Raja Kampus

Raja Kampus
Bab 31


__ADS_3

BUUGGG!! Alvin langsung melayangkan pukulan ke wajah Reno hingga hidungnya berdarah.


Kelas seketika berubah diam tak ada yang berani melerai keduanya. Reno yang tak tau apapun berusaha mengajak Alvin untuk berbicara baik-baik tentang apa yang sebenernya terjadi.


"Lo kan yang ambil barang Doni dengan memakai motor gue!" bentak Alvin.


"Iya, gue yang ambil. Tapi gue lakukan itu untuk mengambil barang milik bokap lo!" balas teriak Reno barulah Alvin menghentikan pukulannya "Lo bisa tanya bokap lo sendiri." ucap Reno.


"BERHENTI!" ucap Maya melerai mereka "Sekarang kalian ikut gue dan kita bicara baik-baik." lanjutnya sambil menggandeng dua cowok keren itu.


Maya membawa keduanya ke UKS untuk diobati lukanya. Luka Alvin yang terparah karena ulah Doni, sedangkan Reno karena perbuatan Alvin.


"Ini obati sendiri luka kalian!" pinta Maya memberikan dua ember yang berisi es batu agar mereka tidak bertengkar.


"May gue nggak bisa obatin. Boleh minta tolong nggak bantuin gue ngompres wajah gue?" ucap Alvin.


Mau tak mau Maya pun membantu Alvin mengompres mukanya yang bonyok semua. Namun hal tersebut membuat Reno cemburu, sama seperti yang dilakukan Alvin, Reno juga meminta Maya untuk membantu mengompres lukanya. Akhirnya Maya mondar-mandir merawat mereka hingga kelelahan dan memutuskan untuk mengunci mereka berdua di uks lalu pergi.


"Lo sih, kenapa harus ikut-ikutan minta tolong Maya untuk bantu ngompres wajah lo!" ucap Alvin menyalahkan


"Ya suka-suka gue." jawab Reno


"Ingat ya sama perjanjian kita, lo jangan rebut Maya dari gue tapi bantu gue balikan sama dia."


"Y."


Dari pada terus berdebat, Reni memilih untuk pergi dari sana. Tapi pintunya terkunci dari luar, ia memandang Alvin..


"Kenapa?" tanya Alvin.


"Pintunya nggak bisa." jawab Reno


Alvin menuju ke sana dan mencobanya, ternyata benar. Pintunya tidak bisa,


"Mayyy buka pintunyaaa!!!" teriak Alvin tapi Maya sudah pergi entah kemana.


"MAYAAA!!!"


"Mending lo telpon temen lo, biar dia membukakan pintunya." saran Reno.


"Bentar, gue ambil hp gue dulu." Alvin merogoh sakunya dan tak menemukan apa-apa "Mampus.. hp gue di kelas."


"Yah... gimana sih lo?"


"Lah hp lo gimana?"


"Sama, ketinggalan di kelas."


"Huuuu!"


"Terus ini gimana dong, gue nggak bisa di ruang gini lama-lama." ucap Alvin yang mulai pusing.


"Eh.. lo kenapa?" tanya Reno yang langsung memegangi tubuh Alvin yang mau roboh "Ayo ikut gue ke ranjang."


"Sakit kepala gue kumat."


"Ya udah lo tidur aja." tapi sebelum sampai ranjang tidur, Alvin sudah tak kuasa menahan tubuhnya dan terjatuh.

__ADS_1


"Vin. bangunn! Heyy!!" Reno mulai khawatir. Ia menggendong saudara laki-lakinya itu menuju ranjang.


"Toloonggg!!!! Siapapun di luar!!!" teriaknya sambil berusaha mendobrak pintu uks itu. ternyata sangat kuat pintunya sehingga sulit untuk di dobrak.


"Toloonggg!!!"


Sada yang ingin ke kamar mandi mendengar suara  orang minta tolong langsung mencari sumber suara tersebut hingga ke UKS.


"Siapa di sana?" tanya Sada.


"Sad... ini gue Reno!. Bukain pintunya dong!" pintanya.


Melihat kunci yang tertempel di pintu, Sada langsung membukanya.


"Kok bisa kekunci di UKS?" tanya Sada.


"Ini semua ulah Maya, sekarang bantu gue bawa Alvin ke rumah sakit." ucap Reno yang menunjuk Alvin yang terbaring. Namun ketika Sada mau membantu mengangkat, Alvin malah membuka matanya dan tersenyum.


"Lo cuman pura-pura?" tanya Reno yang merasa dibodohi.


"Kalogue nggak pura-pura mana bisa kita keluar dari sini secepat ini." jawab Alvin santai lalu pergi.


"Sialan tuh bocah. Nggak tau apa kalo gue panik banget takut dia kenapa-kenapa." ucap Reno mengelus dadanya.


"Hah?" Sada yang mendengarnya tak percaya dengan ucapan Reno "Kalian nggak anu kan?" tanya Sada yang mengisyaratkan kalo mereka saling menyukai satu sama lain.


"Nggak usah berpikir aneh-aneh." ucap Reno ikut pergi juga.


**********


"Kalian berantam?" tanya Tuan Wijaya.


"Jatuh." jawab Reno dan Alvin kompak.


"Jatuh? Dimana?" tanya Ratna.


"Tadi nggak sengaja ada pedagang nyebrang jadi Alvin menghindar dan jatuh." jelas Alvin.


"Kalo kamu Ren?"


"Sama, soalnya tadi dibonceng Alvin." jawab Reno yang malas mencari alasan.


"Dasar tukang jiplak." bisik Alvin.


"Terserah gue." ucap Reno.


"Ya udah kalian mandi dulu dan ganti baju habis itu turun, kita makan malam bersama." ucap Tuan Wijaya.


********


"Mak lihat, Reno bawakan bubur ayam." ucap Reno yang sudah sampai di rumah sakit.


"Pasti nggak enak." ucap maknya yang kurang suka dengan bubur ayam.


"Dicobain dulu dong. Enak ini, soalnya langganan Reno. Coba deh dikit aja." ucap Reno menyuapi maknya "Aaa.."


Maknya membuka mulut dan mulai mengunyah dikit demi dikit,

__ADS_1


"Gimana?" tanya Reno.


"Lumayan, pinter juga kamu milih bubur ayam." puji maknya.


"Siapa dulu, anak eemak." jawab Reno membuat maknya tertawa.


*****


"Dimana Reno? Alvin." tanya Tuan Wijaya karena Reno belum turun-turun.


"Nggak tau pa."


"Oh tadi Den Reno saya lihat pergi bawa motor tuan." ucap pelayan yang sedang membantu Ratna menyiapkan makanan.


"Bibi tau kemana?"


"Kurang tau tuan."


"Ya udahlah pa, papa kelihatan khawatir banget sama Reno akhir-akhir ini." ucap istrinya.


"Bukan gitu ma, kalo terjadi apa-apa? Papa kan juga merasa bersalah sama teman papa." jawab suaminya.


"Tenang saja pa, dia tidak akan kenapa-kenapa kok. Dia kan jago gelut." celetuk Alvin.


Dari pada keluarganya semakin curiga Tuan Wijaya memilih untuk diam tidak membahas Reno dan beralih kepada perkuliahan Alvin, bagaimana dengan skripsinya?


"Aman kok pa."


"Syukur kalo gitu, kamu harus buktikan sama papa kalo kamu yang terbaik di kampus." ucapan papanya inilah yang membuat Alvin malas ngobrol banyak dengan papanya yang selalu mementingkan permasalahannya tanpa memikirkan apa yang diinginkan Alvin.


"Oh ya pa, benar papa pernah kerampokan beberapa hari terakhir?" tanya Alvin ingin membuktikan perkataan Reno.


"Kenapa kamu tanya itu?"


"Apa benar Reno yang mengambil barang papa dari perampok itu?" tanya Alvin lagi.


"Kamu tau dari mana?" pertanyaan ini sudah membuktikan jika pertanyaan yang dilontarkan Alvin benar jawabannya.


"Kok kamu nggak cerita sama aku mas? Tapi kamu gapapa kan?" tanya istrinya yang baru tau.


"Gapapa kok. Perampok itu hanya mengincar uang saja." jawab suaminya


"Alhamdulillah kalo begitu."


Kenapa papa bohong? Barang apa yang sebenernya dicari Doni?, tanya Alvin dalam hatinya.


***********


"Kamu nggak pulang Ren? Besok kamu harus kuliah kan?" tanya maknya yang sudah tengah malam anaknya itu masih menemaninya.


"Nggak, Reno mau tidur di sini bersama mak. Soal kuliah kan bisa berangkat dari rumah sakit. Tuh... Reno sudah siapkan semua perlengkapan kuliah untuk besok." Reno menunjuk tasnya yang ada di kursi.


"Ya udah, mending kamu tidur sana. Besok  kesiangan loh." pinta maknya.


"Mak tidur dulu baru Reno bisa tidur."


"Iya,, ini mak juga sudah ngantuk." Maknya langsung memejamkan matanya pura-pura tidur agar anaknya segera tidur. Tapi tak menyangka, beberapa saat kemudian Reno mencium keningnya membuat air matanya ingin menetes. Selama Reno berangkat ke kota, setiap malam maknya selalu memandang foto anaknya itu sebagai obat rindu dan sekarang anaknya sudah bersamanya. Dia sangat senang, meski Reno sudah bertemu ayahnya tapi Reno masih sangat menyayangi dirinya.

__ADS_1


__ADS_2