Rasa Yang Terpendam

Rasa Yang Terpendam
42 SEASON 2 kehidupan Lani dan koko


__ADS_3

empat tahun kemudian setelah pernikahan lani dan koko


"sayaaangggg.. " teriak koko memanggil lani didalam kamar.


Sedangkan di ruang makan sedan kumpul lani dan kedua anak kembar mereka di temani pengasuh dan bibi.


"mami, itu ayah kenapa teliak teliak sih bikin kuping dita sakit,ucap dita sambil mengerucutkan bibirnya


"ayah kebiasaan deh,paling bentar lagi kalo mami gak cepet kekamar pasti ayah yang turun. ucap dito datar


"eh anak mami pagi pagi gak boleh cemberut ok, sekarang kalian sarapan dulu ya sama mbak. mami mau ngurus ayah kalian. ucap lani menenangkan anaknya supaya tidak menggerutu kemudian langsung menuju ke kamarnya yang ada dilantai atas.


ceklek


"ada apa sih teriak teriak, noh dibawa anak anak pada protes, yang satu bilang ayah kenapa teliak teliak bikin kuping aku sakit, yang satu bilang ayah kebiasaan deh kalo gak ada mami disebelahnya. ucap lani masuk kamar sambil menirukan suara anak kembarnya menuju ke arah dimana suaminya berada.


melihat suaminya yang sedang duduk di pinggir kasur dengan handuk di lilitkan dipinggangnya, seketika lani melihat baju yang sudah disiapkan untuk suaminya bekerja namun tidak segera dipakai.


"mas, kenapa bajunya gak dipakai. nanti masuk angin loh. ini juga sudah mau jam 8 pagi. buruan nanti telat loh sayang. ucap lani mengamati baju dan suaminya tanpa banyak ucap koko langsung menarik tangan lani hingga duduk dipangkuannya.


"ada apa mas " ucap lani memandangi wajah koko yang datar dan seketika lani menelan salivanya sendiri. biasanya kalo wajah suaminya datar begitu ada dua kemungkinan tidak dilayani keperluannya sama tidak ads disampingnya.


cup


cup


cup


lani berinisiatip mencium seluruh wajah suaminya biar tidak berwajah datar lagi.


"sayang, kenapa wajah datarmu mirip sekali dengan anak kita dito ya, ucap lani dengan polosnya meraba wajah suaminya.


sedangkan suaminya hanya terkekeh melihat tingkah konyol sang istri.


saat koko hendak mencium bibir sang istri terdengar suara gedoran pintu dan suara cempreng anak perempuannya di luar kamar


"ayaaahh mamiii buka pintunya.. teriak dita menggedor pintu kamar orang tuanya.

__ADS_1


seketika lani bangun dan koko segera kekamar ganti mengambil pakaian rumahan dan berganti baju, sedangkan lani segera berjalan menuju kepintu dan membuka pintunya


ceklek


"dita kenapa harus teriak teriak sayang manggilnya, ucap lani menasehati anaknya sambil berjongkok agar setara tingginya dengan anaknya.


"mami sama ayah kenapa lama sekali di kamarnya. aku sama kak dito mau ijin klual lumah boleh. ucap dita dengan wajah imutnya meminta ijin sambil memainkan tangannya.


"hemm .. ucap lani yang terpotong ucapan suaminya


"mau kemana anak ayah? ucap koko memotong ucapan istrinya dan seketika lani dan anaknya menengok ke arah suami dan ayahnya.


"mas, kog pake baju itu, mas gak kerja? ucap lani yang heran melihat suaminya memakai pakaian rumahan yang casual berdiri dari jongkoknya


"iya, ayah kog gak kelja kog masih dilumah. biasaya ayah udah belangkat kelja. ucap dita membenarkan ucapan maminya sambil berjalan menuju keayahnya


"selama tiga hari ayah libur, jadi waktunya buat si imut dita, buat mami dan buat kak dito juga. ucap koko dengan senang dan memeluk anak serta istrinya. eh lebih tepatnya dita sudah dalam gendongan sang ayah.


"asikk.. ayah libul,, saatnya jalan jalan. ucap dita sangat senang


mereka bertiga segera turun menuju meja makan dan tidak menemukan anak laki lakinya,


" oh nyonya, den dito lagi ditaman belakang sama pengasuhnya ucap bibi dengan ramah


"ayah, tulunin dita dong, dita mau ke kakak mau kasih tau kakak kalo ayah libul. ucap dita dengan imutnya meminta diturunkan dari gendongan sang ayah


"ini sigembul udah makan belum? temenin ayah makan ya cantik. ucap ayah merayu anaknya sambil menaik turunkan alisnya


bukannya seneng malah si dita ngambek karna tidak suka di panggil gembul walopun sebenarnya dia gembul


"mami,, ayah mulai lagi. ucap dita merajuk meminta pembelaan dari maminya.


bukannya membela lani juga ikutan bersandiwara


"eh anak mami yang gembul bin imut gak boleh merajuk gitu nanti cantiknya ilang loh. ucap mami lani dengan menahan tawa


bukannya dita tambah seneng malah tambah sebel

__ADS_1


"ayah sama mami sama aja, suka ngatain aku gembul. huuuaaaa tulunin dita. ucap dita merajuk minta di turunin dari gendongan ayahnya


koko yang dari tadi menahan ketawa akhirnya pun tidak sanggup menahan ketawa melihat anak bungsunya yang cerewet bin gemesin cengeng pula dan segera menurunkan dita dari gendongannya.


setelah terlepas dari gendongan ayahnya, dita masih menangis dan merajuk berjalan menjauh dari ayah dan maminya yang sedang tertawa. dan dengan gaya anak anaknya dita membalik kan badan seraya mengejek ayah dan maminya. bukannya marah ayah dan maminya malah tertawa


saat mereka sedang ketawa koko mendekat dan memeluk istrinya dari belakang.


"kenapa sayang, hemm" ucap lani menengok kewajah suaminya yang sudah terlihat kabut gairahnya karna saat dikamar lani tau jika suaminya sedang rindu dengan kasih sayang sang istri.


"baiklah, tapi kamu sarapan dulu ya, aku gak mau liat kamu sakit. ucap lani menyerah jika suaminya sudah menghirup ceruk lehernya dan memeluknya dengan erat


"sayangg.. gak kuat, ucap koko dengan suara paraunya dengan masih menempel di leher sang istri


"haiss,, makan nasi dulu walo sedikit sayang, trus itu anak anak gimana kalo nyari kita,ucap lani yang masih dalam pelukan sang istri namun wajah mereka saling bertatapan muka.


"sayang jangan nakal deh, ucap lani pelan saat suaminya sudah menelusuri lehernya dan tangannya sudah tak terkondisi di punggung sang istri di dalam kaos sang istri


"yaudah ayok kita kekamar ya, jangan lupa peredam suaranya diaktifkan biar suaranya tidak kedengeran anak anak. ucap lani dengan pelan namun terdengar jelas oleh koko.


seketika koko menggedong istrinya seperti koala dan tidak lupa menge** cup bahkan mel*** umat bi**bir istrinya sebagai candunya,


bukannya berjalan kekamar mereka namun koko berjalan menuju kamar yang ada di dalam ruang kerjanya yang hanya bisa masuk leluasa cuma istri san orang tua lani bahkan anak anaknya dan orang lain harus dapat ijin dulu dari koko maupun lani.


di dalam lani begitu pasrah melihat kelakuan sang suami yang begitu rakus akan dirinya.


didalam kamar yang ada dikamar kerjanya hanya ada suara indah mereka berdua yang membuat candu terutama koko sangat senang melihat tubuh indah sang istri yang masih indah walopun sudah memiliki anak 2,


ya sang suami begitu mencintai lani, dan sangat memperhatikan lani, hampir tiap hari mereka melakukan hal tersebut. entah dirumah atau bahkan di kamar pribadi di kantornya pun. lani begitu pandai memu***askan hasrat sang suami


sudah tiga jam mereka melakukan hubu***ngan suami istri di dlm kamar rahasia di ruang kerja koko, peluh keringat mereka membasai tubuh mereka, lani yang kelelahan sudah tidak kuat namun berbeda dengan koko yang entah kenapa pengen lagi pengen lagi jika melihat istrinya memakai baju yang menurutnya sangat wow dipandang,


*************


hayooo hayooo inget ya ingettt.. ini adegan untuk 21+ ya.. walopun tidak saya gambarkan secara gamblang ya karna takut fantasinya kemana mana. hehehe..


yuk bantu yuk komen dan like dan jadikan cerita ini jadi cerita faforit kalian yaa..

__ADS_1


trimakasi


__ADS_2