Rasa Yang Terpendam

Rasa Yang Terpendam
36


__ADS_3

"Apa dia tau jika mama reni tidak menyukai lani ya, gumam sigit dengan pelan dan seketika sigit juga meninggalkan tempat itu.


******************


Ditempat parkiran mall


setelah Raditya menarik tangan Lani,mereka langsung menuju ke parkiran dan segera bergegas pergi menuju tempat dimana hanya keluarga inti purnama,


"Kunci"ucap Radit meminta kunci mobil dengan nada tegas


"Buat apa? biar aku yang nyetir aja, ayok mau kemana aja biar aku yang nyetir. "sanggah bobby yang tidak mau memberikan kunci mobil


"Buruan, sini kuncinya" ucap Radit tegas dan penuh penekanan


"Ini" sambil mengulurkan kunci mobil ke Radit, tanpa basa basi, Radit menarik tangan Lani buat masuk ke mobil dan bergegas pulang, namun sebelum mobil jalan, radit memberi uang tunai ke bobby


" Ini buat ongkos pulang kerumah utama," ucap Radit memberikan beberapa lembar 50rb an dan setelah itu Radit segera melajukan mobilnya ketempat rahasia dimana Keluarga purnama dan orang kepercayaan saja yang tau.


"Dimana mereka" tanya koko dengan kesal ketika melihat mobil yang tadi ditumpangi tidak ada disana hanya melihat bobby yang sedang bengong membawa beberapa lembar uang.


"Pergi," ucap bobby dengan santai dan segera meninggalkan tempat itu

__ADS_1


Tanpa pikir panjang koko langsung melihat GPS yang terpasang di mobil yang dipakai Radit, karna semua mobil keluarga purnama dipasang GPS jadi koko tau dimana keberadaan mereka.


"Ternyata mereka menuju ke vila rahasia keluarga tuan besar. " gumam koko dengan pelan dan tersenyum saat melihat GPS mobil tersebut. Dan koko segera kembali ke rumah utama untuk menyelesaikan dan bertemu dengan Tuan besar purnama.


********×***************************


Di dalam mobil, Lani hanya diam dan melihat kearah luar jendela


"Kenapa diam? bisa jelaskan ke gw? " tanya radit memecah keheningan dan masih fokus nyetir dan pandangan masih kejalan


"Apa nya yang harus dijelaskan? " ucap lani sekilas melihat Radit dan melihat arah jalan


" Sigit dan Koko" Radit sengaja menyebut nama mereka berdua


"Kamu suka sama siapa? sigit atau koko? " ucap Radit memperjelas ucapannya tadi


"Gak tau" dan gak mau tau. " ucap ketus lani karna malas membahas itu.


"Heii, kamu udah gedhe lho, gak mau nyari pacar apa? " goda Radit ke lani sekilas melirik lani yang sedang menahan marah dan malunya dan segera fokus menyetir kembali


"bodo amatlah, gak mau pacaran, mau fokus sekolah dulu abis itu kuliah, kerja baru nikah. jadi gak mau pacaran. " jawab lani kesal dan secara gak sengaja mengungkapkan isi hati yang jujur.

__ADS_1


setelah mendengar ucapan Lani, Radit pun tersenyum dengan pandangan masih lurus ke depan. dan suasana jadi hening seketika.


"hmm kak, cari makan dulu ya, aku laper. ucap lani memecah keheningan,


"Bentar, tadi kamu bilang kak ke aku? " ucap Radit mengklarifikasi panggilan itu.


"Gak," ucap ketus lani


"Ya iyalah siapa lagi kalo bukan lu, lu kan kakak gw tauk. isss nyebelin banget sih, gak suka apa kalo aku panggil lu dengan sebutan kakak? ucap lani dengan nerocos dan sebel dengan kakaknya.


"wahahahahah.. iya iya bawel,, " ucap radit sambil ketawa keras. karna adeknya ternyata bawel amat seperti mommynya


"kamu tu, kayak mommy ya, bawelnya minta ampun" ucap radit lagi


"aku bilangin ke daddy lho kak, udah ngatain istri daddy bawel. " goda lani ke radit dengan serius, karna radit tidak bisa berkutik jika berhubungan dengan dad nya itu seketika mereka berdua ketawa bersama untuk pertama kalinya


"Sudah nyampe, ayok turun, katanya laper. "ucap radit mengajak lani turun dari mobilnya


lani kaget saat melihat tempat makan di pinggiran jalan,karna selama ini radit paling gak suka makan di pinggir jalan.


"Kenapa diam? gak suka sama tempatnya? kalo gak suka kita bisa cari tempat lain. ucap radit melihat respon adiknya yang melotot berhenti di tempat itu

__ADS_1


"kakak yakin mau makan ditempat ini? bukannya kakak paling gak suka ya makan ditempat kayak gini? " lani langsung menatap sorot mata kakaknya


__ADS_2