
“Boss!! Ada berita terbaru!!” teriak Jack berlari
menghampiri Bos Gondrong yang sedang menerima setoran dari anak buahnya.
“Apa?!”
“Coba lihat ini bos!”Jack menunjukkan video Reno bersama
teman-temannya yang sedang viral di tiktok akibat di unggah oleh Sania pada
saat dia membantunya di Warung Anak Babe. “Kita harus balas dendam bos. Dia
sudah membuat anak buah bos babak belur.” lanjutnya.
“Oke, siapakan aja anak-anak yang badannya gede! Kita
hancurkan warungnya nanti malam.”
**********
“Sudah siap?” tanya Maya yang sudah berada di depan pintu
kos Reno.
“Cieee.. yang mau kencan.” goda Sada yang baru mau berangkat
ke warungnya.
“Shutt diam!” ucap Maya “Ayok Ren!” langsung menggandeng
Reno mengajaknya masuk kedalam mobilnya.
Di dalam mobil, suasana agak canggung, Reno tak biasa
ngobrol banyak dan Maya bingung harus bilang apa. Tak seperti biasa ia merasa
gugup seperti ini.
“Kalo boleh tau rumah lo dimana Ren?” tanya Maya mencoba
mencairkan suasana.
“Kenapa?” balik tanya Reno.
“Ya.. siapa tau aku kalo ke luar kota bisa main ke rumah
kamu.” ucap Maya.
“Kamu kenal Alvin sudah lama?” Reno mengalihkan
pertanyaannya.
“Lumayan lama sih, sekitar 5 tahunan. Kenaoa?” tanya Maya
menahan senyum dibibirnya, ia mengira kalo Reno cemuburu akibat melihat kedekatannya
dengan Alvin.
“Ohh.. Kamu kenal sama orang tuanya berarti?” tanyanya lagi
menggali informasi tentang keluarga ayahnya.
“Iya kenal, Om Wijaya sama Tante Ratna namanya. Mereka
sangat baik!” ucap Maya ingin membuat rasa cemburu Reno semakin naik.
“Oh Ratna namanya.” gumannya.
“Kamu bilang apa?”
“Nggak.”
“Tapi kenapa kamu nanya tentang Alvin?”
“Gapapa.” jawab Reno dengan ekspresi yang datar.
Maya yang mendengarnya menghembuskan nafas panjang,
pikirannya ternyata salah. Ia terlalu berharap Reno akan jatuh cinta padanya.
Tapi meskipun demikian, dia tak akan menyerah begitu saja. Dia akan menaklukan
hati si Singa satu ini.
“Udah sampai.” ucap Maya memakirkan mobilnya.
Mereka pun turun, Maya mengajak Reno di restoran bintang
lima. Ia sudah menyiapkan kejutan di dalam untuk Reno “Yuk masuk!” Maya
menggandeng tangan Reno tapi Reno mengehentikan langkahnya.
“Ini pasti mahal banget, mana gue cuman bawa uang 100 ribu
__ADS_1
pula.” ucap Reno dalam hati.
“Kenapa?” tanya Maya.
“Ini kita beneran masuk ke dalam?” tanya Reno memastikan.
“Iya. Masa kita mau makan di dalam.” ucap Maya.
“Udahh jangan pikir lama, gue akan traktir lo.” ucap Maya
seolah tau apa yang sedang Reno risaukan.
“Aman.” ucapnya pelan menghembuskan nafas lega.
Baru masuk saja sudah di sambut ramah oleh pelayan, Reno
berusaha bersikap seperti orang kaya lainnya agar tidak membuat Maya malu.
Pelayan itu menunjukkan meja pesanan Maya yang terletak di lantai 8. Tapi
ruangan itu terlihat sepi, tak ada satu pun orang yang duduk.
“Silahkan tuan, nona. Sebentar lagi pesenannya akan kami
antar.” ucap pelayan itu ramah lalu meninggalkan mereka.
“Ini pada kemana orangnya?” tanya Reno polos.
“Nggak tau, mungkin malas naik lift.” ucap Maya berbohong
padahal temat itu sengaja ia pesan khusus untuk merayakan ulang tahun Reno.
Tak lama kemudia lampu padam, dan terdapat cahaya lilin yang
masuk menuju arah mereka berdua disertai kue yang amat besar dibawahnya. Lalu
lagu selamat ulang tahun pun dinyanyikan..
“Dari mana lo tau ulang tahun gue?” tanya Reno terharu
karena ini adalah ulang tahun yang pertama yang ia rayakan.
“Ada deh.” Maya tak ingin mengaku kalo dirinya diam-diam
membuka dompet Reno waktu dompetnya
tertinggal di Warung Bakso Sada untuk melihat tanggal lahir di KTP Reno.
“Sebutkan doa lo, lalu tiup lilinnya.” ucap Maya.
menium lilin yang berada di atas kue yang amat besar.
“Yeyy..!” tepuk tangan Maya senang.
“Makasih ya May.” ucap Reno.
“Sama-sama.”
“Misal itu kue dibawa pulang boleh nggak?” tanya Reno, jika
mereka berdua yang makan kue tersebut tak akan habis.
“Boleh kok, tenang aja. Lagi pula kita juga nggak makan
itu.” ucap Maya.
“Lah terus kenapa di pesan?” tanya Reno mulai kesal karena
Maya sama halnya membuang-buang uang.
“Eits tenang dulu. Maksudnya, kita makan Hors d'oeuvres, amuse-bouche, sup, appetizer, salad, ikan,
..”
“Shuttt!” Reno langsung membungkam mulut
Maya, ia tak bisa membayangkan akan makan semua itu “Udah diam, mending semua
makanan itu lo batalkan. Gue akan aja lo ke suatu tempat yang akan membuat lo
senang dan harganya terjangkau.” jelas Reno.
“Di mana?” tanya Maya penasaran.
“Batalin dulu pesanan lo, lumayan uang
lo itu buat beli semua ini bisa membantu banyak orang di luar sana.” ucap Reno.
Akhirnya Maya pergi ke salah satu
pelayan tapi bukan untuk membatalkan pesanannya, melainkan membayar semuanya
karena disini sistemnya apabila sudah dipesan tidak bisa dibatalkan.
__ADS_1
“Tapi mbak nanti kalo missal ditanya
pacar saya, jangan bilang kalo saya sudah melunasi semuanya. Bilang aja saya
sudah membatalkan pesanan.” ucap Maya buat jaga-jaga.
“Sudah?” tanya Reno ketika Maya sudah
kembali.
“Udah, yukk kita jalan!” ajak Maya
bersemangat.
Reno mengajak Maya pergi ke pasar malam
yang ada di belakang kosnya dan benar, Maya baru pertama kali datang ke pasar
malam. Bahkan ia baru tau kalo ada pasar buka di malam hari, padahl biasanya
pasar bukanya di pagi hari.
“Rame juga ya? tapi lebih rame anak-anak
dan orang lagi pacaran.” ucap Maya.
“Iya, di sini pasti kalo ada pasar malam
rame.”
“Pengen itu.” Maya langsung berlari ke
penjual permen kapas seperti anak keci.
Reno pun hanya mengikutinya dari
belakang, setelah habis Maya ingin membeli cimol yang ada disebelahnya. Di sini
semua Reno yang membayarkan, tapi ia aman-aman saja karena tempatnya murah.
“Itu apa?” tanya Maya pada penjual yang
baru datang.
“Cilok bakar.” jawab Reno.
“Aku mau nyoba.”
Kali ini Reno hanya berharap sepulang
dari sini semoga perut Maya baik-baik saja akibat memakan banyak makanan.
Hampir semua yang ada di sini ia coba termasuk kerak telur.
“May, ini lo lapar apa doyan?” tanya
Reno yang tak habis pikir anak seorang konglomerat kalap jajanan pinggiran.
“Soalnya aku belum pernah nyobain ini
sama sekali. Ternyata enak semua, kecuali yang rujak petis, asin aku kurang
suka.” ucapnya.
“Iya namanya aja petis, kalo gula ya
manis.” jawab Reno.
“Pengen jajan lagi tapi udah kenyang.”
ucap Maya sambil mengelus perutnya.
“Ya besok lagi May. Di sini buka setiap
malam Sabtu dan Minggu.” jelas Reno.
“Beneran?? Kalo gitu besok lo wajib
ngajak gue naik wahana di sini.” ucap Maya soalnya mala mini ia habiskan untuk
kulineran saja.
“Hem.”
“Maaf ya, malah seharusnya gue yang
traktire lo malah lo yang bayarin semua makanan gue. Berapa total? biar gue
ganti.” ucap Maya.
“Nggak usah. Sans. Cukup lo bayar besok
kerja di warung.” canda Reno.
__ADS_1
“SIAAPP BOSSS!!”