. Hari ini Reno tak pergi ke kampus karena tubuhnya masih memar semua, jadi tidak ada yang bisa melindungi Sada dari para pembully.
"Hai Sad." sapa Maya ketika mereka bertemu di kantin.
"Hai May." jawab Maya.
"Tumben lo pesen makanan banyak banget?" tanya Maya yang melihat nampan di tangan Sada terdapat 5 mie ayam.
"iya." ucap Sada tak ingin Maya terlibat oleh pembuly itu.
Sada pun mengantarkan makanan Dion dan menyajikannya di Meja "Bagus, tapi MANA MINUMANNYA?! LO PENGEN KITA MATI TERSEDAK!" Teriak mereka sampai terdengar ke telinga Maya.
"Kalian nggak bilang kalo sekalian sama minumannya." ucap Sada.
"Ya yang inisiatif dong, pintar dikit. Kalo ada makanan ya pasti ada minuman."
__ADS_1
"Sebentar, gue pesenkan." ucap Sada membalik, namun di belakangnya sudah berdiri Maya yang membawa makanan.
Maya yang tidak suka dengan kekerasan, ia langsung menaruh makanannya dan mengambil es tehnya lalu....
BYURRR!!! segelas es teh mendarat membasahi tubuh mereka.
"Ini minumannya." ucap Maya dengan ketus.
"SIAPA LOO?! GUE NGGAK ADA URUSAN SAMA LO!" bentak Brian, salah satu dari mereka sekaligus raja kedua di anggotanya.
"TAPI GUE ADA URUSAN SAMA LO KARENA LO SUDAH GANGGU TEMEN GUE!" balas Maya, ia tak takut sedikit pun dengan mereka.
"Kalo kalian masih berani mengganggu temen gue, gue jamin kalian tak akan lama berada di kampus ini." bisiknya pada Brian lalu menarik Sada untuk pergi.
Doni datang menghampiri mereka sambil terus memberikan tepukan kagum dengan keberanian Maya. Cewek tercantik di kampus ini mengalahkan kecantikan Kirana.
"Gue harus mendapatkannya." ucapnya.
**********
"Lo kenapa nggak ngelawan sih Sad?!" tanya Maya kesal.
"Percuma May ngelawan kalo endingnya gue babak belur dan tetap dijadikan pembantu mereka. Ya gue turutin aja." jawabnya.
"Dia masih istirahat di kos." jawabnya.
"Makasih ya May, tapi gue mohon demi kebaikan lo. Lo jangan ikut campur urusan gue sama mereka lagi. Gue nggak mau kalo terjadi apa-apa sama lo." pinta Sada.
"Memang siapa sih dia? Anak baru juga songongnya selangit." ucap Maya kesal.
"Gue denger-denger dia itu dulunya di sini tapi dikeluarkan karena masalah. Nah, masalahnya ini gue nggak tau." Jelas Sada.
"Tapi kenapa dia bisa masuk lagi?"
"Berkat ayahnya tentunya. Ayahnya investor tertinggi di kampus untuk saat ini. Makanya, dia berani melakukan sesuka hati dan banyak juga dosen yang tak berani menegurnya."
"Lo nggak papa kan May?" tanya Alvin, nafasnya masih tak beraturan karena berlari mencari Maya. Ia takut Maya kenapa-napa.
"Nggak. Gue gapapa." jawab Maya.
"Vin, lo kan semster tua. Lo pasti tau cerita tentang Doni?" tanya Maya.
Alvin yang mendengar pertanyaan itu langsung menunduk "Sebenernya dia datang ke sini ingin balas dendam sama gue karena 3 tahun yang lalu." jelas Alvin mengatakan jujur sama Maya. Ia tau tak lama lagi Maya pasti juga akan tau kisahnya dengan Doni. Akhirnya ia memutuskan untuk menceritakan semuanya pada Maya..
"Jadi lo selingkuhi gue selama 2 tahun?" tanya Maya.
__ADS_1
"Gue hanya nganggap Kirana sebagai adik karena bokapnya nitip Kirana sama gue. Gue nggak pernah suka sama dia." jelas Alvin.
"Terus kenapa lo nggak jelasin sama dia?"
"Udah, tapi dia tetap keras kepala dan selalu mengatakan pada seluruh isi kampus kalo gue pacarnya." Alvin berusaha menjawab dengan sejujur-jujurnya.
"Tapi sudahlah. Itu derita lo, yang pasti gue udah punya pengganti lo di hati gue." yang Maya maksud adalah Reno.
"Siapa?" tanya ALvin.
"Nanti lo juga akan tau." jawab Maya lalu pergi.
"Oh ya.. jangan lupa nanti ke rumah, bokap ngundang lo makan malam." ucap Maya hampir kelupaan.
Sada yang sejak tadi hanya menyaksikan pertengkaran mereka baru tau jika mereka adalah mantan. Pantas saja Maya berani dengan Alvin dan Alvin berusaha untuk terus mendekati Maya.
"Yang sabar ya bro." ucap Sada prihatin pada Alvin.
"Apaan sih lo." Alvin mengibaskan tangan Sada yang ada di pundaknya lalu pergi.
*******
“Siapa kalian?” tanya Reno dengan kepala masih tertutup kain hitam.
Reno tak tau siapa yang menculiknya, tiba-tiba ada yang memukul kepalanya dan selanjutnya ia tak ingat apa-apa.
“Gue cuman mau mengingatkan lo tentang perjanjian kita kemarin.” ucap Bos Gondrong.
“Iya, gue nggak akan lari dari tanggung jawab. Sekarang lepasin gue.” ucap Reno.
“Apa jaminan yang lo berikan kalo lo nggak lari dari gue?”
Reno memberikan kalung liontinnya sebagai jaminan, kalung itu sangat berharga baginya karena itu adalah
peninggalan kedua orang tuanya yang sempat ia ambil dari ruangan Tuan Wijaya waktu menyelinap.
“Kalung itu. Kalo sampai kalung itu hilang, lo semua bakal gue habisin.” ancam Reno.
“Lo aja kelah telak sama gue, mau habisin gue segala.” ledek Bos Gondrong.
“Tapi selama sebulan, gue harap lo sebagai bos preman menepati janji lo.” ucap Rio.
“Oke. Lepaskan dia.” Bos Gondrong meminta anak buahnya melepaskan ikatan Reno dan membuka tutup kepalanya.
“Besok malam lo harus ke sini, gue sudah punya tugas untuk Lo.” pinta Bos Gondrong.
__ADS_1