Raja Kampus

Raja Kampus
Bala Bantuan


__ADS_3

“Bapak tau orang ini?!” tanya Reno sambil menunjukkan foto yang ada dihpnya.


“Nggak Mas.”


Meski masih belum menemukan orang yang kenal ayahnya, Reno tak menyerah ia terus bertanya pada orang-orang yang ditemuinya.


“Permisi mas, maaf ganggu waktunya. Bapak kenal foto ini?” tanyanya pada seorang ob yang sedang makan.


“Ini mah foto bos saya mas. Namanya pak Wijaya. Wijaya Pratama.” jawab orang itu.


“Wijaya?” tapi nama Ayah Reno Daniel.


“Iya mas. Cari aja namanya di google pasti ketemu fotonya. Soalnya beliau adalah orang yang terkenal.” ucap OB itu.


“Oh begitu, makasih ya mas informasinya.” ucapnya Reno.


“Sama-sama mas.”


Reno sedikit lega, setidaknya usahanya kali ini memperoleh hasil. Ia lalu memutuskan untuk kembali ke warung Sad. Kasian disana dia sendirian pasti.


“Misi bang. Minta sedekahnya..!” ucap seorang anak kecil mengemis pada Reno.


Reno merogoh kantung celananya ternyata ia tak megang uang sama sekali “Haduh dek, maaf ya abang lagi nggak bawa uang.” ucap Reno sedih.


“Iya bang. Gapapa.” jawab anak itu lalu pergi, tapi..


“Tunggu. Kamu sudah makan?” tanya Reno yang pada dasarnya tak kuat melihat orang susah.


Anak itu menggelengkan kepalanya, Reno langsung pengemis cilik itu untuk ikut dengannya kebetulan tempatnya tak jauh. Sampai di sana Reno dibuat terkejut oleh pemandangan yang tak biasa.


*********


“Habis ini kalian mau kemana?” tanya Maya pada dua sahabatnya.


“Lo?” Balik tanya Sania.


“Paling tetep disini bantuin Sada. Kasian dia kerepotan.” ucap Maya tak tega.


“Ya udah kita juga ikut bantuin kalian kalo gitu.” ucap Bellina penuh semangat.


“Nggak salah denger nih gue?” tanya Maya tak percaya. Maksudnya mereka adalah orang terkenal mana mungkin mau bekerja di warung.

__ADS_1


“Ya nggak lah. Sekali-kali ganti profesi, lumayan tambah pengelaman.” Jawab Sania.


“Iya setuju.” timpal Bellina.


“Oke. Dengan sangat senang hati menerima bantuan dari kalian. Sekalian nanti viralin ya.. biar tambah rame nih warung.” pinta Maya.


“Siapp boss!” jawab Sania yang sekaligus selebgram.


“Tapi jangan pakai baju ini, kalian bakal kesusahan bergerak.” ucap Maya menatap baju 2 sahabatnya yang satu ketat yang satu memang nggak terlalu ketat tapi berat.


“Gue nggak bawa baju ganti.” ucap Bellina juga Sania.


“Tenang, gue ada, nanti biar diantar supir gue.” ucap Maya setelah itu menelpon sopirnya.


Tak lama kemudian supir Maya datang membawa tuga tas yang berisi tiga baju. Setelah ganti diruangan kecil yang ada di dalam warung Sada, mereka pun melakukan aksinya. Meski tampilan mereka berubah memakai baju alakadarnya, celana lepis dan kaos mereka tetap kelihatan sangat cantik.


“Lo duduk dulu aja Sad, biar kami yang handel.” ucap Maya.


“ini beneran. Tapi bisa diandalkan nggak kalian?” tanya Sada sedikit ragu.


“Tenang aja. mereka bisa diandalkan kok.” jawab Maya meyakinkan.


“Beneran loh. Awas kalo pembeli warungku pada kabur sama seperti Alvin dkk.” ucap Sada.


“Gaes, kita bagi tugas ya.. gue yang racik bakso, Bellina membuat es teh, dan Sania yang merekam dan mempromosikan warung ini. Untuk yang mengantarkannya saling back up aja. Gimana?” tanya Maya.


“Boleh.”


Sania mulai live tiktok dan mengajak para fansnya untuk datang ke warung bakso anak babe yang berada di pagar belakang Universitas Kebangsaan Bangsa di jalan Sudirman. Setelah live Sania langsung membantu membantu 2 sahabatnya untuk mengantarkan pesanan. Satu per satu pembeli mulai berdatangan, pembeli berlipat 5 kal dari biasanya. Sehingga seorang Kirana mengajak Alvin dkk untuk ke sana karena ada Bellina dan Sania, begitu juga Jesika, dan mahasiswa lainnya.


“Ini gimana? tempat duduknya habis.” ucap Sania.


“Sada tidur lagi.” Maya menengok ke belakang ternyata Sada sudah berkeliaran di alam mimpinya. Alhasil Maya yang membuat ide melihat halaman yang masih luas, ia meminta supirnya untuk membeli tikar dan karpet yang besar untuk di hamparkan di halaman agar menjadi tempat duduk.


“Beneran nggak papa May, mereka duduk diatas karpet?” Tanya Bellina kurang yakin.


“Yam au gimana lagi? dari pada mereka capek berdiri.” ucap Maya.


“iya juga sih.


“Ayo mbak.. mas.. bapak…ibu yang mau duduk bisa juga sambil baca-baca bukunya bagus-bagus!” teriak Sania sambil menjejer buku yang semula di rak ke hamparan karpet. “Aman karpetnya dijamin bersih kok!” lanjutnya.

__ADS_1


Akhirnya mereka mereka mulai ikut duduk bersama Sania, di tengah-tengah kerumunan, Sania malah memperlihatkan keahliannya dalam berakting seperti cerita yang ada di buku itu membuat mereka merasa terhibur. Bahkan ada yang sampai merekamnya.


“Kebetulan banget kalian datang.” Ucap Bellina langsung menarik tangan Alvin, Bima, dan Rio.


“Eh apa-apaan sih lo?” Tanya Kirana tak suka dengan sikap Bellina.


Sania yang melihat momen itu mendapatkan ide, ia langsung menarik Kirana je tengah-tengah kerumunan orang banyak dan memperkenalkan sebagai ratu kecantikan “Kali ini tamu kita Ratu Kencantikan Kirana Larasati akan membagikan tips-tips untuk merawat kulit agar tetap cantik dan tampan. Benar bukan?” Tanya Sania pada Kirana. Karena mendapat tepuk tangan yang meriah, Kirana terpaksa mengiayakan ucapan Sania. Tapi sialnya, Sania akan menemani dirinya tapi malah Kirana ditinggal sendirian.


“Sekarang kalian pakai ini.” Bellina meberikan celemek pada mereka bertiga “Hbais itu bantu kita mengantarkan ke pembeli oke.” ucapnya.


“Bell jangan gila deh, apa kata mahasiswa lain yang melihat kita. Kita adalah penguasa kampus!” ucap Rio.


“Ya bagus dong, dengan melakukan kebaikan bukankah kalian akan semakin dikenal? Fans kalian akan naik.” buju Bellina.


“Bel, tapi jujur gue belum pernah melakukan pekerjaan ini.” ucap Bima.


“Gampang nanti gue ajarin.” ucap Sania yang baru datang.


“Loh, kok lo disini?” tanya Bellina terkejut.


“Tuh..!” Sania menunjuk Kirana yang sedang berpidato di tengah terik matahari.


“Hhahahaha..” Bellina tak percaya jika Kirana mau melakukannya.


“Gapapa kan Vin, gue manfaatin cewek lo sebentar?” tanya Sani pada Alvin.


“Sans.” ucapnya.


“Alvin lo bantu ge sama Maya di belakang. Bima, Rio membantu sania mengantarkan pesanan. Tidak boleh ada yang membantah.” tegas Bellina.


“Ngapain dia disini?” tanya Maya yang sejak tadi sibuk meracik bakso.


“Dia akan bantuin kita.” ucap Bellina membuat Maya tersenyum.


“Emang bisa?” ledek Maya.


Alvin yang tak terima diledek mantannya langsung menunjukkan sekillnya untuk menaruh bakso ke cup “gimana?” tanyanya minta pendapat Maya.


“Siapa pun juga bisa lah kalo cuman gitu.” ucap Maya tertawa “ tapi gapapa gue hargai usaha lo.” lanjutnya.


Bellina tetap pada pekerjaannya membuat es tah, dan Alvin yang mengambil bakso untuk ditaruh ke capnya, sedangkan Maya menata mienya ke dalam cup. Setelah selesai semua tinggal menuangkan kuah. Dari kejauhan Kirana menjadi kesal melihat Alvin dan Maya sedang bermain-main tapi apalah dirinya yang tak bisa kemana-mana akibat ulah Sania.

__ADS_1


“Aduhhh!” ucap Alvin yang tak sengaja terkena siraman kuah bakso membuat Sada terbangun dari tidurnya.


__ADS_2