
David merasa kesal karena ditipu temannya. Dia sudah menanamkan modal diperusahaan temannya yang ternyata perusahaan bodong. Temannya membawa kabur semua uang David.
Dia kini tak punya uang lagi karena semua itu.
"Sialan semua uangku habis, aku harus mencari Fanny untuk mendapatkan uang lagi darinya," ucap David. Dia ke luar dari apartemennya mengendarai mobil untuk mencari Fanny. Dia harus menemukan Fanny secepat mungkin untuk mendapatkan uang kembali.
Fanny berdiri di halte bus untuk mencari taksi. Dia ingin pergi bertemu temannya di cafe. Saat dia sedang melambai untuk mencari taksi, sebuah mobil berhenti didepannya. David ke luar dari mobil itu dan menarik lengan Fanny untuk mengajaknya masuk ke dalam mobil secara paksa. Fanny mengikuti kemauan David karena dia diancam. David akan dibunuh jika tidak menurut.
"David kita mau kemana?" tanya Fanny.
"Tempat kau bekerja nantinya," jawab David.
"Kau mau menjualku lagi?" tanya Fanny.
"Memang apalagi selain itu," jawab David.
"Lepaskan aku David! ku mohon!" ucap Fanny.
David tidak menggubris ucapan Fanny. Dia mengendarai mobilnya menuju sebuah villa. David menarik lengan Fanny ke luar dari mobil hingga memasuki villa tersebut.
"David lepaskan aku! Kau mau uangkan? aku akan memberimu uang," ucap Fanny. Dia mengeluarkan dompet di tasnya tapi malah diambil David.
"David kembalikan dompetku!" ucap Fanny.
"Sekarang sudah jadi milikku, dan kau Fanny layani semua teman-temanku sampai puas," ucap David.
"Tidak David, aku tidak mau," sahut Fanny.
"Aku tidak peduli, ayo masuk!" ucap David. Dia mendorong Fanny memasuki kamar di villa itu. Dia menunggu Fanny di luar villa, sementara Fanny di dalam kamar bersama dua laki-laki teman David.
"Wah cantik juga, body nya oke juga."
"Putih dan mulus, bikin gue gak tahan."
"Tolong lepaskan aku!" pinta Fanny.
"Lepaskan? kita sudah bayar mahal-mahal masa melepaskan begitu saja tanpa mencicipi dulu."
"Gue udah gak tahan, jangan banyak omong."
Fanny dipojokkan kedua lelaki itu, lalu mereka melakukan hal romantis itu pada Fanny secara bersamaan. Fanny tak bisa melawan kedua lelaki itu. Mereka begitu buas sampai Fanny kualahan dan kelelahan. Selama lima jam penuh Fanny harus melayani kedua lelaki itu. Setelah selesai Fanny ke luar dari kamar itu. Darah mengalir dikakinya. Tubuh Fanny sangat lemas dan lemah.
David benar-benar tega pada Fanny. Sampai hati menjual Fanny. Kemudian ke luar dari villa tanpa diantar David. Dia berjalan di jalan raya karena tak kuat lagi, dia pingsan.
__ADS_1
Rumah Sakit Alberson
Fanny membuka kedua matanya. Dia melihat ibunya berada di depannya. Fanny bangun dan memeluknya. Dia menangis tersedu-sedu, meluapkan semua lukanya dalam tangisannya.
"Fanny kau ini bodoh sekali, kok bisa sampai terluka parah," ucap Ibu Yeni yang baru datang sudah marah-marah pada Fanny.
"Bu, David menjualku pada temannya, aku dipaksa melayani mereka sampai aku tak sanggup," jawab Fanny sambil menangis.
"David, dia selalu membuat hidup kita susah. Apa perlu kita menyingkirkannya saja," ucap Ibu Yeni.
"Betul Bu, kalau dia tetap ada, dia akan terus menghantui hidup kita," ucap Fanny.
"Kita memang harus menyingkirkan David" sahut Ibu Yeni. Dia berencana untuk menyingkirkan David supaya tidak mengganggu hidupnya lagi.
***
Ibu Yeni menemui ketiga preman jalanan. Dia ingin David disingkirkan agar tidak mengganggu rencananya mendapatkan Alzam untuk Fanny.
Di rumah ketiga preman itu Ibu Fanny berbincang dengan para preman itu.
"Aku ingin laki-laki difoto ini mati," ucap Ibu Yeni sambil menyodorkan foto di meja itu.
"Gampang bisa dibereskan secepatnya,"
"Ini uang muka untuk kalian, sisanya akan ku bayar setelah pekerjaan kalian selesai. Harus rapi jangan meninggalkan bukti," kata Ibu Yeni.
"Oke, Anda akan puas dengan hasil kerja kami," sahut Preman itu.
Setelah itu Ibu Yeni pulang ke rumah kontrakkannya. Dia langsung menemui Fanny di kamarnya. Melihat Fanny yang hanya memainkan handphone miliknya ia gemas dan kesal pada Fanny.
"Fanny, ibu susah payah mencari cara untuk menyingkirkan David, tapi kamu hanya enak-enakkan di sini," ucap Ibu Yeni.
"Ibu, aku harus ngapain? ibu kan tahu aku baru saja sakit, gimana aku mau kemana-mana?" sahut Fanny.
"Telpon Alzam kek biar dia menemanimu di sini. Semakin sering kau bersamanya, perasaan Alzam akan kembali lagi seperti dulu," ucap Ibu Yeni.
"Alzam sedang sibuk katanya, bisnisnya sedang banyak masalah. Dari pada dia kere nantinya lebih baik aku biarkan dia mengurus bisnisnya," jawab Fanny.
"Ibu dari mana?" tanya Fanny.
"Ibu menemui preman jalanan untuk menyingkirkan David," jawab Ibu Yeni.
"Kok preman sih Bu? kenapa bukan pembunuh bayaran saja lebih profesional?" sanggah Fanny.
__ADS_1
"Pembunuh bayaran sangat mahal,
keuangan kita mulai menipis. Ini semua karena kamu Fanny, gara-gara kau ceroboh dompetmu diambil David. Keuangan kita jadi berkurang karena itu," ucap Ibu Yeni.
"Maafkan aku Bu, David itu selalu membuatku tak berkutik, dia selalu menyiksaku sampai aku tak mampu melawannya," sahut Fanny.
"Mulai hari ini dia akan pernah pergi selamanya dari hidup kita," ucap Ibu Yeni.
Fanny tersenyum mendengar rencana Ibunya untuk menyingkirkan David. Dia sudah capek harus menghadapi kelakuan David padanya yang seenaknya.
Setelah jam 2 malam David pulang ke apartemen dengan mengendarai mobil miliknya. Di depan jalan yang dilewatinya ada orang yang tiduran di tengah jalan. David menghentikan mobilnya lalu keluar untuk menghampiri dan menegurnya.
"Hei, kau bosan hidup?" ucap David.
Laki-laki itu bangun dan berdiri, dari belakang David muncul dua orang temannya. Mereka mulai mengeroyok David. Untung David berusaha melawan mereka bertiga. Ketiga preman itu babak belur dihajar David. Salah satu dari mereka ditarik David untuk dimintai keterangan olehnya.
"Kau bergerak sendiri atau orang suruhan?" tanya David.
"Aku hanya disuruh seseorang untuk membunuhmu," jawab Preman itu.
"Siapa yang menyuruhmu?" tanya David.
"Ibu Yeni," jawab Preman itu.
"Ibu Yeni berani sekali kau bermain denganku," ucap David. Dia melepas preman itu dari genggamannya lalu dia masuk ke mobilnya. Pergi meninggalkan tempat itu.
***
Fanny ke luar dari rumahnya untuk bertemu Alzam di sebuah cafe. Dia berjalan di jalan komplek rumahnya, tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depannya. Pintu mobil terbuka, David keluar dari mobil itu menghampiri Fanny. Dia menarik Fanny masuk ke mobil miliknya lalu mengikat kedua tangan dan kaki Fanny. David mengajak Fanny ke sebuah hutan jauh dari kota. Fanny tak bisa melawan, dia hanya bisa pasrah entah apa yang akan dilakukan David padanya. Sampai di jalan yang melewati hutan, David menghentikan mobilnya. Dia menurunkan Fanny dengan melepas tali yang mengikat tangan dan kakinya. Kemudian David mengajaknya masuk ke dalam hutan. Di sana David mulai menyiksa Fanny dengan memukulnya.
"Ampun David ... hik ... hik ...," ucap Fanny sambil menangis.
Fanny berlutut dikaki David memohon ampunan darinya.
"Beraninya kau menyuruh orang untuk membunuhku!" pekik David sambil menjambak rambut Fanny.
"Sakit David lepaskan! Ku mohon hik ... hik ..."
ucap Fanny.
David tak menggubris ucapan Fanny malah menyeretnya dengan menarik rambutnya. Dari arah belakang terdengar suara yang datang menghampiri mereka.
"Apa pantas seorang laki-laki menyiksa seorang perempuan? Kecuali dia seorang banci," jawab Emira.
__ADS_1
"Siapa kau berani sekali ikut campur urusanku?" ujar David marah.