Ranjang Bayangan Sang Agen

Ranjang Bayangan Sang Agen
Jatuh Cinta Atau Tidak


__ADS_3

"Nike aku boleh bercerita sedikit padamu," ucap Emira.


"Iya ayo, aku penasaran apa yang mau kau ceritakan padaku," sahut Nike.


"Nike kau ingat Alzamkan?"tanya Emira.


"Ya aku ingat, bukannya dia suami Dara,


orang yang kau rawat itukan?" ucap Nike.


"Iya, dia memintaku agar aku pura-pura hamil," jawab Emira.


"Apa? Pura-pura hamil? Emira, kau seorang agen bukan artis," sahut Nike.


"Iya aku tahu, tapi masalahnya Dara mendesakku untuk hamil, harus gimana?" ujar Emira. Dia berada dalam posisi sulit. Dara akan curiga jika dia tak kunjung hamil.


"Kenapa kau tidak menikah saja dengan Alzam, dengan begitu kalian tak perlu berpura-pura, toh Dara yang meminta Alzam menikah," jawab Nike.


Emira terdiam. Dia memikirkan ucapan Nike.


"Kenapa? Soal perasaan? Kau akan mencintainya, aku yakin," ujar Nike.


"Aku tidak ingin menjadi pelakor, aku seorang agen," sahut Emira.


Nike tertawa. Dia tahu temannya itu sulit membuka hati untuk orang lain semenjak kematian Leonard.


"Agen juga manusia Emira, butuh cinta dan sebuah ikatan," ujar Nike.


"Aku tidak mencintai Alzam, meskipun aku nyaman saat bersamanya," sahut Emira.


"Cinta itu berawal dari nyaman, jika nanti kau berpisah dengan Alzam, apa kau bisa?" tanya Nike.


Emira terdiam. Hari-hari yang dilewatinya bersama Alzam memang menyenangkan. Dia merasa hidupnya tak kaku lagi. Dia lebih bisa mengekspresikan dirinya. Tanpa harus bersikap formal seperti saat menjadi agen rahasia.


"Sudah ku bilang kau akan terlibat cinta dengannya, Alzam baik dan tampan, tanpa menggoda pun semua wanita akan tertarik padanya," ucap Nike.


"Aku tidak mencintai Alzam, ini hanya sebuah misi," sahut Emira.


"Oke, kita lihat, ini misi atau justru kau jatuh cinta," ucap Nike.


Emira terdiam. Benarkah ini semua karena misi, atau justru dia mulai membuka hatinya.


"Aku akan tetap menjalankan misi sampai selesai," ujar Emira.

__ADS_1


"Kalau nanti kau jatuh cinta, biarkan semua mengalir, jangan berpura-pura dalam cinta, kau akan sakit hati," ujar Nike.


"Tidak, aku hanya mencintai Leonard," sahut Emira.


"Baiklah, biar sang waktu yang berbicara," sahut Nike. Dia tahu Emira sangat terluka karena kematian Leonard. Sulit untuk hatinya terbuka untuk lelaki lain.


"Nike, misiku sekarang menguras emosi, aku terjebak di antara kebohongan dan rasa bersalah," ujar Emira.


"Ya aku tahu itu. Apa kau kembali ke markas saja dan berhenti merawat Dara?" tanya Nike.


"Aku sudah terlanjur basah dan misi ini sudah disetujui Bos Luan. Kita harus menyelesaikan misi sampai tuntas," ujar Emira.


Nike mengangguk. Setiap misi memang harus diselesaikan sampai tuntas. Pantang jika seorang agen meninggalkan misi. Dia harus menuntaskan setiap misinya.


"Aku rindu Leonard. Semoga dia tenang di sana," ucap Emira.


"Pasti, sudah dulu ya Emira. Ada pekerjaan yang harus ku kerjakan," ucap Nike.


"Oke, terimakasih Nike," ucap Emira.


"Oke," sahut Nike.


Pembicaraan keduanya selesai. Emira menutup telponnya. Dia mulai mencoba menyadap nomor telpon Ibu Yeni dengan menggunakan Clever. Emira mendengar Ibu Yeni sedang menelpon seseorang.


"Hallo Bu."


"Bisa datang ke rumahku? AC di rumahku sudah kotor, tolong bersihkan!" pinta Ibu Yeni.


"Baik, nanti jam 11 siang saya ke rumah Ibu," ucap Tukang servis AC.


"Oke, saya tunggu ya," ucap Ibu Yeni.


"Iya," sahut tukang cuci AC.


Telpon itu ditutup oleh Ibu Yeni. Emira tersenyum.


Dengan percakapan Ibu Yeni dengan tukang AC, Emira punya ide untuk menyamar jadi tukang servis AC itu.


Emira ke luar dari kamarnya. Turun ke lantai bawah untuk mencari Bibi Nur. Kebetulan Bibi Nur sedang memotong sayuran di dapur. Emira menghampirinya.


"Bibi Nur," sapa Emira.


"Ya Nona Emira ada apa?" tanya Bibi Nur.

__ADS_1


"Aku ingin pergi ke luar sebentar, bisakah Bibi menjaga Dara sebentar, aku ada urusan penting," ucap Emira.


"Bisa Non," sahut Bibi Nur.


"Terimakasih Bi, aku pergi dulu ya," ucap Emira.


"Ya sama-sama Non, hati-hati di jalan," ucap Bibi Nur.


"Iya, makasih Bi," sahut Emira.


Bibi Nur mengangguk.


Setelah berbicara dengan Bibi Nur, Emira pergi ke kamarnya dan mulai menggunakan perlengkapan penyamarannya. Dia menggunakan topeng plastik agar mukanya berubah jadi laki-laki, dan menggunakan wig untuk rambut laki-laki. Pakaiannya pun berganti menjadi pakaian khas laki-laki.


"Sepertinya aku sudah mirip laki-laki sekarang, saatnya aku menyamar jadi tukang servis AC itu," ucap Emira.


Kakinya mulai melangkah ke luar dari rumah besar itu. Dia mengendarai mobilnya ke alamat rumah Ibu Yeni. Berharap rencananya berhasil. Ada banyak pertanyaan dibenaknya. Semoga dengan penyamarannya itu Emira mendapatkan informasi.


Sampai di komplek tempat tinggal Ibu Yeni, Emira memarkirkan mobilnya agak jauh dari rumah Ibu Yeni. Dia menunggu tukang AC itu datang. Tak lama tukang servis AC berjalan di samping Emira.


"Itu pasti tukang servis AC nya, aku harus memanggilnya," ucap Emira.


Emira langsung memanggil tukang servis AC itu.


"Mas tunggu," panggil Emira.


"Ya mas ada apa ya?" tanya tukang servis AC itu.


"Apa mas tahu di mana tempat servis AC di dekat sini ya?" tanya Emira.


"Wah, kebetulan saya tukang servis AC," jawab tukang servis AC itu.


"Begini AC mobil saya kurang dingin, apa mas bisa membantu menyervisnya?" tanya Emira.


"Bisa, saya juga menyervis AC mobil," jawab tukang servis AC itu.


"Baik, tolong servis AC mobil saya sekarang," pinta Emira.


"Tapi saya ada harus menyervis AC milik orang lain dulu, nanti selesai dari sana sana kesini deh," ucap tukang servis AC.


"Kalau begitu, bisa dicek dulu sebentar, boleh tidak?" tanya Emira.


"Ya, boleh," sahut tukang servis AC itu.

__ADS_1


Tak lama tukang servis AC itu masuk ke dalam mobil Emira, lalu mengecek AC mobilnya. Emira langsung menyemprotkan gas tidur pada orang itu. Tukang servis AC itu langsung tertidur seketika. Emira memasukkan tukang servis AC itu ke dalam mobilnya yang tetap dihidupkan. Dia menutup pintu mobilnya lalu mengambil perlengkapan yang dibawa tukang servis AC itu. Dia mulai berjalan ke rumah Ibu Yeni.


__ADS_2