Raja Kampus

Raja Kampus
Kejutan


__ADS_3

“Boss!! Ada berita terbaru!!” teriak Jack berlari


menghampiri Bos Gondrong yang sedang menerima setoran dari anak buahnya.


“Apa?!”


“Coba lihat ini bos!”Jack menunjukkan video Reno bersama


teman-temannya yang sedang viral di tiktok akibat di unggah oleh Sania pada


saat dia membantunya di Warung Anak Babe. “Kita harus balas dendam bos. Dia


sudah membuat anak buah bos babak belur.” lanjutnya.


“Oke, siapakan aja anak-anak yang badannya gede! Kita


hancurkan warungnya nanti malam.”


**********


“Sudah siap?” tanya Maya yang sudah berada di depan pintu


kos Reno.


“Cieee.. yang mau kencan.” goda Sada yang baru mau berangkat


ke warungnya.


“Shutt diam!” ucap Maya “Ayok Ren!” langsung menggandeng


Reno mengajaknya masuk kedalam mobilnya.


Di dalam mobil, suasana agak canggung, Reno tak biasa


ngobrol banyak dan Maya bingung harus bilang apa. Tak seperti biasa ia merasa


gugup seperti ini.


“Kalo boleh tau rumah lo dimana Ren?” tanya Maya mencoba


mencairkan suasana.


“Kenapa?” balik tanya Reno.


“Ya.. siapa tau aku kalo ke luar kota bisa main ke rumah


kamu.” ucap Maya.


“Kamu kenal Alvin sudah lama?” Reno mengalihkan


pertanyaannya.


“Lumayan lama sih, sekitar 5 tahunan. Kenaoa?” tanya Maya


menahan senyum dibibirnya, ia mengira kalo Reno cemuburu akibat melihat kedekatannya


dengan Alvin.


“Ohh.. Kamu kenal sama orang tuanya berarti?” tanyanya lagi


menggali informasi tentang keluarga ayahnya.


“Iya kenal, Om Wijaya sama Tante Ratna namanya. Mereka


sangat baik!” ucap Maya ingin membuat rasa cemburu Reno semakin naik.


“Oh Ratna namanya.” gumannya.


“Kamu bilang apa?”


“Nggak.”


“Tapi kenapa kamu nanya tentang Alvin?”


“Gapapa.” jawab Reno dengan ekspresi yang datar.


Maya yang mendengarnya menghembuskan nafas panjang,


pikirannya ternyata salah. Ia terlalu berharap Reno akan jatuh cinta padanya.


Tapi meskipun demikian, dia tak akan menyerah begitu saja. Dia akan menaklukan


hati si Singa satu ini.


“Udah sampai.” ucap Maya memakirkan mobilnya.


Mereka pun turun, Maya mengajak Reno di restoran bintang


lima. Ia sudah menyiapkan kejutan di dalam untuk Reno “Yuk masuk!” Maya


menggandeng tangan Reno tapi Reno mengehentikan langkahnya.


“Ini pasti mahal banget, mana gue cuman bawa uang 100 ribu

__ADS_1


pula.” ucap Reno dalam hati.


“Kenapa?” tanya Maya.


“Ini kita beneran masuk ke dalam?” tanya Reno memastikan.


“Iya. Masa kita mau makan di dalam.” ucap Maya.


“Udahh jangan pikir lama, gue akan traktir lo.” ucap Maya


seolah tau apa yang sedang Reno risaukan.


“Aman.” ucapnya pelan menghembuskan nafas lega.


Baru masuk saja sudah di sambut ramah oleh pelayan, Reno


berusaha bersikap seperti orang kaya lainnya agar tidak membuat Maya malu.


Pelayan itu menunjukkan meja pesanan Maya yang terletak di lantai 8. Tapi


ruangan itu terlihat sepi, tak ada satu pun orang yang duduk.


“Silahkan tuan, nona. Sebentar lagi pesenannya akan kami


antar.” ucap pelayan itu ramah lalu meninggalkan mereka.


“Ini pada kemana orangnya?” tanya Reno polos.


“Nggak tau, mungkin malas naik lift.” ucap Maya berbohong


padahal temat itu sengaja ia pesan khusus untuk merayakan ulang tahun Reno.


Tak lama kemudia lampu padam, dan terdapat cahaya lilin yang


masuk menuju arah mereka berdua disertai kue yang amat besar dibawahnya. Lalu


lagu selamat ulang tahun pun dinyanyikan..


“Dari mana lo tau ulang tahun gue?” tanya Reno terharu


karena ini adalah ulang tahun yang pertama yang ia rayakan.


“Ada deh.” Maya tak ingin mengaku kalo dirinya diam-diam


membuka dompet Reno  waktu dompetnya


tertinggal di Warung Bakso Sada untuk melihat tanggal lahir di KTP Reno.


“Sebutkan doa lo, lalu tiup lilinnya.” ucap Maya.


menium lilin yang berada di atas kue yang amat besar.


“Yeyy..!” tepuk tangan Maya senang.


“Makasih ya May.” ucap Reno.


“Sama-sama.”


“Misal itu kue dibawa pulang boleh nggak?” tanya Reno, jika


mereka berdua yang makan kue tersebut tak akan habis.


“Boleh kok, tenang aja. Lagi pula kita juga nggak makan


itu.” ucap Maya.


“Lah terus kenapa di pesan?” tanya Reno mulai kesal karena


Maya sama halnya membuang-buang uang.


“Eits tenang dulu. Maksudnya, kita makan Hors d'oeuvres, amuse-bouche, sup, appetizer, salad, ikan,


..”


“Shuttt!” Reno langsung membungkam mulut


Maya, ia tak bisa membayangkan akan makan semua itu “Udah diam, mending semua


makanan itu lo batalkan. Gue akan aja lo ke suatu tempat yang akan membuat lo


senang dan harganya terjangkau.” jelas Reno.


“Di mana?” tanya Maya penasaran.


“Batalin dulu pesanan lo, lumayan uang


lo itu buat beli semua ini bisa membantu banyak orang di luar sana.” ucap Reno.


Akhirnya Maya pergi ke salah satu


pelayan tapi bukan untuk membatalkan pesanannya, melainkan membayar semuanya


karena disini sistemnya apabila sudah dipesan tidak bisa dibatalkan.

__ADS_1


“Tapi mbak nanti kalo missal ditanya


pacar saya, jangan bilang kalo saya sudah melunasi semuanya. Bilang aja saya


sudah membatalkan pesanan.” ucap Maya buat jaga-jaga.


“Sudah?” tanya Reno ketika Maya sudah


kembali.


“Udah, yukk kita jalan!” ajak Maya


bersemangat.


Reno mengajak Maya pergi ke pasar malam


yang ada di belakang kosnya dan benar, Maya baru pertama kali datang ke pasar


malam. Bahkan ia baru tau kalo ada pasar buka di malam hari, padahl biasanya


pasar bukanya di pagi hari.


“Rame juga ya? tapi lebih rame anak-anak


dan orang lagi pacaran.” ucap Maya.


“Iya, di sini pasti kalo ada pasar malam


rame.”


“Pengen itu.” Maya langsung berlari ke


penjual permen kapas seperti anak keci.


Reno pun hanya mengikutinya dari


belakang, setelah habis Maya ingin membeli cimol yang ada disebelahnya. Di sini


semua Reno yang membayarkan, tapi ia aman-aman saja karena tempatnya murah.


“Itu apa?” tanya Maya pada penjual yang


baru datang.


“Cilok bakar.” jawab Reno.


“Aku mau nyoba.”


Kali ini Reno hanya berharap sepulang


dari sini semoga perut Maya baik-baik saja akibat memakan banyak makanan.


Hampir semua yang ada di sini ia coba termasuk kerak telur.


“May, ini lo lapar apa doyan?” tanya


Reno yang tak habis pikir anak seorang konglomerat kalap jajanan pinggiran.


“Soalnya aku belum pernah nyobain ini


sama sekali. Ternyata enak semua, kecuali yang rujak petis, asin aku kurang


suka.” ucapnya.


“Iya namanya aja petis, kalo gula ya


manis.” jawab Reno.


“Pengen jajan lagi tapi udah kenyang.”


ucap Maya sambil mengelus perutnya.


“Ya besok lagi May. Di sini buka setiap


malam Sabtu dan Minggu.” jelas Reno.


“Beneran?? Kalo gitu besok lo wajib


ngajak gue naik wahana di sini.” ucap Maya soalnya mala mini ia habiskan untuk


kulineran saja.


“Hem.”


“Maaf ya, malah seharusnya gue yang


traktire lo malah lo yang bayarin semua makanan gue. Berapa total? biar gue


ganti.” ucap Maya.


“Nggak usah. Sans. Cukup lo bayar besok


kerja di warung.” canda Reno.

__ADS_1


“SIAAPP BOSSS!!”


__ADS_2