Rasa Yang Terpendam

Rasa Yang Terpendam
27


__ADS_3

"awas lama lama loe jatuh cinta sama es balok baru tau rasa loe, hahahaha jawab bobbu dengan suara ketawa keras yang berhasil ngerjain lani dan seketika di panggilan telp ditutup oleh lani


"yee ni bocah tanpa permisi main tutup aja telp gue."gumam boby melihat panggilannya di tutup sepihak oleh lani,


*********


dikamar lani


setelah selesai melakukan panggilan dengan boby, wajah lani sejetika di tekuk sebal mengingat ucapan boby.


"Aaaaaarrrrggghh, boby nyebelin gara gara es balok gue di kecengin sama boby. " sarkas lani mengingat ucapan boby dan bikin badmood saja. dan lani langsung merebahkan badannya ke kasur dan menutup wajahnya dengan slimut, namun hampir 30 menit lani mencoba memejamkan mata malah jadi kepikiran dengan kak radit dan koko seketika lani mengirim pesan ke koko namun dihapus lagi dan akhirnya memberanikan diri untuk mengirim pesan


kontak ES Balok datar


"Dimana? masih sama kak radit gak? pesan lani terkirim ke koko


"di bales dong chat gue, " pesan lani ke koko lagi setelah 15 menit gak dibales

__ADS_1


" Heh dasar nyebelin es balok datar, loe dimana, masih sama kakak gue kagak? 😡😡" isi pesan ketiga lani ke koko dengan menyematkan emotikon marah


namun setelah di tunggu 1 jam tidak dibales chatnya oleh koko, lani pun akhirnya ketiduran.


********


Dikamar yang ditempati sigit


"kenapa aku baru tau kalo lani dapat beasiswa ke negara P ya? " gumam sigit dengan mondar mandir di dalam kamar


" lebih baik besok pagi aku tanyain saja ke lani, ah badanku rasanya remuk baru datang udah dapat kabar kyk gitu. mending tidur aja deh. gumam sigit menuju ke kasur yang biasa ia tempati saat berada di kediaman purnama.


********


di cafe tak terlalu jauh dari rumah utama kira kira 30 menit nyampe.


setelah nyampe dicafe dan memesan makanan mereka berdua segera menyantapnya, setelah selesai makan, koko memberanikan diri untuk bertanya.

__ADS_1


"Ada apa tuan muda mengajak saya ke sini? " tanya koko memberanikan diri untuk memecah keheningan mereka.


"Ok, tanpa basa basi, jujur sama gue apa loe menyukai adek gue? " radit menanyakan pertanyaan itu langsung ke koko dengan tatapan tajam dan serius.


uhuuk uhukk koko tersedak salivanya sendiri karna kaget mendengar ucapan tuan mudanya.


"kenapa lu batuk, makanya jangan melamun aja, orangnya disini pikirannya ke adek gue" sindir radit ke koko, karna melihat tingkah koko yang aneh setelah mendengar ucapannya tadi.


"Maaf tuan muda,mana mungkin saya brani menyukai nona muda,karna saya sadar status saya yang berbeda jauh dengan kluarga tuan muda." jawab koko sambil menunduk dengan menetralkan detak jantung yang akhir akhir ini tiba tiba berdetak kencang jika mendengar nama lani,


Radit merasa ada yang aneh dan jawaban ketidak jujuran dari koko sang asisten pribadi dad nya,


"kenapa loe manggil gue tuan muda sih, gue gak suka jika dipanggil itu. dan usia loe sama gue aja tuaan loe,panggil nama aja bro jika sedang berdua, gumam radit menatap tajam ke koko karna tidak suka dipanggil tuan muda jika sedang berdua.


"baik lah,jika itu yang loe mau,dan gue mau tanya.ada masalah apa loe dengan adek loe sampai sampai loe berbuat kejam sama adek loe? tanya serius koko ke radit


"Bukan urusan loe, gue harap loe gak ngelunjak. jika loe emang menyukai adik gue jaga kehormatan lani, sampai loe berbuat macam macam sama lani, loe berhadapan langsung dengan gue"ucap radit dengan tatapan tajam dan mematikan ke arah koko dan koko hanya tersenyum

__ADS_1


__ADS_2